Ternyata Hanya Dia

Ternyata Hanya Dia
Restoran2


__ADS_3

assalamu alaikum


jangan bosen ya bacanya


semoga kalian suka


😊😊😊


*****


Setelah selesai makan Dian mengangkat tangan lagi agar pelayan datang dan itu berhasil mengalihkan pandangan Adi, Adi melirik ke arah pelayan yang hendak pergi menuju meja Dian, dia memberi tanda ke pelayan agar tidak kesana yaa karna dia sendiri lah yang akan melayani tamu nya itu.



Dion melirik ke arah Adi pandangan mengatakan sesuatu (mau ngapain lo) di balas lirikan jahil dari Adi (lo liat aja bro)


(Author-- mereka pake bahasa isyarat)


Adi pun pergi menghampiri meja di mana Dian duduk..


sontak Dian terkejut kerna seragam yang di kenakan Adi adalah seragam yang biasa di kenakan oleh seorang koki.


"hallo saya Adi "menjulurkan tangan ke arah Dian dan di sambut pula oleh Dian" pemilik resto ini sekaligus chef di sini "dengan senyum nya menyapa"


apakah ada yang kurang dengan makanan nya nona..." tanya Adi


"tidak kok semua nya pas enak" kata Diab


Adi melirik ke arah April dia pun terkesiap melihat gadis itu..


April... (gumam Adi)



dan April melirik ke arah Adi tanpa ekspresi sedikit pun bahkan tak ada senyuman.


Dian pun membayar biil nya...

__ADS_1


"oh ya toilet nya di mana "tanya April ke Adi


"oh di sana " Adi menunjuk ke arah toilet


lalu Adi pun pergi meninggalkan meja Dian dan pergi kembali ke meja yang di duduki kedua sahabat nya


raut wajah Adi terlihat bingung


"gimana kamu udah tau nama nya.." tanya Dion


"eh apa Di" Adi tersadar dari lamunan nya


"kamu kenapa.." tanya Ayas ke Adi


"iya nih kesambet jin lo baru tau rasa" kata Dion


"Yas kayak nya tadu gue liat April di sana" kata Adi


Ayas terkejut dengan per kata'an Adi


"apaa kamu serius!! di mana" tanya Ayas dan lansung berdiri dari duduk nya mencari keberadaan April



pandangan nya tertuju ke arah Ayas yang seperti sedang mencari seseorang


langkah kaki April terhenti jantung nya berdebar sangat kencang bahkan air matanya pun sudah menetes.


pandangan Ayas pun terhenti ketika melihat seorang gadis yang sudah meneteskan air mata nya.


tubuh Ayas pun menegang dia tidak tau harus berbuat apa ingin rasanya dia berlari dan memeluk nya.. tapi...?


"Akas... Akas" April berlari menuju Ayas


Dian pun terkejut melihat April yang berlari menuju seorang pria yang sangat mirip dengan Akas


April berlari ke arah Ayas dan memeluk nya dengan erat "Akas Akas k...kamu masih hidup kamu ma...masih hidup kan hiks hiks "berbicara dengan terbata bata dalam pelukan Ayas dengan berderai air mata

__ADS_1


Ayas tidak membalas pelukan itu meskipun dia sangat merindukan gadis itu, yaa itu karna April menganggap nya sebagai Akas...



"ternyata kamu belum melupakan dia,"batin Ayas, Ayas berusaha tenang "maaf nona anda salah orang...! kata Ayas


April pun tersadar dan mendongak menatap wajah Ayas dengan intens dia pun sadar bahwa dia telah salah mengenali orang perlahan dia melepaskan pelukan nya (hiks hiks) sambil menangis April berlari keluar dari resto tersebut dia meninggalkan segalanya tas kunci mobil dan terutama Dian yang masih mematung.


Dian pun tersadar dan mengambil semua barang barang April lalu menuju ke arah Ayas.


"maaf tuan maafkan sahabat saya dia mungkin berpikir anda adalah kekasih nya, yaa karna wajah anda sangat mirip dengan mantan ya sekali lagi saya minta maaf atas nama sahabat saya" Dian pun beranjak pergi


"tunggu... emm apa kita boleh kenalan" kata Dion


"hah... "Dian terkejut dan langsung pergi menemui April tanpa memperdulikan Dion


Dion mematung padahal biasanya para gadis akan terpesona walaupun hanya melihat wajahnya tapi gadis itu bahkan tidak tersenyum sedikit pun.


"dasar lo nggak liat suasana nya apa" bentak Adi ke Dion


"nama nya juga usah" kata Dion lalu melihat ke arah sahabat nya Ayas


"Ayas kamu baik baik saja kan" tanya Dion


******


Dian menghampiri April yang sedang berjongkok di samping mobil nya sambil menangis karna dia kembali teringat pada Akas.


"Pril.. hey kamu tidak apa apa kan dia bukan Akas tapi orang lain" kata Dian


"hmm ayo kita pulang (menghapus air mata nya) "kamu yang nyetir ya.." kata April meminta Dian membawa mobil nya


"iyaa..."


mereka pun pergi meninggalkan resto.


â˜šī¸â˜šī¸â˜šī¸â˜šī¸â˜šī¸

__ADS_1


hai hai hai


janga lupa ya like vote n komen ya guys


__ADS_2