Ternyata Hanya Dia

Ternyata Hanya Dia
pendekatan


__ADS_3

Assalamu alaikum


hay hay haay


kita lanjut lagi yaa


happy reading.....🐈🐈🐈


******


Beberapa hari setelah pertemuan mereka, Ayas sering menghubungi April yaa sekedar basa basi menanyakan kabar April ataupun janjian makan siang bersama


Ayas tak ingin buru" mendekati April karna takut nya April masih melihat dia sebagai Akas yaa apa boleh buat mereka kembar,


Ayas ingin mendekati April sebagai dirinya sendiri, dia ingin membuat April melepas bayang" Akas dan jatuh cinta pada nya Ayas, bukan sebagai Akas seperti dulu, itulah sebab nya dia mendekati nya secara perlahan.


April tak pernah merasa terganggu dengan apa yang dilakukan Ayas,


menghubungi nya setiap hari walau pun hanya sekedar bertanya tentang kabar nya dan meminta untuk pergi makan siang bersama, dia justru senang mendapat perhatian dari Ayas.


siang itu Ayas menghubungi April yaa seperti biasa ingin mengajak April makan siang yaa tentu saja di resto Adi tempat itu sudah menjadi tempat rutin yang harus mereka kunjungi pasal nya Adi belum mendapatkan koki yang handal untuk mendampingi nya di resto itu, dia hanya bisa berkumpul dengan sahabat nya di Resto nya sendiri, karna tidak memiliki waktu untuk berkumpul di tempat lain.


Ayas menelfon April...


drrrrt.. drrrt..


April melihat nama yang tertera di ponsel nya, dan menjawab panggilan itu


"hallo Yas...


"hallo Pril... kamu sudah makan siang...


"belum ini baru mau berangkat bareng Dian...


yaa seperti biasa Dian selalu datang ke butik April untuk pergi makan bareng..


"emm gimana kalau kita makan di resto Adi saja, biar aku ajak Dion juga kan di situ ada Dian... gimana... (berharap) aku yang traktir deh..


"ya sudah kita ketemu di resto Adi saja..


April tersenyum mengiyakan ajakan Ayas


tut tut...


panggilan terputus, dan di sebrang sana Ayas senang bukan main karna ini pertemuan nya dengan April yang kesekian kali nya dan April sama sekali tidak menolak ajakan nya.



"ekheem cie... kenapa tuh senyum senyum sendiri" tanya Dian


"eh.. apaan sih___"kita makan di resto Adi yuk... ajak Aprik ke Dian


"hah di sana lagi..."


"iya... ayo Ayas yang traktir...


"huuft yaa mau gimana lagi..


asalkan nona bahagia up to you deh


"dengan terpaksa Dian ikut sebenar nya dia malas banget makan di resto Adi yaa bukan karna makanan nya tapi sudah pasti di mana ada Ayas dan Adi pasti Dion juga ada 'hah dia selalu deg deg kan kalau ada Dion di tambah lagi saat Dion tak henti"nya menatap nya


*****


di sana Ayas menghubungi Dion untuk pergi ke resto Adi untuk makan siang, Dion meng iyakan ajakan Ayas..


Ayas: hallo Di...


Dion: hallo Yas..


Ayas: kita makan siang di resto Adi ya..


Dion: iya.. gue ke sana...


panggilan terputus..


Ayas bergegas pergi, dia ingin sampai lebih dulu agar bisa menyambut kedatangan April di sana.


April dan Dian telah tiba di resto dan sesuai rencana Ayas dia telah sampai lebih dulu,


Ayas melambaikan tangan nya kepada April dan Dian, mereka pun menuju ke arah Ayas dan duduk di meja yang sama, Dian merasa lega karna di sana tidak ada Dion padahal Dion cuman telat.. hehe



"hay.." sapa Ayas


"hay Yas hay Adi" sapa April yang di sana juga sudah ada Adi

__ADS_1


"hay Pril hay Di" sapa Adi


"hay... Dian menyapa


Adi memperhatikan Dian yang seperti mencari sesuatu lebih tepat nya Dian sedang memastikan bahwa Dion bener tidak ada



"sabar neng bentar lagi orang datang kok" ledek Adi ke Dian yang sedari tadi seperti bolak balik memandang ke sekeliling nya



"hah apa... aku tidak kok..." elak Dian


"ah.. massa.. tadi saja kata nya malas makan di sini, eh malah nyari'in


" kata April menggoda Dian


"apaan sih... sok tau deh..." kata Dian


April tertawa melihat wajah malu Dian karna ini pertama kalinya sahabat nya ini di dekati seorang pria


"iyaa mungkin saja Dion lagi kejebak macet sabar ya Di..." kini Ayas ikut menjahili Dian


Ayas, April dan Adi tertawa karna sudah berhasil membuat Dian sebal...


"hah.. tu kan apa aku bilang aku pasti jadi bulan bulanan mereka kan (gumam Dian dalam hati)


"oh iya aku sudah pesan sesuai yang kalian suka ok, semoga kalian suka dengan sajian dari restoran kami...


(berdiri dan membungkuk kan setengah badan nya ala pelayan istana, Adi mulai usil lagi dengan sahabat" nya)


dan itu berhasil membuat semuanya tertawa bahagia melihat tingkah Adi.


tak lama kemudian Dion pun datang...


dan duduk di samping Dian yaa Ayas memilih mejah panjang yang di kelilingi 6 kursi.


