Terpaksa Menikah Karena Terlilit Hutang

Terpaksa Menikah Karena Terlilit Hutang
Episode 17 # Flashback off


__ADS_3

ish.. itu cowok perhatian tapinya judes. "mengerucutkan bibirnya"


kalo dia bukan pacar aku, jadi pacar aku yang mana yaaa.. "bertanya dalam hati."


"saat jeremy mencoba menghubungi dasan lagi, tiba-tiba dasan pun datang."


flashback off..


...*****...


pacar kamu sekarang amnesia, jadi kamu harus menjaganya. "ujar jeremy dengan santai"


tapi tuan..


saya banyak urusan, jadi saya harus pulang sekarang..


"tanpa ingin mendengar jawaban dasan, jeremy langsung pergi meninggalkan dasan dan nana."


kamu pacar aku ?


"tanya nana malu-malu lalu menutup wajahnya dengan bantal."


ya tuhaaaann... ternyata pacar aku ganteng banget, manis lagi, gak kalah ganteng sama om-om nyebelin tadi. "nana berbicara dalam hati sembari meremas bantal yang sedang ia peluk itu."


"dasan hanya terdiam pasrah"


pacar !!


sini dong dekat-dekat akuuuu.. "nana meminta dasan mendekat dengan tata bahasa yang manja."


ah ?! "dasan merasa kikuk dengan sikap nana padanya."


kok ah sih !


siniiiiii.... "nana melambaikan tangannya"


aku mau makaaaaaann.. tapi pengen di suapi pacar. "lagi-lagi nana bicara dengan sangat manja."


"dasan mendekati nana"


maaf nona, sayaaaa .......


kok nona sih ?! "cetus nana yang merasa kecewa, dan langsung memotong perkataan dasan"


em.. bukan gitu, maksud saya ...


saya ?!


"kok ngomongnya baku banget sih, kayak bukan ngomong sama pacar. lagi-lagi nana ngambek dan mengerucutkan bibirnya,


"dasan menggaruk kepala tak gatal. ia merasa bingung harus bersikap seperti apa."


"tiba-tiba nana menarik jacket dasan, membuat dasan terperangah dan terkejut."


mulai sekarang cuma ada aku sama kamu, okeee ?! "nana bicara dengan nada lembut sembari tersenyum manis."


dug.. dug.. dug.." jantung dasan berdegup kencang. ia pun segera menjauh dari nana dan membalikkan badan membelakangi nana"


ya tuhan.. perasaan apa ini, kenapa jantung saya terasa mau copot.


"Ya.. Siapa yang tidak akan berdebar-debar jika berada terlalu dekat dengan wanita cantik, terlebih lagi dasan laki-laki normal dan sudah dewasa."


pacar !! "lagi-lagi nana memanggil dasan pacar, membuat dasan merasa kikuk"


suapi aku dong, aku laper. "rengek nana manja"


"dasan pun memutar badan menghadap nana."

__ADS_1


kamu gak bisa makan sendiri ? "tanya dasan dengan lembut"


tangan aku sakiiiitt.. "mengerucutkan bibirnya manja"


"dasan berjalan mendekati nana, sekarang dasan sudah duduk di kursi di samping ranjang nana.


melihat keadaan nana, akhirnya dasan pun terpaksa menyuapi nana makan.."


"sesi makan sudah selesai, nana merasa mengantuk."


kamu ngantuk ?" tanya dasan lembut"


"nana menganggukkan kepalanya sambil mengerucutkan bibirnya manja."


ya udah, sekarang kamu istirahat ya..


"dasan menutup sebagian tubuh nana dengan selimut, nana pun langsung menarik tangan dasan."


nona !!


"dasan yang terkejut spontan menarik tangannya menjauh dari nana karena nana tiba-tiba memegang tangan dasan."


"nana pun terkejut dengan reaksi dasan padanya. ekspresi sedih pun terpancar di wajahnya."


"dasan bicara terbata karena merasa kikuk dan merasa bersalah"


ma..maaf sandra,, saya.. em.. maksudnya aku ...


kamu yakin kalau kita pacaran ?!


"sepertinya reaksi dasan terhadapnya sudah membuat emosi kesedihannya membludak, sehingga nana mengeluarkan air mata."


kamu kenapa nangis ?!


"dasan yang melihat nana menangis sontak merasa panik, dan rasa bersalahnya bertambah dalam. ia pun tanpa sadar menghapus air mata nana dengan ibu jarinya."


kamu beneran pacar aku ? "lagi-lagi nana menanyakan hal yang sama, membuat dasan bingung harus menjawab apa."


