
"aku percaya sepenuh nya pada mu sayang" kata April yang kini telah meneteskan air mata nya
April memegang pipi Ayas yang telah di tampar ayah Hadi..
"sayang maafkan aku aku sungguh tidak berdaya" kata April yang kini tertunduk tak menatap Ayas
Ayas memeluk April sangat erat dia meneteskan air mata tapi air mata bahagia karna wanita nya ternyata sangat percaya padanya
"sayang katakan ada apa sebenar nya, jika memang kamu tidak mempercayai foto itu lalu kenapa membatalkan pertunangan kita hem"
"wanita itu sangat licik Ayas dia mengancam akan mempublikasikan foto foto itu...
flashback on
dua hari setelah April mendapatkan foto itu, April tau bahwa foto itu adalah rekayasa, dia berinisiatif menemui Mona,
"apa yang kamu inginkan apa kamu pikir trik murahan seperti ini bisa menghancurkan hubungan ku dengan Ayas," kata April yang sedang berhadapan dengan Mona di sebuah Cafe..
hem gadis ini ternyata tidak mudah di tipu ya batin Mona
"hm itu tidak masalah jika tidak bisa membuat mu menyerah, tapi aku lebih dulu mencintai nya, dan kamu adalah perusak nya, aku akan pastikan kamu menyerah"
"heh coba saja"
"oh ya apa kamu yakin aku memiliki banyak salinan foto itu, siapa yang akan percya jika tidak terjadi sesuatu antara aku dan Ayas di dalam hotel itu..
April mengepalkan tangan nya menahan emosi yang ingin sekali dia luapkan selama 2 hari ini
"oow aku takut... haha apa kamu menyerah sekarang, haha batalkan pertunangan mu maka aku akan menyimpan rapat rapat foto foto itu, dan jika kamu menipuku, aku pasti akan mengetahui nya, em papa mu punya riwayat penyakit jantung bukan, dan satu lagi mamanya Ayas juga kan aha sangat seru jika mereka terserang..
Plakk.. tutup mulut mu wanita murahan,
"haha pastikan saja pertunangan mu di batalkan (memehang pipi nya) atau kamu akan melihat keluarga mu di rumah sakit" kata Mona lalu pergi begitu saja meninggalkan April
Flashback off
"yaa dia selalu mengawasi ku, dan setelah memastikan pertunangan kita di batalkan barulah dia menyingkirkan mata mata nya, aku minta maaf sayang, aku juga tersiksa jauh dari mu"
"seharusnya kamu bicara padaku sayang...
"Ayas dengarkan aku dia menyadap ponsel ku, aku tidak tau sejak kapan hanya di dalam rumah ini saja yang aman, dia bekerja sama dengan orang lain aku tidak tau siapa tapi seperti nya orang itu hanya memanfat kan nya Mona hanya pion, sayang sasaran nya adalah kamu, kamu harus hati hati, orang ini mungkin memiliki dendam dengan mu, apa kah kamu memiliki musuh"
"seingat ku aku tidak memiliki musuh, mungkin hanya lawan bisnis, tapi mulai sekarang kamu harus berbagi dengan ku okey jangan menyimpan nya sendiri, aku pasti akan mencari tau dalang di balik semua ini, kamu tenang okey"
"ya dan kita masih harus melanjutkan sandiwara ini,"
__ADS_1
"lalu bagaimana dengan ayah dan bunda kita"
"biarkan saja itu akan lebih baik jika mereka tidak tau, maka mereka tidak akan terlibat" kata April
mereka tak menyadari bahwa sahabat mereka berada di sana
"lalu bagaimana dengan kami" kata Dion
"ya apa kalian sudah melupakan sahabat kalian ini" tambah Adi
"sepertinya kita memang tak di butuhkan lagi" kata Dian
"aku.. aku..aku...( bingung mau dialok apa untuk Ayu)
"hey kalian adalah sahabat terbaik kami" kata April
"kalau begitu maru kita ikuti permainan mereka" kata Ayas
"huuft akhir nya" Ayu bernafas lega
"akhir nya apa Yu" tanya April
"aku kira pertunangan mu benar benar batal,hiks hiks aku sangat takut, karna aku juga tidak akan bertunangan dengan Adi jika pertunangan mu batal" kata Ayu
