
"malam yang gelap terselimuti awan yang berwarna hitam dihiasi beberapa bintang yang berkedip indah. angin bertiup kencang membawa hawa dingin. malam itu seorang gadis tengah berlari di tepi jalan hendak menyebrang. tanpa melihat ke arah kanan dan kiri jalan, ia langsung berlari menyebrang jalan yang tampak sepi.
tiba-tiba.. braakkk.. tepat di depan mata gadis itu sebuah mobil menabrak beton pembatas jalan. ternyata saat gadis itu hendak menyebrang ada sebuah mobil yang sedang melaju kencang ke arahnya. karena hati gadis itu sedang kacau, ia menyebrang tanpa melihat kanan dan kiri jalan.
syok melihat kejadian tepat di depan matanya, tubuh gadis itu langsung terkulai lemas, kedua telapak tangannya menjadi dingin, tubuhnya gemetaran. hawa takut menyelimuti batinnya.
warga dan orang-orang yang berada di dekat lokasi kejadian langsung berlarian untuk menolong.
seseorang menggendong gadis yang terkulai lemas itu ke sebuah halte yang tidak jauh dari lokasi."
ah.. terimakasih terimakasih.. saya tidak apa-apa.
"tegas seorang pria yang keluar dari mobil yang telah menabrak pembatas jalan itu. ia menolak beberapa orang yang hendak merangkulnya. pria itu berjalan terpincang-pincang ke arah Nana.. ya gadis cantik yang hampir tertabrak itu bernama Naina salsabila prayoga. dan ia biasa di panggil Nana."
"dari kejauhan nana melihat laki-laki turun dari mobil yang baru saja menabrak beton pembatas jalan gara-gara kecerobohannya, laki-laki itu berparas tinggi, tubuh tegap berbalut jas berwarna navy. namun tidak terlihat jelas paras wajahnya., laki-laki itu berjalan ke arah nana. karena takut laki-laki itu akan datang memarahinya nana menundukkan kepalanya dalam, sambil mengatupkan bibirnya."
dek.. kamu baik- baik saja ?!
"tanya seorang lelaki kepada gadis kecil yang hampir ia tabrak itu. laki-laki dewasa itu adalah seorang pengusaha kaya raya, yang pernah gagal menikah, sehingga membuat ia selalu bersikap dingin kepada wanita. laki-laki tampan dan mapan itu bernama Jeremy Angga Pratanagara."
"Karena masih syok nana masih belum bisa membuka mulutnya untuk bicara, ia hanya terdiam sambil sesekali menghela napas."
ini dek minum dulu, biar rileks.
"seorang ibu paruh baya menghampiri nana dan mengasongkan air minum kepada nana. nana pun mengambil botol air minum itu tanpa bicara sepatah kata pun."
ini tuan, minum dulu.
"ibu paruh baya itu juga mengasongkan air mineral ke arah jeremy."
ah.. iya terimakasih.
" jeremy menerima botol air minum itu sembari tersenyum yang dipaksakan."
"Jeremy mulai merasa pengap dan risih dengan sekumpulan warga yang mengerumuni dirinya dan nana.
Akhirnya ia pun membuka mulut"
emm.. baiklah bapak-bapak, ibu-ibu semua yang berkumpul menolong kami disini, terima kasih atas keperdulian kalian semua, tapi saya rasa masalah ini biar saya selesaikan berdua dengan gadis ini.
"jeremy mengangkat tangannya sebagai ucapan terimakasih."
"warga yang berkerumunan mencoba berdiskusi."
A. sepertinya dia laki-laki yang baik,
B. iya kayaknya tidak akan ada masalah jika kita membiarkan mereka menyelesaikannya berdua.
B. iya sepertinya begitu.
D. yasudah ayo kita tinggalkan mereka berdua.
warga pun berpencar dan kembali ke aktivitas mereka masing-masing.
"setelah menunggu lumayan lama, jeremy mencoba bertanya lagi kepada nana."
okey.. saya tanya sekali lagi, kamu baik-baik aja atau saya perlu membawa kamu ke rumah sakit ?
"jeremy mendekatkan wajahnya ke kepala nana untuk memastikan keadaan gadis remaja yang masih tertunduk di depannya itu."
sa..saya baik-baik saja om.
"nana menjawab lemas dengan kepala masih menunduk dan wajahnya tertutup oleh rambut panjangnya."
huh.." jeremi membuang napas lega."
syukurlah kalau kamu baik-baik saja.
om baik-baik saja ?
"nana bertanya sambil menegakkan kepalanya, melihat ke arah jeremy, namun nana tidak sadar kalau laki-laki itu tengah duduk dekat disampingnya. jadi ketika nana memutar wajahnya, wajah nana dan laki-laki itu bertatapan cukup dekat. bahkan mereka hampir berciuman. karena terkejut nana pun langsung buang muka ke arah berlawanan begitupun dengan jeremy."
"sambil gigi menggigit bibir, tangan meremas rok nana bergumam dalam hatinya"
ya tuhaaaann.. ternyata om-om ini ganteng bangeeeeeeeettt.. aaaa... jantung aku hampir meledak..
"nana mengelus dadanya dan meremas kerah bajunya sambil menggigit bibirnya kelu."
"secara bersamaan jeremy pun seketika merasa jantungnya berdegup kencang."
O... bocah ini cantik dan manis ternyata..
"terselip senyum di ujung bibirnya."
__ADS_1
Ada apa dengan diriku ?
"Batin jeremy sembari menggelengkan kepala"
kalau kamu baik-baik saja, berarti saya boleh pergi sekarang ?
