
"untuk sesaat keduanya saling bertatapan, lalu dasan memejamkan matanya. membuang napas perlahan menahan diri agar tak marah. saat membuka matanya kembali, gadis di hadapannya sudah membuang pandang menghadap ke bahu jalan."
ehem.. "dasan berdehem, suaranya yang menggelegar membuat nana terkejut."
triiing.. triiiing.. "ponsel dasan berbunyi."
Dasan📞 halo..
Mira📞 halo pak, maaf mengganggu..
"terdengar suara wanita di sana".
Dasan📞 iya.. ada apa mir ?
"Mira, karyawan wanita kepercayaan Dasan"
Mira📞 ada dokumen yang harus di tandatangani oleh Tuan jeremy pak, tapi saya meminta tolong kepada pak niko katanya Tuan jeremy tidak ada di ruangannya.
Pasti Tuan jeremy ada di ruang privat nya. "gumam dalam hati dasan"
"ya.. ada ruang privat di dalam ruang kerja jeremy yang hanya dia dan Dasan yang tahu"
Dasan📞 apa menandatangani dokumennya tidak bisa nanti ?
Mira📞 tidak bisa pak, ini dokumen kerjasama lanjutan perusahaan kita dengan perusahaan FOOD GREEN dan katanya sore ini mereka harus kembali ke AS pak.. jadi dokumennya harus segera di tandatangani.
kalau tuan jeremy sedang di ruang privat nya berarti dia tidak mau di ganggu. tapi ini juga urgent. "gumam dalam hati dasan"
Dasan📞 Kalau gitu kamu simpan dokumennya di ruangan saya, sebentar lagi saya ke kantor
Mira📞 baik, terimakasih pak.
tit.. "dasan menutup sambungan teleponnya"
"nana melihat dasan dengan ekor matanya"
sebenernya apa sih pekerjaan dia ini, kok kayaknya sibuk banget. "gumam nana dalam hati"
"saat dasan melihat ke arahnya, nana pun berpura-pura tidur.
huuuuhh.. "dasan menghela nafas. lalu ia melajukan mobilnya dengan cepat."
__ADS_1
"15 menit kemudian"
Ban mobil berdecit, dasan pun sampai di depan gedung PRATANAGARA COMPANY.
"nana merenggangkan tubuhnya ala orang baru bangun tidur, supaya dasan percaya kalau tadi ia tertidur, lalu nana pun membuka matanya."
eh.. kita ada dimana ?
Ini perusahaan tempat saya bekerja, ada pekerjaan yang harus saya urus. "jelas dasan"
kamu tunggu saja di sini !
jangan keluar mobil apalagi kelayapan di sekitar kantor, ngerti !!
"dasan menatap nana lekat sembari bicara dengan nada penuh tekanan."
"nana pun menganggukkan kepala, patuh."
"Dasan keluar dari mobil dan berjalan masuk gedung pencakar langit itu."
dia serem banget sih kalau lagi galak gitu. "mengedikkan bahu"
"gerutu nana kesal"
cuek, dingin, pemarah, gak ada romantis-romantisnya.. mengerucutkan bibirnya BT..
"begitu dasan memasuki gedung dan masuk ke ruangannya, Mira sudah duduk menunggu di dalam sana."
Mira !!
oh.. bapak sudah datang.. "timpal mira"
ini pak dokumen yang harus di tandatangani tuan jeremy. "melanjutkan kalimatnya sembari menyerahkan sebuah dokumen."
ok, "dasan mengambil dokumennya dan pergi menuju ruang kerja jeremy."
"dasan berjalan menuju lift, lift terbuka dasan segera masuk dan menekan angka 33."
sepertinya akhir-akhir ini saya kurang fokus pada pekerjaan saya karena masalah dengan gadis itu. "memejamkan mata sembari bersandar ke dinding lift."
ini pasti membuat tuan jeremy kesusahan dan stres. "Gumam-gumam dasan"
__ADS_1
huuuhhh.. "membuang napas berat". kapan masalah dengan gadis itu akan selesai. "melanjutkan kalimatnya"
"ting !! pintu lift terbuka, dasan pun keluar berjalan menuju ruang kerja bosnya itu."
tok.. tok.. tok.. "dasan mengetuk pintu, namun tak ada sahutan dari dalam sana. dasan pun masuk ke dalam. ternyata tuan jeremy memang tidak ada di ruang kerjanya."
"dasan berjalan ke dekat lemari buku. menekan tombol bel di sana.
tak lama lemari buku itu bergeser, ternyata benar jeremy ada di ruang privatnya."
"melihat jeremy yang tengah duduk santai di sebuah sofa yang membelakanginya, dasan pun berjalan mendekat."
"mendengar suara sepatu berjalan kearahnya, jeremy langsung bertanya dengan nada dingin"
kenapa kamu kesini ? "jeremy bertanya tanpa melihat ke arah dasan"
bukankah kamu sedang cuti !! "tambahnya"
maaf tuan, karena saya mengganggu waktu tuan.
tadi mira menghubungi saya, katanya ada berkas penting yang harus segera tuan tanda tangani, makanya saya kesini. "ujar dasan menjelaskan"
"jeremy menadahkan tangannya tanpa menoleh ke arah dasan."
"dasan pun menyerahkan dokumen itu sembari menundukkan kepala sopan."
"jeremy menandatangani dokumen itu tanpa bicara, lalu memberikan kembali kepada dasan tanpa menoleh."
dasan pun mengambil dengan sopan.
apa ada yang harus saya bantu, atau tuan butuh sesuatu ?!
dasan memberanikan bertanya, meski sepertinya jeremy sedang tidak mau di ganggu.
"jeremy pun mengangkat tangannya."
"tidak perlu atau tidak ada" maksud dari tangannya."
baik kalau begitu tuan, saya permisi
"dasan membungkuk sebelum akhirnya pergi meninggalkan ruang privat jeremy. Lalu ia pun pergi.."
__ADS_1