Terpaksa Menikah Karena Terlilit Hutang

Terpaksa Menikah Karena Terlilit Hutang
Episode 19 # Diam Membisu


__ADS_3

iiihhh... kok dimatiin siiihh... "gerutu nana."


...*****...


"selama beberapa hari Dasan sibuk dengan urusannya yang banyak tertunda lantaran harus mengurus nana, karena sekarang keadaannya sudah mulai membaik dasan pun mulai fokus pada pekerjaannya lagi."


"setelah sarapan dasan langsung pergi ke rumah jeremy untuk menjemputnya menuju kantor."


mah.. aku pergi kerja dulu ya.. "dasan berpamitan kepada mamahnya sembari mencium tangan mamahnya itu."


iya hati-hati ya.. "reni tersenyum menyemangati sembari mengelus bahu anak pria nya itu."


"Dengan cepat dasan mengendarai mobilnya, sepanjang jalan ia melihat jam yang melingkar di lengannya. dasan menambah laju cepat mobilnya. tak butuh waktu lama ia sudah sampai di depan rumah jeremy."


pagi nak dasan.. "bu ipah menyapa dasan."


"bu ipah adalah pembantu di rumah jeremy. ia sudah bekerja bersama keluarga jeremy sejak kedua orang tua jeremy masih hidup."


pagi bu.. "dasan balik menyapa"


Tuan angga sudah menunggu di dalam.


Terima kasih bi..

__ADS_1


huuhhh.. "dasan membuang napas pelan agar ia tetap merasa tenang saat menghadapi amarah jeremy nanti, karena ia sadar hari ini sedikit terlambat untuk menjemput jeremy ke kantor."


"dasan masuk ke rumah jeremy, sudah terlihat jeremy sedang duduk dengan sikap yang sangat angkuh di atas sofa."


"dasan mendekati jeremy dan ingin mencoba menjelaskan mengapa ia bisa terlambat."


maaf pak saya terlambat... semalam saya ....


"dasan berhenti bicara saat jeremy mengangkat tangannya."


berhenti bicara dan membuat alasan. "seperti itulah dasan mengartikannya."


"tanpa bicara sepatah katapun jeremy beranjak dari duduknya, ia berjalan keluar menuju mobil, dengan cepat dasan berjalan mendahului langkah kaki jeremy, lalu ia membuka pintu mobil belakang, jeremy pun masuk ke dalam mobil begitu pula dengan dasan."


"selama dalam perjalanan jeremy tak membuka mulutnya sedikitpun, membuat dasan merasa takut dan bersalah."


ada apa dengan tuan jeremy hari ini ya, dia tampak aneh tak seperti biasanya. "gumam dalam hati dasan"


"dasan melirik kaca spion melihat ke kursi belakang, jeremy terlihat sangat tenang, wajahnya datar tanpa ekspresi."


huuuhh.. "membuang napas berat"


lebih baik saya di marahi habis-habisan dari pada di diamkan seperti ini. karena diamnya tuan jeremy lebih menyeramkan daripada marahnya. "sepanjang jalan dasan terus berbicara pada dirinya sendiri, diamnya jeremy membuat hati dasan gusar."

__ADS_1


"Dasan dan jeremy sudah sampai, mobilnya berhenti tepat di depan pintu utama sebuah gedung pencakar langit. gedung itu adalah kantor milik Pratanagara company dan jeremy adalah Presdir di perusahaan itu."


"melihat mobil Bosnya berhenti, dua orang laki-laki berseragam hitam berlari menghampiri, satu orang membuka pintu mobil belakang, dan yang satu lagi mengambil alih mobil untuk di parkirkan di parkiran khusus."


"jeremy keluar dari mobil berjalan masuk ke gedung pencakar langit yang mewah itu, diikuti oleh dasan dari belakang."


"rutinitas setiap pagi, semua karyawan laki-laki akan berbaris menyambut kedatangan Bos besarnya itu, sedangkan karyawan wanita tidak boleh menampakkan wajahnya, apalagi sampai berani menyapa."


"dia mau mempekerjakan wanita di perusahaannya, namun tidak boleh bertatap muka dengannya, entah apa alasannya. namun sebuah rumor mengatakan bahwa dia sangat membenci wanita apalagi wanita yang sok akrab dan centil, makanya jeremy mempekerjakan karyawan wanita hanya saja jangan sampai bertatap muka dengannya. hanya karyawan laki-laki lah yang boleh menyapa dan berkeliaran di depannya."


"setiap pagi para karyawan wanita hanya bisa mengintip mencuri pandang wajah tampan rupawan bos mereka itu."


"jeremy berjalan menuju lift khusus untuknya, ya.. ada lift khusus untuknya yang tidak satu karyawan lain pun berani menaiki lift itu.


pintu lift terbuka, jeremy dan dasan pun masuk. lalu dasan menekan tombol 33. ruangan Bos besar itu terletak di lantai 33, lantai tertinggi di gedung itu. semua fasilitas ada di sana, mulai dari dapur sampai rooftop yang di dekor bak restoran mewah."


"ting !! lift berhenti bergerak, pintu lift terbuka. Jeremy dan dasan pun keluar dari lift"


"jeremy masuk ke sebuah pintu kaca yang di baliknya adalah ruangan kerjanya.


seperti biasa, dasan akan membukakan jas jeremy, dan menggantungnya di hanger"


"Jeremy yang sedari tadi pagi masih membisu, membuat perasaan dasan berkecamuk tak karuan, apalagi dia sadar bahwa hari ini dia membuat kesalahan besar, ya Terlambat adalah hal yang paling di benci jeremy"

__ADS_1


"entah apa yang akan terjadi nanti.. dasan hanya bisa pasrah"


__ADS_2