Ternyata Hanya Dia

Ternyata Hanya Dia
Rumah April


__ADS_3


setelah sampai rumah April bergegas turun dari mobil yaa karna ini sudah lewat dari batas waktu yang di berikan sang ayah


dengan mengendap endap seperti maling yang takut ketangkap April masuk ke dalam rumah


"ekheem" Ardi berdeham


jeduar... seketika suara itu seperti petir di telinga April


"hehehe (dia nyengir) emm ayah lagi apa di situ" tanya April pura pura santai


"lah bukan nya ayah yang harusnya tanya ya kamu dari mana saja ini sudah lewat dari____(sedang menghitung berapa menit lewatnya) 39 menit, kamu telat pulang rumah? dari mana?


"singgah di taman yah keasyikan bareng Dian dan Ayu lupa waktu kan cuma telat setengah jam yah"


"lebih 9 menit" bantah Ardi


"Sudah sudah anak baru pulang juga di omelin apaan sih, udah sayang gih pergi mandi sana asem tau bau nya" kata Sabi


"uuh makasih bunda saaayaaang bunda love you muach"


April nyengir ke arah ayah nya yang tidak berkutik di depan sang bunda


sampai di dalam kamar April meraba bibirnya, dia sering berciuman sama Akas tapi kok rasanya beda kali ini ya kali ini lebih lembut dan tidak me maksa seperti biasanya fikir April


"ah sudah lah toh ini kan Akas, sering berubah mood nya" gumam April


setelah lelah berfikir April pun pergi ke kamar mandi buat membersihkan badan nya yang sudah lengket

__ADS_1


dia kembali merabah bibirnya dengan jarinya dan kembali mengingat momen itu dia tersenyum malu,


lalu kembali berfikir lagi "apa nya yang beda sih kan orang nya sama


tapi!! rasanya memang beda cuman___ aakh.. tau aku mau tidur saja" gumam April


setelah selesai dengan ritual mandinya April menuju ke ruang ganti yang ukuran nya sebelas duabelas dengan ruang tidur nya dia memakai baju tidur dan turun ke ruang makan untuk makan malam


keluarga April berbeda, mereka memang kaya raya tapi tidak seperti keluarga kaya lain nya yang menganut aturan harus fokus di meja makan


mereka berbeda justru mereka akan ngobrol dengan harmonis di meja makan karna hanya pada saat itu lah seluruh keluarga berkumpul


April sedang menuruni tangga


"sayang udah selesai ritual nya" kata Sabi (menyambut dengan senyum)


malam ayah" sapa April


"heem duduk" perintah Ardi


April duduk di meja makan dengan anggun


mereka pun duduk bersiap untuk makan


Sabiah memulai percakapan seperti biasa


"sayang kamu (berhenti sejenak melirik ke arah suaminya) udah punya pacar yaa" tanya Sabi


sontak pertanyaan itu berhasil membuat April tersedak dan mata sang ayah yang sedang melotot pada nya

__ADS_1


"uhuk uhuk (meminum air yang di berikan bunda) "bunda apaan sih" (sambil melirik sang ayah) "bunda kan tau sendiri ayah tidak memberi ijin"


"baguslah kalau kamu masih ingat pesan ayah kalau sampai kamu melanggar ayah kirim kamu ke desa sama omah dan opah" ancam Ardi


sontak april merinding di buatnya pasalnya tempat omah sama opah tuh sunyi banget kaya tidak ada kehidupan tidak kebayang April kalau tinggal di sana


"iyah ayah"


"emmm yah' bunda kira kamu sudah punya pacar" (raut wajah kecewa)


april hanya tersenyum melihat tingkah bunda nya


kalau sampai ayah tau aku pacaran sama Akas bisa ****** aku!! aku tidak mau di kirim ke desa tidaaak!! (batin April)


setelah salesai makan malam April kembali ke kamarnya


"bunda ayah april balik ke kamar dulu yaa selamat malam ayah bunda"


"selamat malam sayang"


di angguki oleh ayah nya yang duduk di samping bunda


💓💓💓💓💓


happy reading guys


jangan lupa like komen n vote nya ya


💋💋💋

__ADS_1


__ADS_2