
Pagi kini menjelang, Ayas dan kedua sahabat nya kini bisa bernafas lega pasal nya Aris memberikan sedikit informasi tentang Arka setelah di beri beberapa bogeman bakpao di sekujur tubuh nya
******
flashback on
dini hari Ayas tiba di apartemen nya dengan penuh amarah, sebelum nya Aris mengatakan bahwa dia tidak mengenal orang yang berhubungan dengan Mona, dengan langkah cepat Ayas memasuki apartemen nya
Ckleekk__ "bagaiman apa dia masih bungkam" sahut Ayas yang baru saja tiba dan menanyakan hasil interogasi sahabat nya kepada Aris
"kau lihat lah sendiri" kata Dion yang kesal sedari tadi dia dan Adi memberikan bakpao gratis sampai mereka lelah namun Aris masih bungkam bahkan mengejek mereka
"potong satu jari nya jika dia masih bungkam" sahut Ayas lagi dan terlihat aura dingin di wajah nya membuat Dion dan Adi menuruti semua pinta Ayas
Dion mengambil sebuah pisau berukuran kecil namun terlihat sangat tajam dari balik saku nya
( bingung ya kenapa ada pisau di saku Dion, tadi habis ngupas buah apel terus lupa simpen balik pisau nya, jadi lah ada di saku nya🤣🤣)
aargk___ ringkih Aris yang kehilangan satu jari kelingking nya
"katakan, di mana Arka menyekap April?? tanya Ayas
hah__ hah__ ugh__ "aku tidak tau sungguh aku tidak tau akh__ " Aris merintih kesakitan
"Dion lakukan!!! pinta Ayas
Dion menggerakkan pisau di tangan nya hendak mengambil satu jari Aris lagi
"tunggu__ tunggu__ aku bisa memberitahu alamat Arka, dia menyimpan semua rahasia nya di dalam berangkat nya mungkin saja di sana ada petunjuk, aku bersumpah hah aku tidak tau dengan rencana nya tentang menculik April, aku berkata jujur" kata Aris
"baiklah!! katakan di mana Alamat nya" tanya Ayas
(Adi diam aja gak ada dialog buat dia)
"apartemen nya berada di jalan SS di lantai 7 nomor 123, sisanya kalian tau sendiri harus apa" kata Aris
"baiklah, kami akan melepas mu, saat kami mendapatkan petunjuk tentang keberadaan April" kata Ayas
"Adi hubungi dokter untuk mengobati luka nya" pinta Ayas ke Adi
"oke bos" sahut Adi
flashback off
******
Ayas dan kedua sahabat nya kini berada di apartemen Arka.
__ADS_1
dengan alasan sebagai asisten Arka, Ayas dengan mudah mendapatkan kunci serep apartemen Arka
mereka mendapatkan satu ruangan yang penuh dengan foto-foto April dan semua yang tersekat dengan April bahkan ada foto April sejak sma di ruangan itu.
"wah Yas dia pengagum berat April loh" kata Adi
"salah dia penguntit, psikopat" sahut Dion
"cari yang benar, kalian masih mau menikah dengan gadis kalian kan" kata Ayas
"tentu saja, aku bela-belain kesana kemari agar kalian bersatu, supaya aku juga bisa melamar gadis ku dengan meriah, dan menikahi nya" sahut Adi
"lihat ini" kata Dion yang menemukan sesuatu, yaitu dokumen berisi tentang rahasia perusahaan nya dengan Ayas dan semua rekan bisnis mereka yang berhubungan
"hem aku, sampai lupa membereskan Doni, baiklah setelah masalah Arka selesai kita bereskan dia" kata Ayas
di sela-sela mereka sibuk mencari sesuatu yang berkaitan dengan penculikan April, tiba-tiba saja Adi menyenggol satu rak yang berisi banyak foto gadis-gadis yang sudah menjadi korban Arka.
