Ternyata Hanya Dia

Ternyata Hanya Dia
Kebungkaman April


__ADS_3

selama beberapa hari April tak pernah menerima telfon ataupun sms dari Ayas dengan alasan selalu sibuk karna Fashion show nya..


Diam diam April merubah semua rangkaian acara fashion show dan juga merombak semua tamu undangan, bahkan menghapus acara pertunangan nya dengan Ayas..


Sedangkan di sisi lain Ayas sangat frustasi selama beberapa hari ini April selalu menghindari nya bahkan tidak mengatakan apa pun selain kata sibuk, Ayas bisa mengerti namun lama ke lama'an April terlihat sangat dingin bukan hanya kepada nya tapi dengan ke dua sahabat nya, April biasanya akan berbagi cerita kepada 2 sahabat nya namun kali ini tidak, April juga tidak pernah lagi berkumpul dengan 2 sahabat nya itu, seakan menutup dirinya dari orang luar..


Ayas memutuskan untuk pergi ke rumah April, karena akhir akhir ini sangat sulit bertemu dengan April...


**Rumah April...


ting tung**...


ckleeek.. eh den Ayas, masuk den...


"makasih bi" kata Ayas dan memasuki ruang tamu Ayas melihat Sabi dan Ardi yang sedang berada di ruang keluarga Ayas pun pergi menemui mereka..


"malam ayah bunda" sapa Ayas


"eh Ayas, mau ketemu April ya" tanya Sabi


"em tidak bunda kebetulan Aku mau bicara lebih tepat nya sih bertanya sama bunda dan ayah"


"hem.. maksud kamu apa Yas" tanya Ardi


"iya Yas bunda tidak mengerti"


"begini bunda ayah, aku mau tanya, apa April baik baik saja"


seketika Sabi dan Ardi terdiam sejenak..


"April baik, apa kalian ada masalah" tanya Ardi lagi


"aku juga kurang mengerti ayah, beberapa hari ini April menghindari aku ayah, bahkan dia tidak pernah menerima telfon ku lagi, setiap kali aku ingin mengajak nya bertemu dia selalu beralasan sibuk" kata Ayas dengan wajah sendu nya


"bunda juga merasa begitu akhir akhir ini April sering di rumah hanya mengunjungi butik dan tempat fashion show sebentar lalu pulang, bahkan sering mengabaikan makan nya bunda takut karna dia memiliki riwayat penyakit maag" kata Sabi


"loh kok bunda baru ngomong sekarang" kata Ardi


"ya karna bunda berpikir dia memang sangat sibuk dengan fashion show nya dan juga pertunangan kan"


"sebenar nya apa yang terjadi huuft" gumam Ayas menarik nafas panjang..

__ADS_1


Sabi dan Ardi juga tidak tau harus berbuat apa karna mereka pun jarang bertemu April meskipun satu atap hanya pada saat makan malam saja mereka bertemu itupun April hanya menyantap makan malam nya lalu kembali ke kamar nya tanpa sepata kata pun


tap tap.. suara langkah kaki April yang turun dari lantai atas..


April melihat keberadaan Ayas di sana, sebenar nya sejak Ayas datang April sudah mengetahui nya, namun enggan untuk menemui nya, sekarang pun dia hanya menyapa seadanya saja..


" hay Ayas.. ayah bunda apa kalian tidak ingin makan," kata April dan melangkahkan kaki nya ke meja makan yang sudah tersedia menu makan malam oleh asisten rumahh tangga.


Sabi dan Ardi saling pandang, merasa bingung dengan sikap diam April, namun masih menyembunyikan nya,


"Ayas mari ikut makan malam dengan kami" panggil Ardi


"iya ayah" Ayas pun menuju ke arah meja makan dan menatap wajah gadis nya yang sangat dia rindukan, Ayas terlihat sangat sedih saat April tak menatap nya sama sekali


Dira melihat wajah sendu Ayas, lalu menatap April yang sudah menyantap makan malam nya tanpa menunggu mereka.


sebenar nya apa yang terjadi batin Sabi


"em April bukan nya 2 hari lagi pagelaran fashion show mu dan juga hari pertunangan mu apa semua nya baik baik saja" tanya Sabi


April menghentikan makan nya...