"wah gue ketinggalan nih...


sorry soal nya jalanan macet..",kata Dion


"em tidak masalah tuh cuman ada yang lagi bete karna lo telat "kata Adi lalu melirik Dian


Dian hanya mempelototi Adi, Adi hanya mengangkat ke dua bahunya tidak merasa bersalah sama sekali,


"oh yaa.. Dion tersenyum dan melirik ke arah Dian



Dian melihat itu dan seketika jantung nya serasa mau loncat


deg... deg...


"hah jantung ku kok kayak mau copot aah ada apa sih..( bisik nya dalam hati)


Makanan pun tiba...


mereka menyantap makanan mereka masing masing, seperti sudah terbiasa mereka mengobrol sambil makan.


"bagaimana ladies and gentleman apa kalian puas dengan hidangan dari restoran kami..."tanya Adi


(seperti biasa jiwa usil nya kumat lagi)


"nggak... enak" kata Dian singkat


"hah apa nya yang kurang wah parah nih... pasti ada kesalahan masa sih nggak enak" panik Adi


"ha ha... emang enak di kerjain...


dasar... usil..." ledek Dian


Dion tersenyum melihat tingkah Dian yang membalas keusila Adi..


"hah... saking terkejut nya Adi tidak bisa menutup mulut nya


"Gimana rasa nya di usilin "kata Ayas dan menepuk pundak Adi


akhirnya Adi tersadar pasal nya dia akan panik kalau ada yang bilang masakan nya tidak enak atau ada ke kurangan dia pasti akan panik dan kalang kabut karna dia tidak mau gagal dalam menyuguhkan hidangan buatan nya.


mereka kembali tertawa bersama...


setelah menghabiskan makanan mereka, tibalah waktu nya untuk kembali ke aktifitas mereka masing"


namun sebelum jam kerja mereka di mulai mereka menyempatkan diri untuk berbincang sebentar...


"emm Pril apa aku boleh berkunjung ke rumah kamu lagi jika akhir pekan..."Ayas bertanya dan agak sedikit gugup

__ADS_1


"he he kenapa tidak Yas, kamu kan sudah pernah ke rumah sebelum nya " Kata April lalu tersenyum pada Ayas


"okey kalau begitu aku akan ke rumah kamu hari minggu..."kata Ayas sambil tersenyum


"boleh..." kata April dengan tersenyum kepada Ayas


Tempat lain....


Setelah selesai makan Dian ingin segera beranjak dari duduk nya namun di cegat oleh Dion yang berada di samping nya


"tunggu.... " Dion memegang tangan Dian


Dian menoleh ke arah Dion


"apa..." singkat Dian


"kenapa kamu tudak pernah balas chat aku kamu juga tidak pernah angkat telfon aku..." tanya Dion


"aku sibuk..." kata Dian


"oh kamu sibuk atau kamu hanya menghindari aku..." tanya Dion dengan tatapan sendu pada Dian


"bukaan... bukan itu aku cuman sibuk saja lagi banyak pasien.." Dian mencoba menghindari tatapan mata Dion)


"kamu yakin___ Di aku bersedia menunggu kamu, aku tau kamu belum yakin sama aku mungkin kamu merasa belum mengenal aku lebih jauh, makanya Di aku mohon jangan abaikan aku lagi... "kata Dion sambil menatap Dian


"Di maaf sebelum nya aku tidak tau apa yang aku rasakan sekarang karna jujur aku tidak pernah dekat sama laki laki selain ayah ku dan aku hanya memiliki kedua sahabat aku April dan Ayu, maaf... jika kamu merasa aku mengabaikan mu, tapi bukan itu maksud aku, aku hanya tidak tau apa yang harus aku lakukan maaf..." kata Dian menjelaskan


"sstt tidak perlu minta maaf kamu tidak salah mungkin aku yang terburu buru...


apa kamu mau kalau kita memulai nya dari teman..." kata Dion


Dian tersenyum dan mengangguk...


Dion senang dengan jawaban Dian...


Adi yang melihat ke dua sahabat nya yang sedang asik mengobrol dengan pasangan nya lantas pergi meninggalkan kedua nya.


Ayas melihat Adi ingin pergi...


"loh kamu mau ke mana Ad" tanya Ayas


"mau masak tidak mau jadi anti nyamuk..."kata Adi dan berlalu pergi meninggalkan kedua sahabat nya itu


" oh ya Pril kamu naik mobil siapa ke sini.." tanya Ayas


"oh aku naik mobil Dian..., kenapa memang nya" tanya April


"bagai mana kalau aku yang antar kamu balik ke butik kamu" ajak Ayas


"ah kayak tidak deh soal nya aku mau ke kantor ayah dulu..." kata April


" maksud kamu tuan Ardi..."


"iya...


" ya itu lebih bagus lagi kebetulan aku mau ke kantor tuan Ardi untuk membahas kerja sama baru kami...


"oh yaa!! ya sudah... aku bareng kamu saja" kata April


yes berhasil (girang Ayas dalam hati)


"Di..." panggil April ke Dian


"yaa" (Dian dan Dion menjawab bersama lalu mereka saling menatap dan tertawa, Ayas dan April pun ikut tertawa)


"sudah ah... oh ya Di aku ke kantor ayah bareng Ayas saja ya kamu balik sendiri ke rumah sakit tidak apa kan" kata April


"tidak apa ya sudah aku di luan ya bye.." pamit Dian


"bye Di.."


akhirnya mereka pun meninggalkan restoran Adi.


******


hahh akhirnya....


jangan lupa ya guys


like


vote


bintang


N komen serta saran dan kritik nya ya

__ADS_1


__ADS_2