Ternyata Hanya Dia

Ternyata Hanya Dia
makan malam lagi


__ADS_3

Makan malam yang di tunggu tunggu pun akhir nya tiba, keluarga Ardiansyah telah sampai di kediaman Keluarga Ayas, April tidak datang bersama mereka karna dia memutuskan untuk datang bersama Ayas, kedatangan mereka di sambut hangat oleh Hadi dan Ayka.


"wah akhirnya yang ditunggu tunggu datang juga" sambut Hadi


"ah iya biasa jalanan macet apa lagi malam minggu begini pasti jalan penuh dengan muda mudi yang lagi malam mingguan" kata Ardi


"ah silahkan masuk, kita tinggal menunggu Ayas dan April" kata Suka sambil menggandeng Sabi masuk ke rumah nya


"wah kediaman mu juga sangat nyaman, dan sangat megah" kata Sabi


"ah bunda Sabi, biasa saja anggap rumah sendiri yaa jangan sungkan, aku sangat berharap kita bisa menjadi keluarga nanti" kata Ayka


"yaa itu juga harapan ku"kata Sabi


Hadi dan Ardi hanya tersenyum mendengar percakpan istri mereka


di perjalanan...


Ayas dan April masih terjebak macet, dan April sudah sngat merasa bosan


"Ayas apa kita bisa tepat waktu, sampai nya" kata April


"sabar sayang, bunda sama ayah pasti ngerti kok ini malam minggu wajar lah macet," kata Ayas sambil mengusap pucuk kepala April


"heem tapi aku sudah lapar,"kata April


"ah akhir nya!! sabar ya sayang kita jalan sekarang," kata Ayas


"hem udah lampu hijau yaa,huh akhirnya" lega April


kruuuk kruuuk suara perut April


Ayas dan April saling memandang


"he he, laper..." kata April cengengesan


"iya sayang 5 menit lagi sampai kok, nah tuh pagar nya dah kelihatan" kata Ayas


April pun tersenyum senang karna dia memang sudah sangat lapar.


mereka telah sampai di halaman rumah Ayas, Ayas turun terlebih dahulu ingin membukakan pintu untuk Apri lah si empunya malah keluar lebih dulu.


"yaa sayang kok nggak nunggu aku bukain pintu sih" kata Ayas


"kelamaan sayang aku lapar" kata April dan langsung menggandeng tangan Ayas untuk masuk ke dalam rumah


Ayas sangat senang dan tersenyum bahagia melihat tingkah April.


"malam Ayah bunda malam tante om" sapa April


"malam bunda bunda ku yang cantik, malam ayah" sapa Ayas


"hah kalian lama" kata Ayka


"iya bunda kan lagi macet" kata Ayas


"sudah sudah, kita mau ngobrol atau mau makan sih" kata Hadi


ha ha ha Ardi dan Sabi hanya tertawa mendengar percakapan mereka


"iya bunda kita makan sekarang soalnya ada yang lagi lap.. emp.. (belum juga selesai mulut nya sudah di bekap April)

__ADS_1


"he he iya bunda kita makan sekarang" kata April


"sayang apa dan sih kamu kok mulut Ayas di bekap begitu" kata Sabi


"ya sudah ayo" kata Ayka sambil tersenyum


mereka akhir nya makan malam bersama namun tidak seperti kebiasaan Ardi dan keluarga nya yang biasa akan ada obrolan di sela sela makan mereka.


dan makan malam pun selesai, Suka dan Hadi mengajak yang lain nya berkumpul di ruang keluarga, niat nya sih mau ngomong tentang perkembangan hubungan Ayas dan April.


ruang keluarga rumah Ayas


"ekhem Yas, April apa kalian tau k3napa Ayah dan ayah Ardi mengadakan makan malam ini" kata Hadi


"tidak yah, emang dalam rangka apa" kata Ayas"


"aku pikir kan cuma makan malam biasa kan yah, om" kata April


"bukan nya kalian sedang menjalin hubungan" kata Ardi


"ah bunda nih pasti" gumam April melirik bunda nya


"hais bunda comel banget sih" gumam Ayas melirik ke bunda nya sedang kan sang bunda santai saja


"kenapa kalian malah melirik ke arah bunda" jawab Sabi dan Ayka bersamaan


ha ha ha ha... ruangan itu seketika di penuhi tawa mereka.