"Dasan hendak mengatakan yang sebenarnya, tapi tiba-tiba perkataan dokter terngiang-ngiang di pikirannya."


"bapak harus benar-benar menjaga emosinya, jangan menyampaikan berita yang akan membuat emosinya naik, karena itu tidak akan baik untuk pemulihan saraf nya."


*mengingat perkataan dokter, akhirnya dasar pun memutuskan untuk melanjutkan sandiwara itu."


i..iya.. kita berpacaran, daann aku.. aku pacar kamu.


huuhh.. "dengan berat dasan harus mengatakan kebohongan demi kebaikan nana."


"senyum manis pun terukir di wajah nana yang ayu."


"tanpa sadar dasan pun merekahkan senyumannya, ia merasa bahagia melihat nana yang tampak bahagia."


"tapi seketika senyuman itu musnah, dasan memalingkan wajahnya dari hadapan nana"


enggak !! "menggelengkan kepala" semua ini gak benar ! sadar dasan sadaaaaarr.. !! "dasan marah dalam hati pada dirinya sediri."


dasan ayooo.. jangan baper ! ini cuma sandiwara. "tambahnya sembari mengeraskan rahangnya."


kamu kenapa ? "tanya nana penasaran karena tiba-tiba dasan membuang muka"


"spontan dasan melihat ke arah nana"


ah.. aku, aku gak kenapa-kenapa.. "senyum kikuk"


ya udah.. sekarang kamu istirahat ya, kata dokter kamu harus banyak istirahat supaya cepat pulih.


"nana menganggukkan kepalanya, patuh."

__ADS_1


lagi-lagi nana menarik tangan dasan dan membenamkan wajahnya di atas punggung laki-laki yang ia tahu jika laki-laki itu adalah kekasihnya."


"dasan pun hanya bisa pasrah tak bereaksi"


tiba-tiba...


aku mau di nyanyiin.. "cicit nana manja"


ah ?! "dasan terkejut mendengar permintaan nana"


aku mau kamu nyanyiiiiii... "mengedip-ngedipkankan matanya manja"


tapi aku gak bisa nyanyi. "jawab dasan kikuk"


gak mungkin !


kamu pasti bisaaaaa.. "tambahnya sembari menggoyang-goyangkan tangan dasan yang di genggamnya."


apa punya pacar serepot ini ya..


"keluh dasan dalam hati"


ayo nyanyiiiiii.. "nana merengek"


oke.. oke.. tapi kamu janji harus tidur ya..


"nana menganggukkan kepalanya, patuh"


"dasan memutuskan untuk menyanyikan sebuah lagu Bersama bintang_drive."


ehem..


tidurlah selamat malam, lupakan sajalah aku..


"nana terkejut mendengar syair dari lagu yang dinyanyikan dasan, ia pun langsung duduk dan protes"


aww.. "nana kesakitan saat spontan duduk."


kamu gak kenapa-kenapa ? "tanya dasan panik melihat nana yang tampak kesakitan. namun nana tak menggubris pertanyaan dasan."


kok lupakan sajalah aku ?! "protes nana setelah mendengar lagu yang di nyanyikan dasan untuknya"


kamu mau aku ngelupain kamu ? "nana sedih dan mengerucutkan bibirnya"


em.. bukan, bukan gitu. "dasan panik melihat ekspresi nana yang tampak sedih."


haduuuhh.. kenapa jadi begini sih.. "gerutu dalam hati dasan"


ya udah aku minta maaf, oke. "dasan mencoba membujuk nana" aku nyanyi lagu lain aja ya.. sekarang kamu tiduran lagi. "perintah dasan lembut." tambahnya dengan lembut"


"dasan pun membantu nana merebahkan kembali tubuhnya."


"setelah nana siap tidur, dasan mulai bernyanyi."


sandra bobo.. oohh.. sandra boboooo..


"nana yang mendengar lagu yang dinyanyikan dasan langsung menutup mulutnya untuk menahan tawa karena merasa lucu dan geli"


kenapa ?


lagunya gak bagus ya.. ?! "tanya dasan yang tampak bingung melihat ekspresi nana"


"nana menggelengkan kepala."


dan Dasan pun melanjutkan nyanyiannya.


akhirnya nana pun tertidur.

__ADS_1


huuhhh.. "melihat nana yang sudah tertidur dasan membuang napas lega."


ternyata benar apa kata dokter, emosinya bisa naik dan turun dengan mudah, sepertinya saya memang harus lebih berhati-hati.. "dasan bicara dalam hati sembari memandangi nana yang sudah tertidur pulas."


__ADS_2