
masih di taman...
jantung Ayas serasa mau lepas saat April menanyakan tentang masa SMA itu.
aku tau ini pasti akan terjadi, kenyataan ini memang sangat sulit untuk di hindari. "batin Ayas"
"sayang kamu janji tidak akan pernah marah atas perbuatan ku," kata Ayas menatap April sendu
"sayang jangan bikin aku takut deh jika kesalahan kamu tidak fatal buat apa aku marah, dan lagi itu tentang masa lalu bukan, tapi kalau kamu belum siap untuk mengatakan nya yaa sudah jangan di katakan" kata April
"tidak sayang kamu harus tau semuanya sebelum kita menikah, aku tidak mau ada rahasia di antara kita setelah kita menikah nanti" kata Ayas
Ayas melepas pelukan nya dan menggandeng tangan April menuju ke suatu ruangan, ruangan yang terdapat tiga buah motor yaitu 2 motor sport dan satu Matik.
April bingung dengan itu karna kedua motor sport itu sama persis, namun mata nya tertuju pada motor Matik yang berada di sisi lain nya.
"ah aku ingat sama motor ini," sambil menuju ke motor Matik tersebut
"ini motor Akas kan" tanya April
"huuft.. itu motor aku sayang" kata Ayas
"hemm motor kamu,ah pasti Akas pinjem ke kamu yaa" kata April
"Akas tidak pernah mengendarai motor itu" kata Ayas
"maksud nya, tapi aku pernah kok di bonceng Akas naik motor ini...."
April terdiam sejenak dan memandangi Ayas yang masih menatap sendu padanya.
"sayang aku mohon maafkan aku, aku tau aku salah, aku... (terpotong)
"maksud kamu apa Yas, tolong perjelas maksud kamu dan kenapa motor sport ini ada 2 dan sama persis yaa aku tau kalian kembar lalu kenapa bisa ada motor Matik dan kamu bilang itu motor kamu, lalu dua motor ini...
"sayang Akas seorang pen candu alkohol, bahkan sebelum bertemu kamu, setiap pulang sekolah dia akan selalu pergi ke klub bersama teman teman nya dan lupa akan janji temu nya dengan mu, dia selalu memintaku untuk menggantikan posisinya bertemu dengan mu, dan ya sejak saat itu juga aku jatuh cinta dengan mu," jelas Ayas dengan tetapkan sendu nya
"ja jadi maksud kamu, selama ini kamu yang selalu bersama ku" kata April
"sayang aku mohon maaf kan aku" kata Ayas
"jadi kalian menipuku, mempermainkan perasaan ku, jadi sebenar nya aku dari dulu aku jatuh cinta dengan siapa dan aku pacaran dengan siapa hiks hiks.. " kata April dan kini mulai menangis mengingat kebodohan nya
"sayang tidak!!! tidak ada maksud untuk menipumu aku mohon jangan merusak hari indah ini, aku mohon" kata Ayas memeluk April
"tapi kenyataan nya kalian sudah menipuku, kalian mempermainkan perasaan ku hiks hiks..."
__ADS_1
"tidak sama sekali, beberapa kali aku ingin jujur padamu, sangat ingin mengatakan bahwa aku adalah Ayas bukan Akas, tapi melihat mu tersenyum dan hanya memanggil nama Akas aku mengurungkan niat ku karna aku berharap Akas akan berubah"
"kamu tega Yas, aku seperti orang bodoh di hadapan mu iya kan" kata April
"hey, jangan berpikir seperti itu, apa kau tau betapa sakit nya aku saat bersama mu dan kau memanggil ku Akas, aku sangat terluka,"
"kenapa kamu begitu bodoh Ayas" kata April
"yaa aku memang sangat bodoh, karna mencintai mu" sambil mengusap air mata April dan memeluk nya
"aku pernah melihat mu di danau waktu kau menggunakan motor Matik mu, apa itu kamu",tanya April dengan menatap Ayas
"heemm"
"apa kamu melihat nya"
"yaa semua nya" kata Ayas
mata April membelalak seketika
"semuanya" kata April tak percaya
"yaa dan aku berhasil menghentikan tindakan selanjutnya" kata Ayas sedikit memaling kan wajah nya
"maksud nya apa kau cemburu, dan menghetikan dengan cara apa "tanya April
"jadi waktu itu kamu yang telfon bukan bunda, hem maafkan aku karna tak menyadari itu, lagi pula itu kan salah kalian yang membohongi ku" kata April
"kita lupakan masa lalu, dan menjalani masa depan kita yaa sayang"
"heemm"
Ayas memeluk tubuh April dengan erat serasa enggan untuk melepas nya.
