Terpaksa Menikah Karena Terlilit Hutang

Terpaksa Menikah Karena Terlilit Hutang
Cafe & Resort


__ADS_3

aku udah duga sih.. pasti kamu yang suka sama aku duluan.


soalnya kalau dirasa rasaaaaa... kayaknya aku gak begitu suka sama kamu.


"tutur nana dengan nada angkuh.."


"dasan melotot dan mengerutkan dahinya dalam mendengar kata-kata nana."


harga diri saya benar-benar di cabik-cabik oleh bocah ini. "gerutu dasan dalam hati sembari menggelengkan kepala pelan."


kadang lugu, kadang pemarah, kadang sok imut dan sekarang dia gak sopan sama saya.


huuuuhh.. "membuang napas dari mulut". saya benar-benar tidak mengerti dengan sifatnya.. "gumam dasan pelan"


"dasan melihat jam di tangannya, sudah menunggu hampir 40 menit, namun jeremy tak kunjung pulang."


"sebenarnya dasan tahu kata sandi pintu rumah jeremy, namun dasan tak berani memasukkan orang lain tanpa persetujuan bos nya itu terlebih dulu. berulang kali dasan menghubungi jeremy namun no ponsel jeremy tidak aktif."


aaaaaaaa... aawww... "nana menjerit kesakitan sembari memegang kepalanya"


"Mendengar nana menjerit kesakitan dengan cepat dasan berlari menangkap tubuh nana yang hampir terhempas ke teras. nana pingsan di pangkuan dasan."


haduuuuhh.. gimana ini ?!


"a.. aaa.. dasan mengangkat tubuh nana, lalu berjalan ke dekat pintu rumah jeremy"


maafkan saya tuan.. "gumam dasan sembari memasukkan PIN ke pintu rumah jeremy. pintu pun terbuka dan dasan membawa nana masuk."


sofa.. kamar tamu.. sofa.. kamar tamu.. aaaaah.. "dasan membawa nana ke kamar tamu, sama seperti saat pertama kali nana dibawa masuk ke rumah itu, sebelumnya".


"Dasan merebahkan tubuh nana di atas tempat tidur."


nona.. nona..


"dasan mencoba menyadarkan nana."


nona sadar nona..


"berulang dasan menyadarkan nana, namun nana tak sadar juga."

__ADS_1


"Dasan merogoh saku jasnya, mengambil ponsel miliknya di dalam sana. lalu menelpon Dokter Rion."


...*****...


CAFE & RESORT PRATANAGARA


adalah salah satu cafe dan restoran mewah milik jeremy, di sana juga dilengkapi dengan pasilitas karoke dan biliar.


saat ini jeremy tengah duduk santai bersama Rion, sahabatnya yang berprofesi sebagai dokter.


mereka berdua duduk dan berbincang di atas sofa di sebuah ruangan VVIP sembari menikmati beberapa camilan.


Tiba-tiba..


riiid.. riiid.. riiid.. riiid.. "suara getar ponsel milik Rion."


"sebuah panggilan telepon masuk ke ponsel Rion saat dirinya dan jeremy tengah duduk di atas sofa salah satu cafe & resort milik jeremy. keduanya tengah berbincang santai."


hei.. dasan nelpon !


"Rion memperlihatkan layar ponselnya kepada jeremy"


huh.. paling juga nanya saya lagi sama kamu atau tidak !


"lalu Rion pun menjawab telpon Dasan, tut.. mode loundspeaker."


Dasan📞 Halo dok..


"terdengar suara dasan di sana, panik"


Rion📞 iya halo, ada apa san ?


"tanya rion santai"


Dasan📞 emm.. begini dok.. sayaaaa...


"Belum selesai dasan dengan kalimatnya, rion sudah menjawab.."


Rion📞 kamu gak perlu khawatir, bos kamu lagi sama saya. "timpal rion cepat, karena dipikirnya dasan mencemaskan keberadaan jeremy, seperti biasanya"

__ADS_1


Dasan📞 oh.. bu..bukan itu dok !


"jawab dasan masih dengan nada panik"


Rion📞 bukan itu ? lalu... ada apa ?


"tanya rion bingung"


Dasan📞 saya butuh bantuan dokter ! ada seseorang yang butuh bantuan dokter sekarang !


"jawab dasan cepat"


Rion📞 ada apa ? siapa ?


Dasan📞 pokoknya tolong dokter ke rumah tuan jeremy, sekarang !


tut.. "dasan mengakhiri teleponnya"


hei.. ada apa dengan anak buah kesayanganmu itu ?


"rion bertanya kepada jeremy yang sedang sibuk berpikir"


apa seseorang yang dimaksud dasan ituuu.. bocah itu !!


"gumam dalam hati jeremy"


huuuhh.. "membuang napas lewat mulut"


berani-beraninya dia membawa bocah itu ke rumahku lagi ! apa dia sudah bosan hidup !!


"gerutu jeremy dalam hati, dahinya sudah mengkerut dalam."


hei.. gimana ini ?!


"Rion bertanya kepada jeremy sembari melemparkan sesuatu untuk menyadarkan jeremy yang tampak melamun"


huuh.. "mengembuskan napas lewat mulut"


Oke.. ayo kita pulang..

__ADS_1


"jeremy beranjak dari duduknya, dan diikuti oleh rion."


"Jeremy dan rion pun keluar dari ruang VVIP restoran itu, semua karyawan pun menunduk hormat saat jeremy melewati mereka."


__ADS_2