foto yang memperlihatkan seorang gadis di ikat dan hanya menggunakan pakaian dalam saja, dengan luka sayatan di seluruh tubuh gadis-gadis itu
dan dari balik foto itu, terlihat jelas lokasi foto itu di ambil, Adi melihat nama hotel yang tertera di handuk yang di gunakan Arka menyumpal mulut gadis-gadis itu, dan semua nya di tempat yang sama
"kalian lihat itu" Adi menunjuk foto itu mengarahkan jari nya tepat di atas tulisan tersebut
"ya kita ke sana," kata Ayas dengan tatapan tajam nya
"Ayas apa Arka akan menyiksa April seperti itu" tanya Dion
"kamu udah gila ya Di sudah tau suasana hati nya buruk, kamu malah nambahin" bisik Adi
"kenapa kalian bisik-bisik, apa kalian sudah menghubungi gadia kalian hah" kata Ayas
"astaga aku lupa Dian pasti panik" sahut Dion
"ah ponsel ku mana" sahut Dion lagi yang mencari-cari keberdan ponsel nya
sementara Adi tengah menunggu sahutan dari sebrang ponsel nya ya siapa lagi kalau bukan Ayu
**hallo Adi kamu di mana gimana apa sudah tau tempat April di sekap? tanya Ayu dari sebrang telfon
**ya sayang kami lagi on the way ke sana, apa Dian masih sama kamu? tanya Adi yang sedari tadi mendapat Isyarat dari Dion
**ya dia masih di sini bersamaku, kami masih ada di butik April" kata Ayu
**gini sayang sebaik nya kalian kembali dan bicara dengan orang tua kita, soal nya dari semalam salah satu dari kita tidak ada yang mengabari mereka, kalian istirahat lah dulu" kata Adi
**tapi apa kita harus jujur kalau April di culik" sahut Ayu
**hem sebaik nya jangan katakan saja Ayas dan April sedang memperbaiki hubungan mereka dan kita semua membantu nya, seperti itu mungkin lebih baik" kata Adi
__ADS_1
**baiklah kalau begitu, kabari kami terus oky" kata Ayu
**oky sayang by love you!! balas Adi
**love you to" sahut Ayu
dan ya panggilan berakhir___
"panjang bener penjelasan kamu Adi, bahkan kau tidak memberi ku kesempatan bicara dengan Dian!! kesal Dion
"maaf lupa, lagi pula kamu udah denger kan Dian tidak bicara apa pun tadi, artinya dia tidak mau bicara dengan mu!! sahut Adi
"sialan kamu?? balas Dion
*******
mereka telah sampai di hotel di mana mereka berharap April ada di sana tepat pukul 11 menjelang siang, dan itu menguntungkan buat mereka karena kemungkinan nya Arka akan keluar untuk membeli makan siang untuk April dan diri nya sendiri, semoga saja dia tidak pesan Delivery
dan lebih bagus nya lagi hotel tersebut bukan lah hotel yang mewah, sehingga tidak begitu sulit bagi mereka memata-mati lokasi itu
mereka telah membagi tugas mereka, Ayas yang stay di lobi sedang ber akting seolah menunggu klien penting di sana, dan tentu nya dengan perlengkapan penyamaran yang sudah mereka siapkan
sedangkan Adi berada di tempat parkir stay di sana, dan Dion yang berada di luar hotel mengamati dari luar sana
dan benar saja Arka kini keluar dari dalam lift hotel tersebut, Ayas telah memberi kode kepada kedua sahabat nya sebelum beraksi di sana.
melihat Arka sudah menghilang dari balik gerbang hotel tersebut Ayas pun menjalankan aksi nya
*****
"permisi nona bisakah anda memberitahu ku sesuatu" Ayas berbicara kepada salah satu resepsionis hotel tersebut
"ya tentu tuan" sahut resepsionis tersebut
"begini pria yang barusan keluar itu adalah sahabatku, aku ingin memberikan kejutan untuk nya, bisakah nona memberikan nomor kamar nya? pinta Ayas
wah tampan nya andai saja aku jadi kekasih nya batin resepsionis ya
"nona__ bagaiman? tanya Ayas lagi
"ah tentu tuan," sahut nya
hem tidak sulit batin Ayas
"em tuan Putra ya dia berada di kamar nomor 115 tuan" kata nya
"oh oke terimakasih nona kau sangat manis" sahut Ayas
"ah tuan bisa saja" sahut si resepsionis
__ADS_1
*******
okey jangan lupa like and komen beserta vote nya okey