"dengar nak Ayah dan Ayah Ardi sangat ingin kalau kalian bisa ke jenjang selanjut nya, jika memang kalian sudah meresmikan hubungan kalian maka kami semua bisa tenang" kata Hadi


"iya sayang, lagi pula kalian sudah dewasa untuk berpacaran itu terlalu lama," kata Ardi


"terlalu lama buat nimang cucu" sambar Sabi


"gimana Pril kamu mau kan nak meresmikan hubungan kalian" kata Ayka penuh harap


"emm April siap ko tante" kata April sambil tersenyum


"kamu serius sayang, nggak bercanda kan" kata Ayas tak percaya


"iya serius sayang" kata April sambil mencubit kedua pipi Ayas


mereka bersikap mesra dan seketika mereka lupa bahwa kedua orang tua mereka ada di sana menyaksikan mereka.


"ekhem," ekhem" deheman Ardi dan Hadi menyadarkan mereka


sontak wajah april bersemu Karana lupa bahwa di sini mereka tidak hanya berdua


aduh apaan sih malu malu in saja apa kata om fan tante calon mantu nya centil ahh "batin April"


sementara Ayas hanya tersenyum senyum masih tak percaya April telah setuju bertunangan dengan nya


"sejauh apa hubungan kalian seperti nya kalian sudah memiliki panggilan sayang" ledek Sabi


"hemm seperti nya kita ketinggalan banyak den bun" kata Ayka


"sudah sudah kalian ini bisa nya hanya menggoda anak kalian" kata Hadi


"kalau begitu kapan kita mengadakan pertunangan" kata Ardi


"minggu depan saja, bukan nya lebih cepat lebih baik" kata Hadi

__ADS_1


"tidak bisa Ayah" kata Ayas


"loh kenapa" kata Hadi


"iya om soal nya minggu depan itu pertunangan Dion sama Dian om" kata April


"tunggu enggak enak deh bunda dengar nya kamu panggil kami Ayah sama bunda dong itu baru enak di dengar, kan Ayas sudah panggil ayah bunda ke ayah bunda mu sayang" kata Ayka


"ah baik bunda" kata April


"kalau gitu kapan dong giliran kalian" kata Sabi


"gimana kalau setelah April ngada'in fashion show nya" kata Ayas


"boleh juga" kata April


"bagaimana Ayah bunda apa kalian setuju" tanya April lagi


"ya sudah terserah kalian deh, kita sebagai orang tua hanya bisa mendukung keputusan kalian" kata Ardi


"baiklah jika kalian sepakat kami juga sepakat" kata Hadi


"akhirnya kita jadi besan bun" kata Ayka


"ha kita jadi tidak perlu menghindari ibu ibu remong bunda" kata Sabi


mereka pun tos layak nya anak anak, padahal udah pada tuir, Hadi dan Ardi menggelengkan kepala melihat tingkah istriereka yang seperti anak anak itu.


Ayas dan April meninggalkan orang tua mereka di ruang keluarga tersebut, dan pergi ke yaman depan rumah Ayas


"sayang terimakasih karna telahbsetuju dengan pertunangan ini' kata Ayas


"hey, memang nya kamu mau kita pacaran di usia segini" kata April


ayas hanya tersenyum mendengar perkataan April, Ayas pun memeluk April dengan sangat lembut dan mengecup kening April berulang ulang,


"aku janji sayang akan membuatmu bahagia sampai kita menua nanti" kata Ayas dengan April yang masih dalam pelukan nya


"janji"


"iya sayang janji" kata Ayas


"aku boleh tanya sesuatu" kata April


"boleh dong" masih memeluk April


"waktu itu kamu bilang kalau kamu jatuh cinta padaku sejak SMA, ***3h aku tau apa kita pernah bertemu," kata April dan mendongakkan kepala nya menatap Ayas


Ayas menatap April dengan sendu


apa aku harus mengatakan yang sejujur nya apakah dia akan menerima nya "batin Ayas"


"apa kau berjanji akan memaafkan kan ku" kata Ayas.


"apa kau melakukan kesalahan" tanya April penuh selidik.


***hay hay hay


mana like nya sobat, komen yaa biar aku semangat nulis nya dan jangan lupa vote nya hehe


mampir di novel baru aku juga ya CEO CANTIK NYASAR JADI OFFICE***

__ADS_1



__ADS_2