"sayang apa kamu ingin membunuhku sebelum kita menikah" kata April
"hah apa kamu sudah gila," Ayas melepas pelukan nya
"hah hah kamu memeluk ku dengan erat hah hah" ucap April dengan ngos ngosan
"maaf,"
Ayas menatap April dari mata hidung lalu ke bibir, bibir pink merona milik April, kedua tangan nya menangkup wajah April dan mendekatkan nya ke wajah nya mengecup bibir merona itu, April memandang nya saat ciuman itu terlepas, dan sekali lagi Ayas mencium nya namun ciuman yang sangat lama April mulai memejamkan matanya menikmati ciuman itu, mereka saling membalas ciuman hingga tubuh mereka menempel sangat dekat tangan April yang mulai menjambak rambut Ayas membuat Ayas sangat menikmati ciuman yang mulai saling menuntut, Ayas mengeratkan pelukan nya dan membuat April membalas pelukan itu dengan erat hingga mereka merasa ke habisan nafas barulah melepaskan ciuman itu.
__ADS_1
"hah hah, Ayas apa kamu sungguh ingin membuat ku kehabisan nafas" kata April
"sayang aku juga kehabisan nafas hehe tapi kamu menikmati nya sayang, sebaik nya kita menikah secepatnya sebelum kebabalasan" bisik Ayas di telinga April
April hanya tersenyum dan memeluk Ayas.
"tunggu aku belum memaafkan mu loh" kata April
"loh kok gitu," bingung Ayas
"iya dong emang gampang apa dapat maaf dari aku" kata April
"kan udah kiss sayang kok belum di maafin"
"tadi aku khilaf, sudah aku mau balik sama ayah bunda"
"tidak boleh aku antar kamu pulang"
"ets no no no... kamu harus di hukum dulu, aku pulang sayang mau mikirin hukuman apa yang pantas buat kamu, bye sayang"
April pun berlalu pergi meninggalkan Ayas yang terpaku mendengar perkataan April
sayang ternyata selama ini aku memang jatuh cinta padamu bukan perlakuan mu yang membuat ku ingat akan Akas tetapi karna selama ini yang ada di ingatan ku memang ternyata adalah kamu Ayas bukan Akas, Akas maafkan aku, aku harap kamu bahagia di sana aku doakan kamu tenang di alam sana aku memang pernah mencintaimu tapi tidak bisa di pungkiri bahwa ternyata selama ini yang membuatku nyaman adalah Ayas, sungguh maafkan aku Akas, aku juga berterima kasih padamu kedekatan ku dengan Ayas juga termasuk campur tangan darimu, sekali lagi maafkan aku, orang yang pernah berada di hati ku Akas "batin April"
"hukuman aah, tidak masalah aku pikir dia akan marah besar padaku hem aku mencintai mu sayang" gumam Ayas
Akas kakak harap kamu merestui hubungan kami semoga kamu tenang di alam sana "batin Ayas"
April telah tiba di ruang tamu dan di susul oleh Ayas
"ah ni dia orang nya, gimana sayang kamu balik sama ayah bunda atau di antar sama Ayas" kata Sabi
"sama Ayah bunda saja, Ayas pasti lelah jika harus bolak balik bun" kata April sambil tersenyum ke bunda nya
"kalau begitu Hadi kami permisi dulu," kata Ardi
"ya ya hati hati di jalan" kata Hadi
"sering sering mampir ke sini ya sayang" kata Ayka mengelus pucuk kepala April
"iya bunda April pamit yaa" melirik ke Ayas dengan senyum usilnya
hah ****** kamu Yas siap siap saja dapat hukuman besok "batin Ayas"
tunggu saja hukuman dariku sayang "batin April"
__ADS_1
**hay hay jangan lupa like, vote, and komen nya guys, supaya aku semangat nulis nya minta saran juga loh
mampir juga ke CEO CANTI NYASAR JADI OFFICE 😘😘**