Ternyata Hanya Dia

Ternyata Hanya Dia
tertembak


__ADS_3


Ayas melangkahkan kakinnya dengan cepat menuju kamar yang di tempati Arka menyekap April sebelum Arka datang


Ayas sangat lega karena tidak sulit bagi nya membujuk resepsionis itu dan meminta kunci cadangan kamar Arka


Ayas membuka pintu dan memasuki kamar mencari keberadaan April namun tidak menemukan apapun,


"akh apa dia tidak mebawa April ke sini" Ayas mendengus dan merasa frustasi


dan tak sengaja menendang sebuah lemari di hadapan nya, lemari itu sedikit bergeser Ayas mendekatinnya dan mendorong perlahan dia juga menemukan sebuah kunci namun seprti nya itu bukan kunci sebuah gembok melainkan seperti kunci borgol Ayas mengantongi kunci tersebut mungkin saja nanti berguna pikir Ayas


"apa ini ruangan rahasia," gumam Ayas


dia pun memasuki ruangan tersebut dan sontak saja dia mendapati sebuah pintu lagi di balik lemari itu dan dia pun men coba membuka nya yang ternyata tidak di kunci sama sekali


"ternyata dia tidak secerdik yang ku kira" gumam Ayas lagi


saat memasuki ruangan, Ayas mendapati April yang sedang di borgol di atas ranjang dalam keadaan tak sadarkan diri dan untung nya tubuh gadis itu masih utuh


"April__" panggil Ayas


Arka membius April agar tidak melakukan tindakan yang merugikan dirinya

__ADS_1


"sayang__ hey sayang bangun lah aku di sini" kata Ayas sambil menepuk nepuk pipi April


tak ada respon Ayas pun memilih mencari di mana Arka minyimpan kunci borgol yang melekat di tangan April


dan bersyukur nya dia bahwa kunci borgol yang dia cari ternyata ada di saku nya celanya ya kunci yang dia temukan di dekat lemari


Ayas membuka borgol di tangan April dan membawa gadis nya keluar dengan cepat dari ruangan itu


namun saat kaki nya melangkah keluar dari ruang rahasia milik Arka


Arka sudah lebih dulu masuk dan mendapati keberadaan nya di sana


"hem ternyata kau cerdik juga, bisa menemukan ku dan membawa gadis ku" kata Arka dengan seringai licik nya


"cih gadis mu apa kau sedang bermimpi,hey bung sadar lah" sahut Ayas


"siapa kau berani memintaku melepas nya hah" kata Ayas


"aku__ aku akan menikahi nya, itu artinya aku adalah calon suaminya" sahut Arka


"kau masih bermimpi rupanya" Ayas berusaha mengulur waktu sambil menunggu kedatangan Dion, Adi dan juga polisi


"haha kau tidak akan bisa keluar dari sini hidup-hidup, dan sebaik nya kau lepaskan gadis ku" kata Arka lagi

__ADS_1


"coba saja kau rebut dia dari ku" tantang Ayas


Ayas meletakkan April kembali ke tempat tidur Ayas dan Arka pun berduel di dalam ruangan itu saling bergantian memberikan bogeman dan kini darah segar mengucur keluar dari mulut dan juga hidung kedua nya


di sela-sela pertarungan mereka akhir nya yang di tunggu-tunggu datang juga ya Dion dan Adi bersama dengan beberapa polisi


"jangan bergerak" sahut polisi sambil mencondongkan senjata api kepada keduanya Ayas dan Arka


"pak dia, dia pelaku pembunuhan berantai di daerah kita ini gadis-gadis yang mati mengenaskan itu adalah ulah nya" sahut Dion menunjuk ke arah Arka


"ha ha ha apa kalian pikir kalian bisa menangkap ku hah jangan bermimpi" Arka mencoba kabur namun langkah nya terhenti saat timah panas melesat di kaki nya


doorr__ (anggap saja suara tembakan)


********


oke jangan lupa like n komen ya


author menantikan nya


dan mampir juga ya di novel terbaru Author yang judul nya Inikah Cinta


__ADS_1


dan juga berkunjung di cerita Clara Angga dan Deni๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚



__ADS_2