"tanya jeremy dengan lembut"
"tanpa pikir panjang nana menganggukkan kepalanya sebagai jawaban "ya"
huuuhh.. "jeremy membuang napas lega."
okey.. saya minta maaf atas kejadian ini,
" jeremy mengambil dompet di saku celananya, ia mengeluarkan sebuah kartu dari dompetnya."
ini kartu nama saya, kalau ada apa-apa silahkan hubungi saya.
ah.. enggak om, saya yang seharusnya meminta maaf, karena tadi saya nyebrang nyaaaa.... gak hati-hati.
"nana bicara ragu sembari menundukkan kepalanya karena merasa bersalah."
lain kali kalau nyebrang hati-hati.
"Cetus jeremy acuh"
"nana hanya menganggukkan kepalanya."
lain kali kalau lagi ada masalah atau lagi banyak pikiran sebaiknya kamu jangan kemana-mana lebih baik diam di rumah.
"Ujar jeremy menasehati"
iya.. maaf om.
"nana melirik jeremy dengan sudut matanya, memastikan kalau laki-laki di sampingnya itu tidak marah."
ya sudah.. kamu hati-hati, saya harus pergi sekarang.
"jeremy berdiri sambil memegang lututnya menahan sakit karena terbentur fuse box saat menabrak pembatas jalan tadi."
"melihat jeremy berjalan terpincang pincang, nana langsung berdiri dan berlari menghampiri."
om.. tunggu..
"seketika jeremy berhenti melangkah."
"Memutar kepala melihat nana"
kaki om pasti sakit ya ?
"nana bertanya dengan nada gugup dan pelan matanya memandang ke sembarang arah."
em.. lumayan.
" jeremy menjawab sambil menganggukkan kepalanya."
ah.. kalau gitu biar saya antar om, saya bisa nyetir kok.
"nana menawarkan diri dengan ragu-ragu.."
anggap saja sebagai permintaan maaf saya. "tambahnya"
kamu gak takut saya bakal macam-macam ? kita juga gak saling kenal. "tegas jeremy sambil mengerutkan dahinya"
hmp... om gak mungkin macam-macam,, wajah tampan om itu udah keliatan kok kalau om itu orang yang sangat baik.
"tersenyum"
jadiii.. om gak mungkin macam-macam.. "tambahnya"
hmm.. bocah jaman sekarang, mulutnya manis-manis..
" jeremy bergumam dalam hati sambil sepintas matanya melihat ke arah nana."
"jeremy merogoh kantong jas nya."
ya sudah.. ini kuncinya.
"melemparkan kunci ke arah nana, nana pun menangkap dengan gelagapan."
"nana dan jeremy sudah masuk ke dalam mobil, nana menyetir dengan santai.
selama perjalanan nana banyak bicara, meski jeremy tidak menanggapinya. karna nana adalah gadis yang humble dan mudah bergaul sehingga dia mudah akrab."
__ADS_1
"Sebenarnya jeremy punya kepribadian yang aneh, ia mengidap gangguan obsesif kompulsif. Ia tidak mau melihat wanita secara langsung atau harus mengobrol, apalagi harus bersentuhan langsung dengan wanita, entah apa yang membuatnya memiliki kepribadian yang seperti itu. namun kali ini jeremy hanya mengganggap nana sebagai bocah kecil dan tidak menganggap nana sebagai wanita."
kamu kuliah dimana?
" jeremy bertanya"
aku masih kelas tiga SMA om.. tapi sebentar lagi lulus kok..
"nana menjawab dengan santai"
apa !!
" jeremy terkejut sambil melihat ke arah nana"
tapi kamu sudah punya SIM kan?
"jeremy bertanya dengan nada tinggi"
SIM ?? aku belum punya SIM..
"lagi-lagi nana menjawab dengan santainya sambil menggelengkan kepala pelan"
minggir, menepi !!
" jeremy menyuruh nana menepikan mobilnya sambil jarinya menunjuk ke tepi jalan"
yaelah om, santai saja kali, lagian walaupun aku belum punya SIM aku sudah ahli nyetir kok. aku sekolah tiap hari bawa mobil.
"nana menjawab dengan PD nya"
saya bilang menepi !!
"jeremy memerintah dengan nada tinggi"
"nana pun langsung memutar setir menuju tepi jalan."
kenapa sih om ?
"nana bertanya seolah tidak ada yang salah dengannya"
keluar !!
" jeremy memerintah nana keluar dengan mendongakkan kepalanya"
om, kaki om itu lagi sakit, mana bisa om injak pedal gas. "ujar nana mengingatkan"
"jeremy hendak menjawab, tapi nana langsung memotong"
Sudah lah om, pokoknya om duduk santai, aku pastiin om selamat sampai rumah, okey..
"nana mengendarai mobil jeremy dengan kecepatan tinggi sambil tersenyum bangga."
hei.. pelan-pelan saja bawa mobilnya, "cetus jeremy panik"
Kamu gak lihat mobil saya sudah hancur gara-gara kamu ! "Tambahnya"
tenang aja oooooom... lagian ini kan sudah malam, gak akan ada polisi yang merazia kok..
"tegas nana santai"
fiuh..." jeremy membuang napas berat."
ckckck.. "jeremy berdecak pelan sambil menggelengkan kepalanya."
bocah jaman sekarang benar-benar gak bisa di atur.
" gumam dalam hati jeremy."
sudah sampai titik lokasi..
"ucap nana dengan bangga. sambil mematikan mesin mobil."
"nana melihat pagar rumah tinggi di depan matanya".
Hemm.. ini rumah om ?
" nana bertanya sambil melihat ke arah jeremy"
kamu pikir saya akan pulang ke rumah orang lain ?
"cetus jeremy acuh"
ya kali ajaaaa...
__ADS_1
Sudah, cepat turun !!
"belum selesai nana bicara, jeremy sudah menyuruh nana turun."