Ternyata Hanya Dia

Ternyata Hanya Dia
pertemuan keluarga


__ADS_3

assalamu alaikum


happy reading ya... guys


😘😘😘


*****



Keesokan hari nya sesuai yang di rencanakan kedua orang tua April dan Ayas mereka ingin mempertemukan keduanya nya,


mereka bahkan tidak memberitahukan kepada keduanya nya tentang rencana mereka.


ya mereka merencanakan makan siang keluarga, katanya mereka kepada anak masing "


April turun dari kamar menuju ke ruang keluarga dia melihat sang bunda mondar mandir di dapur sibuk memasak berbagai macam masakan tentu nya di bantu asisten rumah tangga nya.


"bunda kok sibuk banget si tidak biasa nya..." tanya April heran


"ya sayang Ayah kamu lagi ngundang keluarga sahabat nya buat makan siang di sini, ya sekedar makan siang keluarga gitu (panik nya "aduh hampir saja keceplosan" batinya)


April mengangguk tanda mengerti..


"berarti bentar lagi dong" kata April


"iya sayang sana gih mandi ganti baju yang cantik ya juga pilih dress yang sopan" kata Sabi


"idih ngapain, itu kan tamu nya Ayah" kata April


"iih kamu tuh ya, tamu ayah kamu itu pengusaha terkenal di Indo dan juga partner bisnis ayah kamu dulu jadi kamu harus tampil cantik buat menghormati mereka ya sayang" pinta Sabu


"iya iya.. ,pasrah deh.." gumam April


Sabiyah tersenyum melihat putri nya...


Akhir nya tamu yang di tunggu" pun datang Sabiyah dan Ardi pun menyambut kedatangan mereka, Hadi dan Ayka masuk terlebih dahulu.

__ADS_1


"selamat datang mari masuk "sapa Sabi dengan lembut dan menggandeng tangan Ayka


"aah anak kamu mana" tanya Sabi


"oh itu lagi parkirin mobil bentar lagi masuk kok" kata Ayka


"Hadi selamat datang mari mari," Ardi mempersilahkan Hadi masuk dan mengajak mereka duduk di ruang keluarga


"yaa ya!! wow.. rumah kamu sejuk banyak pepohnan nya, wah aku juga harus menanam pohon dekat rumah biar sejuk kaya gini" kata Hadi memuji


ha ha ha (mereka tertawa bersama)


setelah beberapa saat Ayas pun masuk ke dalam rumah keluarga Ardi dan berbarengan dengan April yang baru saja keluar menuruni anak tangga dan....


langkah kaki April terhenti begitu pula Ayas, karna terkejut Ayas menjatuhkan kunci mobil yang di pegang nya sontak kedua orang tua mereka berbalik ke arah Ayas dan mengikuti arah pandang Ayas,


mereka berpikir bahwa Ayas sangat terpesona oleh April, yang berhenti di anak tangga itu dan tidak bergerak sedikit pun,


pandangan mata Ayas dan April saling bertemu, tatapan sendu Ayas memenuhi wajah nya ada perasaan rindu yang sangat dalam menatap wajah cantik itu.


April hanya diam terpaku di sana dan sama sekali belum beranjak dari tempatnya ada perasaan bergejolak di hati nya sedih bahagia terkejut semua nya menjadi satu, dan satu lagi perasaan rindu yang teramat dalam


Ayka dan Sabiyah mencoba untuk memecah keheningan.


"Ayas sini duduk, kok bengong, cantik ya "ucapan Ayka kepada anak nya


Ayas hanya tersenyum menanggapi bunda nya.


April terkejut mendengar nama itu.


"Ayas... "gumam April


"kenapa nama nya begitu mirip bukan hanya wajah siapa dia sebenar nya",batin April


"sayang kamu kok di situ terus sini duduk di sini" panggil Sabi pada April


"eem iya bun.." katab April dengan wajah nya tanpa senyum menghampiri bunda nya

__ADS_1


April pun melanjutkan langkah nya menuruni anak tangga dan menuju tempat yang bunda nya tunjuk,


Ayas pun begitu dia duduk di samping bunda nya yang tak lain berada di hadapan April,


mereka duduk saling berhadapan, mata April terus menatap Ayas, Ayas pun memulai percakapan nya


"hai nona kita ketemu lagi..." sapa Ayas pada April


dan orangtua mereka pun terkejut mendengar ucapan Ayas...


"apa jadi kalian udah pernah ketemu..." tanya Hadi


"kaya nya!! sayang kok kamu tudak pernah cerita ke Ayah" tanya Ardi ke April


"hmmm!! tidak sengaja ayah cuman sekali kok " kata April masih dengan wajah tanpa senyum nya


"sayang kamu masih tidak mengenali aku, dan kenapa kamu berubah seperti " batin Ayas


"heem tudak apa apa om nanti juga akan sering ketemu " kata Ayas dengan senyum manis nya


kalimat itu membuat April menatap tajam kepada Ayas, dan Ayas hanya membalas nya dengan senyum, membuat April semakin kesal.


"yaa sudah kita ke meja makan yuk udah laper nih..." ajak Sabi


mereka pun menuju ruang makan dan menikmati makanan mereka dan sesekali mereka berbincang tentang masa muda mereka,


berbeda dengan April dan Ayas yang hanya saling memandang tapi pandangan yang di tunjukkan April adalah sebuah pertanyaan


bayak pertanyaan dan Ayas mengerti dengan tatapan itu dia pun berencana untuk mengatakan kepada April apa hubungan nya dengan Akas.


πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—


jangan lupa yaa guys


likeπŸ‘πŸ‘πŸ‘


voteπŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯

__ADS_1


bintang🌟🌟🌟


dan tentu saja saran kritik n komen ya


__ADS_2