"tunggu sayang makanan mu belum habis" kata Sabi


"sudah kenyang bunda"


"APRIL "panggil Ardi


apa seperti ini caramu memperlakukan kami orang tua mu, dan di sini juga masih ada Ayas tunangan mu" kata Ardi dengan nada sedikit tinggi


"ayah jangan seperti ini" kata Sabi menenangkan Ardi


"April kita belum melakukan fiting baju, untuk pertunangan kita" tanya Ayas


"kenakan apa saja yang ingin kamu kenakan itu tidak jadi masalah Ayas, dan ayah maaf tapi aku masih ada urusan yang belum ku selesaikan, aku permisi" kata April sambil tetap melangkahkan kaki nya kembali ke kamar nya tanpa menoleh ke arah Ayas


Ayas sangat terluka dengan perlakuan April, namun tetap saja rasa cinta nya tidak akan pudar karna itu..


Sabi bisa merasakan apa yang di rasakan Ayas


"Ayas apa kamu baik," tanya Sabi

__ADS_1


"baik bunda, aku baik mungkin April hanya sedang lelah saja, kalau begitu bolehkan aku menemui nya di kamar nya bunda"


"pergilah selesaikan masalah kalian lagi pula 2 hari lagi pertunangan kalian kan pergilah" kata Sabi


Ardi hanya mengangguk tanda setuju


Ayas pun pergi ke kamar April berusaha untuk berbicara dari hati ke hati karna sungguh hati nya sangat terluka dengan perlakuan April yang mendiamkan nya.


tok tok tok...


"April aku mohon sayang jangan seperti ini,apa salahku katakan pada ku, aku bisa gila karena kebungkamanmu ini, sayang mari kita bicarakan ini" Ayas berusaha berbicara pada April meskipun di balik pintu kamar April, karna April tak kunjung membuka pintu kamar nya..


dengan memberanikan diri Ayas mencoba membuka pintu kamar April yang ternyata tidak di kuci


Ayas melihat lampu kamar yang sudah di matikan dan mendekati tempat tidur April, namun melihat April yang ternyata sudah tertidur..


"sayang apa kamu sungguh sudah tidur" kata Ayas yang duduk di samping tempat tidur April.


April sama sekali tidak meresponya..


akhirnya Ayas memutuskan untuk pergi dari sana


"baiklah sayang, jika memang kamu belum mau bercerita denganku maka tidak apa, aku akan menunggumu sampai kamu siap untuk bicara tentang masalah mu" Ayas mengecup kening April sebelum dia benar benar pergi dari rumah April...


******


Ayas telah pergi dan kembali ke mansion nya orang tua nya...


sedang di sisi lain...


April bangun dan mengunci kamar nya lalu berlari ke kamar mandi, ya dia mendengar semua ucapan Ayas karena dia hanya berpura pura terlelap..


April menangis se jadi jadi nya di kamar mandi milik nya, hatinya juga sangat hancur tapi dia sama sekali tidak bisa berbuat apa apa sebelum acara Fashion show itu berakhir


setelah beberapa jam meluapkan kesedihan nya April keluar dari kamar mandi nya.


"sabar April hanya 2 hari lagi kamu harus bertahan, demi kebaikan semuanya... hiks hiks, okey huuuft " April menarik nafas panjang dan menghapus air matanya...


"hem besok aku harus bangun siang mataku akan bengkak" gumam April


hai jangan lupa like nya ya juga vote nya komen nya dan satu lagi rate bintang 5 😂😂😂

__ADS_1


__ADS_2