Ternyata Hanya Dia

Ternyata Hanya Dia
Pasangan baru


__ADS_3

Hari pertunangan Dian pun tiba, kedua sejoli itu sangat terlihat bahagia, bahkan yang menyaksikan pun turut bahagia, termasuk Ayas dan April.


Keluarga Dion mengundang semua kerabat mereka dan rekan rekan bisnis nya termasuk keluarga Ayas dan Adi, suasana pertunangan Dion sangat riuh hingga terasa seperti acara nikahan, semua keluarga keluarga terpandang menghadiri acara pertunangan Dian dan Dion.



"Sayang apa acara pertunangan kita nanti seperti ini" bisik April ke Ayas


"tidak sayang, tapi harus lebih meriah dari ini" bisik Ayas pula


"kamu tuh ya" mencubit pelan lengan Ayas


Ayas dan April menghampiri Dian dan Dion


"selamat ya Di, akhir nya kalian tunagan" kata April


"makasih ya Pril, dan semoga kamu juga cepat nyusul" kata Dian


"wiis kamu curang Di kan aku lebih dulu sama April, eh malah kamu yang tunangan lebih dulu" kata Ayas pada Dion


"hehe gerakan kamu lambat Bro" ledek Dion


mereka pun bercandaria bersama dan selanjutnya Adi pun datang denga Ayu yang mengandeng tangan nya...


"cie cie yang baru jadian" ledek April kepada kedua sahabat nya Adi dan Ayu


Ayu hanya tersipu malu dan Adi senang akhirnya Ayu menerimanya


"hai Di selamat ya sayang" kata Ayu pada Dian


"kamu juga hehe" bisik Dian ke Ayu


"rese ih"


"hey Bro selamat ya atas tunangan nya" kata Adi


"buat kamu juga semoga langgeng sama Ayu"


"makasih Bro"


dan para sahabat itu akhir nya berkumpul dan menemukan pasangan mereka masing masing.


*****


Ayas mengajak April ke taman berusaha membujuk April agar hukumannya di hentikan.


"wow ternyata bulan malam ini sangat indah,sangat mewakili perasan pasangan malam ini deh, kamu liat kan sayang" tanya April ke Ayas


"hemm,


Namun Ayas sedari tadi hanya memandangi April, April menoleh ke arah nya,


"ih sayang kamu ngapain aku nanya kamu cuman hemm aja sih" kesal April


"kamu nanya bulan nya sangat indah kan" kata Ayas sambil terus memandangi April


"iya tapi kamu liat ke aku terus"


"emang kenapa aku liat bulan di wajah kamu kok"


"gombal"


"nggak apa sama istri sendiri"


"sayang masih calon istri"


"sama saja"

__ADS_1


"beda sayang


"terserah aku dong"


"iya iya, kalau debat sama kamu tidak akan habis"


"sayang" panggil Ayas


"apa" jawab April sambil menoleh ke Ayas dan Cup...


"sayang aku kan bilang tidak ada kiss dan hukuman kamu masih seminggu lagi tau"


"yey kan kamu yang cium bukan aku"


"tapi kamu ngerjain aku sayang"


"enggak, aku kan cuman manggil kamu, kamu kali yang ngebet mau di cium" goda Ayas


"huft... Ayas..


"hemm, apa sayang"


"ngaku salah nggak"


"enggak mau kan kamu nyium bukan aku" kekeh Ayas


"astaga, kamu tu curang sayang"


"terserah.....sayang udahan hukuman nya ya"


"iih nggak boleh"


"ayolah sayang, aku nggak nahan liat bibir itu" menunjuk bibir April dengan Bibirnya


"sayang kamu kok jadi mesum gini sih,"


"pleaseeeeeessss.... ganti saja hukuman nya asal jangan yang satu itu ya ya" bujuk ayas lagi


"hahaha April terkekeh melihat Ayas yang tersiksa Karana kejahilan nya


"okey hukuman nya aku stop"


"seriusly"


"yaah


Ayas berhambur memeluk April aroma yang dia rindukan selama seminggu ini yang membuat nya susah tidur, April kembali terkekeh melihat Ayas..