"ya aku tidak mengerti dengan kalian bertiga" kata Adi
"ya Dian juga akan membatalkan pertunangan kami jika kalian tidak jadi bertunagan itu sebabnya kami berdua pasti akan membantu kalian demi masa depan kami" tambah Dion
"aku akan Pastika kalian berdua akan tetap menikah, begitupun dengan ku" kata Ayas
"ekhem.. jadi apa rencana kita sekarang, aku sama Ayu dari hotel tempat ayas membawa Mona tapi Mona tidak menginap di sana lagi, apa kalian tau alamat Mona sebelum nya" tanya Dian
"kami juga kurang tau" kata Adi
"tunggu dia kan bekerja di kantor ku, bagaimana jika di mulai dari sana,"
"oke mari kita mulai dari sana" kata Ayas
"ah tunggu tunggu ini pertama kali nya aku berakting aku gugup" kata Ayu
"sayang kamu apa apaan sih, kita itu mau menumpas kejahatan jadi harus total tidak perlu gugup kamu kan model"
"ya aku model bukan artis, aku hanya berlenggok di karpet merah bukan akting" kata Ayu
"ah sudah sudah mending kalian pulang sekarang sebelum ayah dan bunda datang" pinta April
__ADS_1
"okelah, sayang kita kencan saja dulu" kata Adi sambil menarik tangan Ayu
"Ah Adi apa yang kamu lakukan siapa juga yang mau kencan hah"
"sayang kita juga ya" bujuk Dion kepada Dian
"iih ngikut ngikut aja tidak punya ide lain apa" kata Dian
"ada sih tapi kita kan belum nikah sayang" kata Dion
"aahh Dion mesum" mereka pun akhir nya pergi juga dengan pasangan masing masing
Kini hanya tinggal Ayas dan April
"Sayang kita pergi ke kamar kamu dulu" ajak Ayas
"hah mau apa,"
"sayang aku sangat merindukan mu apa kamu tidak hem" bisik Ayas
" Ayas...." April berlari menuju ke kamar nya denga wajah nya yang memerah
tentu tidak bisa di pungkiri, April juga sangat merindukan Ayas
Ayas mengikuti April ke dalam kamar nya, dan memeluk April dari belakang Ayas meniup tengkuk April lalu tersenyum melihat April yang hanya memejamkan matanya, lalu membalik tubuh April agar menghadap padanya mereka kini saling menatap, tersirat rasa rindu di setiap pandangan mata mereka Ayas memeluk April dengan sangat erat begitupun April memeluk nya, April mendongakkan wajah nya menatap Ayas..
"sayang maafkan aku karena mengabaikan mu"
"kamu harus menebus nya sayang"
"menebusnya tidak cukup kah hanya dengan meminta maaf"
"tidak aku sangat tersiksa karna itu, apa kamu melihat lingkaran hitam di bawah mata ku ini, itu semua karna memikirkan kamu sayang"
" okey bagaimana caraku menebus nya"
"tentu saja dengan ciuman. jika saja kita sudah menikah maka aku pasti akan memakan mu sebagai tebusan nya"
"AYAAAS.. kamu ketularan mesum nya Dion deh"
"Dion punya milik nya sendiri sayang, dan aku punya kamu"
Ayas menangkup pipi April dengan ke dua tangan tangan nya, dan mengecup nya berulang ulang seperti biasa namun semakin lama ciuman nya bukan hanya beberapa kecupan namun ******* nya sedikit demi sedikit sampai akhirnya April membalas saling ******* kini bukan hanya kecupan bertubi tubi tapi di iringi dengan ******* yang lembut tangan Ayas kini telah berpindah ke pinggang April begitu pun kedua tangan April yang kini telah berada di tengkuk Ayas, semakin lama langkah kaki April mundur perlahan karna dorongngan dari Ayas hingga membuat mereka terjatuh di atas ranjang April dengan posisi Ayas yang berada di atas tubuh April kini mereka kembali saling memandang..
Aku tidak tau mau lanjutin kaya apa berapa kali pun aku belajar nulis yang romantis" gitu tetap saja ngebleng nggak paham sih soalnya😌😌🤔
__ADS_1