
"ting ! lift terbuka, dasan segera keluar dari lift dan berjalan menuju mobilnya"
"dasan masuk ke dalam mobil, melajukan mobil keluar dari area basement memecah keramaian jalanan kota."
"sambil menyetir dasan terus memikirkan " harus dibawa kemana gadis itu", saking runyam isi pikirannya ia hampir menabrak mobil di depannya yang sedang berhenti di lampu merah, ia sama sekali tak bisa fokus menyetir. setelah melewati lampu merah dasan mencari jalanan yang lengang, lalu dasan menepikan mobilnya di tepian."
"menghela napas panjang, mengatur nafasnya perlahan.
dasan mengambil sebotol air mineral lalu meneguknya."
"setelah tubuhnya mulai relaks, pikirannya mulai tenang, dasan melanjutkan lagi perjalanannya."
...****...
"kini dasan sudah berada di depan pintu rumah sakit, ia memarkirkan mobilnya di pelataran depan rumah sakit, saat keluar dari mobil, fokus dasan tertuju ke lantai atas rumah sakit, yang dimana di sana terpampang jelas nama rumah sakit itu."
"RS MEDIKA PRAYOGA" saat membaca kata "PRAYOGA" tiba-tiba dasan teringat sesuatu, "Naina salsabila prayoga"
apa gadis ituuu... "gumamnya pelan sembari berpikir"
"dasan kembali masuk ke dalam mobil, lalu ia membuka laptopnya, mencari-cari informasi di dalam sana, ternyata benar saja Rumah sakit itu adalah milik Orang tua naina, Dasan sedikit terkejut saat mengetahui kebenarannya."
untung saja dia dirawat di sana atas nama sandra paula. "pikirnya merasa tenang"
"Dasan keluar dari mobil, lalu masuk ke rumah sakit, ia langsung naik ke lantai 5 tempat naina di rawat."
"Dasan melihat naina yang sudah duduk santai di atas sofa, semua peralatan medis seperti infus sudah tak terpasang di tangannya lagi. itu artinya nana benar-benar sudah siap untuk pulang."
"Dasan menghampiri nana."
__ADS_1
kamu sudah siap pulang ?!
"naina melengos membuang muka ke arah berlawanan tanpa bicara sepatah kata pun."
"dasan mengerutkan dahinya"
ehh.. ada apa? apa dia marah sama saya? "gumamnya dalam hati"
ayo saya antar kamu pulang. "Ujar dasan sembari melambaikan tangannya"
"naina beranjak dari sofa, lalu berjalan melewati dasan tanpa melirik dasan sedikitpun, bibirnya mengerucut."
"Dasan memutar kepala sampai naina hanya terlihat oleh ekor matanya".
dia benar-benar marah ?! tapi apa masalahnya ? "menyeringai bingung, lalu dasan pun pergi meninggalkan kamar rawat VIP itu."
pak Dasan ?! "sapa salah satu suster di RS"
nona sandra sudah mau pulang ya pak ?
iya..
baik, mari ikut saya ke ruangan dokter terlebih dahulu pak. ada yang ingin dokter bicarakan.
oh.. iya..
"Dasan mengikuti suster menuju ruang dokter. naina yang melihat itu langsung menghentikan langkah kaki nya dan duduk di salah satu kursi yang ada di setiap lorong rumah sakit."
"suster membawa dasan ke ruangan dokter yang menangani naina selama dirawat di rumah sakit."
__ADS_1
silahkan masuk pak, dokter sudah menunggu di dalam. "Ujar suster mempersilahkan dasan masuk ke ruangan dokter"
"dasan pun masuk ke ruangan dokter."
halo pak, selamat siang.. "sapa dokter kepada Dasan"
Siang dok. "Dasan dan dokter berjabat tangan"
baik.. karena kondisi nona sandra sudah membaik jadi hari ini saya mengijinkan nona sandra pulang. "ucap dokter dengan nada ringan"
maaf dok, maksud dokter sebenarnya sandra itu masih harus di rawat atau bagaimana ?
sebenarnya akan lebih baik jika nona sandra masih di rawat di rumah sakit ini, tapi dari kemarin nona sandra terus meminta saya untuk mengijinkannya pulang.
tapii.. apa dia bakal baik-baik saja dok kalau dia pulang sekarang ?
saya rasa tidak akan jadi masalah, selama emosi nya stabil dan mood nya bagus.
maksudnya dok ?
sebagai pasangannya alangkah baiknya jika bapak selalu menemaninya, karena selama nona sandra di rawat di sini tidak ada anggota keluarga lain yang datang membesuk. jadi saya rasa mungkin dia hanya dekat dengan bapak.
oh.. iya dok.
jadiiiii menurut saya agar ingatannya cepat pulih alangkah baiknya kalau bapak selalu ada di dekatnya.
mungkin bapak bisa membawa nona sandra ke tempat-tempat kenangan indah kalian, saya rasa itu akan memancing ingatannya untuk cepat pulih. "dokter bicara dengan santai sambil sesekali menganggukkan kepalanya membenarkan yang ia katakan."
hmm.. baik dok.
__ADS_1
baik.. itu saja yang ingin saya sampaikan, semoga nona sandra cepat pulih.
terima kasih dok. "keduanya berjabat tangan lagi."