"sayang apakah kamu tersiksa sekali, kan hanya seminggu" kata April yang berada di dalam dekapan Ayas


"tentu sayang aku sampai insomnia karna tidak memeluk mu selama seminggu"


"alah gombal, kamu kok pinter banget gombal nya sayang, aku nggak percaya kalau selama ini kamu nggak punya pacar selain aku" kata April


"sayang apaan sih, aku emang bener, nggak pernah deket sama cewe lain selain kamu, sejak SMA"


"masa sih terus dari mana belajar gombal"


"alamiah sayang, kalau liat kamu semuanya yang lansung muncul di otak ku yang cerdas ini"


"yah narsis nya kumat deh" kata April melepas pelukan Ayas


"kok di lepas sayang aku kan masih kangen"


"Ayas, nanti ada yang liat ih"


"ya sudah kiss dulu" kata Ayas memonyongkan bibir nya

__ADS_1


April terkekeh lagi


"dasar.. Cup.. April mengecupnya beberapa detik, namun saat April melepasnya Ayas dengan sigap menahan tengkuk April dan menarik pinggang nya dengan sebelah tangan nya, Ayas memperdalam ciuman nya walau awalnya menolak akhirnya April pun terbawa suasana diapun membalas ciuman Ayas, Ayas mengecap dan ******* bibir April mengabsen tiap inci bagian mulut wanitanya mempererat pelukan nya dan tangan April pun mulai memeluk tengkuk Ayas dengan kedua tangan nya seakan meminta Ayas memperdalam ciumannya, sesekali mereka melepas ciuman itu dan mengambil nafas sejenak, setelah beberapa saat mereka melepaskan ciuman panas itu dan saling memandang, Ayas meraba bibir ranum April denga ibu jarinya yang terlihat agak bengkak karna ulah nya lalu mereka terkekeh bersama.


"apa kamu menikmatinya sayang" bisik Ayas


April tersenyum yaa dia juga sangat merindukan Ayas yang mesum padanya.


setelah melihat bibir April sudah tak terlalu bengkak, akhir nya Ayas mengajak April kembali ke dalam ruangan..


"sayang, kita masuk cuacanya sudah semakin dingin"


"baiklah, seperti nya bunda juga sudah menunggu kita"


merekapun akhir nya masuk..


*****


sementara di tempat lain di waktu yang sama...


"Yu aku ambilin kamu cemilan dulu" kata Adi


"iya"


Adi pergi mengambil beberapa disert untuk Ayu, karna dia tau Ayu adalah model tentu saja dia memilih yang tidak terlalu berkalori..


"hey lama yaa


"enggak, kamu ambil puding" tanya nya dengan senyum merekah melihat puding yang di bawah Adi


"kamu suka yaa, Ayu mengangguk" untunglah aku kira kamu nggak suka


"sini biar aku suap kamu" mengambil puding dari tangan Adi dan menyuapi nya lalu menyuapi diri nya bergantian


Adi sangat senang, atas perhatian Ayu


dan beberapa sisa puding melekat di bibir Ayu, Adi tersenyum dan mendekatkan wajahnya pada Ayu, Ayu memundurkan kepala nya kebelakang namun dengan sigap Adi menahan ya, dan menjilat sisa puding yang berada di bibir Ayu,


Ayu hanya terdiam dan membelalak di depan Adi, dan Adi tersenyum kembali,


"aku hanya membersihkan sisa puding di bibir mu" bisik Adi


wajah Ayu merah padam karna nya


"apa kamu menginginkan lebih" bisik Adi lagi


Ayu tersenyum dan hendak pergi karna tak mampu menyembunyikan wajah nya yang sudah memerah kaya udang rebus..


tetapi Adi dengan sigap menarik tangan nya dan berada dalam dekapan Adi.


"sayang kamu tidak perlu merasa malu, aku serius padamu" Adi masih berbisik pada Ayu


"lalu apa yang harus aku lakukan, aku tidak berpengalaman dalam hubungan asmara, kata Ayu dengan polos nya


"hey kamu kan model apa kamu tidak pernah melihat rekan mu atau apalah gitu"


"ya aku hanya model, dan aku tidak pernah melakukan itu meskipun banyak tawaran yang datang padaku, aku merintis karierku dengan jalan yang lurus dan memulai nya dari nol," kata Ayu dengan memanyunkan bibir nya dengan posisi yang masih berbeda di pelukan Adi, Adi melihat tingkah Ayu yang menggemaskan itu


"aduh sayang jangan memperlihatkan bibir mu ini pada Pria lain," kata adi sambil meraba bibir Ayu denga jari nya


"kenapa" tanya Ayu


"aku takut akan membuat orang itu ngiler, aku saja ngiler"


"APA"


"ha ha ha... sayang rasa nya aku ingin membawa mu kabur dari sini"

__ADS_1


holla jangan lupa ninggalin jejak ya guys


like vote and komen ya juga rate bintang nya


__ADS_2