
"Nana pun dengan cepat masuk ke gerbang rumahnya, dan berlari ke dalam rumahnya, namun betapa terkejutnya saat nana melihat isi rumahnya banyak yang hilang."
Loh... Kok tv aku gak ada ? "ujar nana sembari melihat dinding tempat nana menempelkan tv yang kini sudah kosong"
sofa, Piano, jam (jam besar), "nana berlari ke dapur" barang-barang di dapur juga hilang !!
"cicit nana sedih, nana pun pergi ke kamarnya untuk mengecek barang-barang yang ada di kamarnya"
Huuhh... masih lengkap semua.. "gumam nana dengan nada lemas lalu menjatuhkan tubuhnya ke tempat tidur."
Sudah berapa lama aku pergi dari rumah ? "tanya nya dalam hati"
aku ingat terakhir kali aku pergi dari rumah saat papah bilang papah gak bisa datang untuk merayakan ulang tahun aku yang ke 18, aku marah karena kecewa dan aku pergi dari rumah, teruuusss... "nana mencoba mengingat-ingat namun ingatannya hanya sampai situ, ia tak ingat kejadian selanjutnya yang menimpa dirinya."
Ahww.. kenapa kepala aku sakit ya.
"cicit nana meringis kesakitan sembari memegang kepalanya"
...*****...
"Pada saat yang bersamaan ternyata dasan tidak jadi pulang, setelah setengah perjalanan dasan memutar stir kembali ke rumah nana, namun pada saat dasan sampai hanya ada koper yang masih berdiri di depan pintu gerbang."
Dia benar-benar tidak membawa kopernya !
"gumam dasan pelan sembari mengambil koper itu dan memasukkannya kembali ke dalam mobil"
Em.. Buk.. Buk.. "dasan memanggil seseorang yang keluar dari rumah sebelah nana yang tengah membuang sampah".
what ibu ?!! Iiiiihhh... "gerutu janah merasa kesal karena di panggil ibu"
Ma... "janah hendak memarahi dasan, namun niatnya urung lantaran melihat wajah tampan dasan".
__ADS_1
Wuaaaaahhh.... Gantengnyaaaaa.... "janah terperangah melihat ketampanan dasan"
Emm.. Maaf mba, saya boleh tanya sesuatu ?
"ucap dasan merasa kikuk karena semenjak janah berbalik badan, matanya tak berpaling dari wajahnya sedikitpun".
" janah menjawab dengan anggukan"
Mba kenal sama nona yang tinggal di rumah ini ?
"menunjuk rumah nana"
"lagi-lagi janah hanya mengangguk dengan mata yang tak teralihkan"
Mba.. Bisa tolong berhenti melihat saya seperti itu ?
"ujar dasan ragu, karena takut janah tersinggung"
"dan lagi-lagi janah hanya mengangguk, namun setelah itu janah tersadar".
"ujar janah sembari menyelipkan rambutnya ke atas telinga, sok cantik"
Oh.. Iya gak apa-apa !
"ucap dasan sembari tersenyum yang di paksakan"
Em.. Tadi mba bilang, mba kenal sama nona rumah ini ?
"dasan bertanya lagi untuk memastikan"
Oh.. ya kenal lah maaass.. Siapa coba yang gak kenal sama non cantik yang baik hati itu.
__ADS_1
"ya di komplek itu vivi terkenal dengan kecantikan dan keramahannya terhadap semua orang tanpa memandang status."
Emm.. "baru saja dasan akan bertanya, tiba-tiba janah memotong"
Tapi sudah lama non nana gak pernah kelihatan lagi, semenjak kelulusan sekolahnya mas, kayaknyaaaa dia pindah ke luar negri sama orang tuanya deh..
"ujar janah menjelaskan"
em.. "lagi-lagi janah memotong saat dasan akan bicara"
soalnya tiga hari yang lalu saya melihat banyak orang yang mengangkut keluar barang-barang di dalam rumah ini.
Mengangkut barang ?
"tanya dasan penasaran"
Iya mas,
Oh.. Iya kita belum kenalan loh mas, padahal ngobrolnya sudah dalam banget. "tersenyum malu-malu sok imut"
oh.. Iya, saya Dasan.
Em.. Nama saya janah mas !
"ujar janah antusias sembari menarik dan menjabat tangan dasan"
Oh.. iya..
Terimakasih atas informasinya ya mba janah.
"ucap dasan sembari menarik tangannya yang di jabat erat oleh janah"
__ADS_1
iya sama-sama.
"jawab janah sembari tersenyum"