
"waktu menunjukkan sudah jam 03.00 pagi. dasan pun memutuskan untuk tidur di rumah sakit."
"dasan merebahkan tubuhnya di atas sofa yang ada di ruang rawat nana."
"tidak ada hal apapun yang bisa ia lakukan karena lupa membawa ponsel, sembari rebahan dasan tiba-tiba terpikir kepada wanita yang hampir ia tabrak di jalan tadi, sampai tak sadar ia sedang senyum-senyum sendiri."
kira-kira nama cewek tadi siapa ya ?! "terlintas pertanyaan konyol dalam otaknya."
"dengan cepat dasan menggelengkan kepala."
Nggak.. nggak.. nggak.. sekarang bukan waktunya untuk memikirkan wanita, saya harus fokus merawat sandra dulu sampai ingatannya pulih. ya.. "menganggukkan kepalanya."
tit. tit.........tit.. tit.. "alarm di jam tangan dasan berbunyi."
oam... "dasan menguap, perlahan ia membuka matanya, ia sudah tahu ketika alarm di jam tangannya berbunyi berarti waktu sudah menunjukkan jam 05.00 pagi."
"dasan duduk bersandar di sofa sembari melihat ke arah nana, lalu ia beranjak dari duduknya. melihat nana yang masih tertidur pulas dasan pun pergi tanpa berpamitan."
"dasan pun pergi meninggalkan rumah sakit menuju apartment nya, ia melajukan mobil dengan kecepatan tinggi. tak butuh waktu lama 10 menit ia sudah sampai di apartment nya."
"Dasan membuka pintu apartemen nya, namun sidik jari tidak cocok. ia juga mencoba membuka pintu dengan memasukkan kata sandi, namun kata sandi pun salah."
loh kok salah.. "dasan mengerutkan dahinya bingung"
tit.. tit.. tit.. tit.. tit.... teeett.. SALAH. "begitulah tulisan yang keluar di monitor pintu nya."
ini beneran tanggal lahir saya tapi kok salah sih ?! "gumam dasan yang nampak kebingungan."
ouh... "tiba-tiba dasan teringat sesuatu"
"akhirnya dasan pun menekan tombol bel, tak lama pintu pun terbuka"
eh.. anak mamah udah pulang. "reni menyambut hangat kepulangan anak kesayangannya itu, lalu memboyong dasan ke meja makan."
ayo.. ayo.. kita sarapan, lihat nih mamah udah masakin makanan kesukaan kamu.
aku mandi dulu aja ya mah, setelah mandi baru kita sarapan.
ooh.. ya udah, sana kamu mandi dulu.
"dasan pun pergi ke kamarnya untuk mandi"
mandinya jangan lama-lama.. "teriak reni mengingatkan dasan."
"sembari mandi dasan terus memikirkan cara untuk mengakhiri hubungan palsunya bersama nana. ia tidak mau terlalu jauh membohongi nana dan takut akan menyakiti hati gadis polos itu."
puuuppt.. "dasan meniup air dari shower yang mengalir di wajahnya".
iya.. sekarang saya harus bergerak mencari informasi tentang gadis itu, jadi setelah dia pulang dari rumah sakit nanti, dia bisa langsung kembali ke keluarganya. "itulah yang terus terpikir di hati dasan."
"sesi mandi pun selesai, kini dasan sudah mengenakan pakaian formalnya."
"baju kemeja putih dibalut jas berwarna hitam dan celana panjang serupa. tak lupa sepatu pantofel yang tak kalah glowing dari wajahnya. gagah, tegas, dan berani. itulah arti dari pakaian yang ia kenakan."
woww.. anak mamah gagah banget ya kalau udah pake ....
__ADS_1
ayo kita makan mah, aku udah lapar. "dasan memotong kalimat pujian mamahnya, karena ia tahu pujian itu akan berujung dengan pertanyaan masalah pasangan."
"reni pun tak banyak bicara lagi, karena ia paham betul sifat dan karakter anaknya itu."
"reni pun mengambil sebuah ponsel."
oh.. iya ini ponselmu. sudah mamah cas full.
kemarin kamu pasti lupa gak bawa ponsel kamu. bos kamu nelpooooooooonn terus, sampe mau pecah rasanya telinga mamah mendengarnya. "keluh reni yang sedikit kesal."
iya mah, kemarin aku cepat-cepat jadi sampai lupa bawa ponsel. "senyum"
itu setiap hari bos kamu memang seperti itu ?
gimana kamu mau punya waktu buat nyari pasangan coba kalau gitu. "reni bicara dengan nada kecewa."
maaahh.. tuan jeremy gak seperti yang mamah pikirin kok, tapi kemarin memang keadaanya urgent banget, dan tuan jeremy gak tau kalau aku lupa bawa ponsel. "dasan mencoba menjelaskan"
Tiba-tiba..
triiiiiing... triiiiiing... "ponsel dasan berbunyi."
"panggilan suara dari nomor baru,"
nomor baru, nomor siapa ya ?! "dasan bergumam sendiri sembari menatap layar ponsel".
itu gak di jawab !! "cetus reni"
mungkin dari bos kamu, siapa tau urgent. "sindir reni sembari tersenyum mengejek"
halo maaf ini dengan siapa ya ?! "masih tidak ada jawaban, dasan melihat layar ponselnya, panggilannya masih terhubung namun tak ada jawaban dari sana."
sepertinya ini panggilan iseng, "itulah yang ada di pikiran dasan. ia pun mengakhiri sambungan teleponnya."
siapa ?! "tanya reni penasaran"
gak tau mah, gak ngomong !
mungkin orang iseng. "jelas dasan."
"tak lama ponselnya berdering lagi, panggilan masuk dari nomor yang sama, dasan berusaha tak menggubrisnya, namun ponselnya tak berhenti berdering."
awas aja kalau kamu mempermainkan saya lagi, saya blokir nomor kamu. "kata-kata yang terucap dalam hati dasan sembari menatap layar ponselnya."
"karena merasa risih dasan pun menjawab panggilan itu."
dasan📞 halo.. "dasan menunggu cukup lama, namun tidak ada jawaban dari sana"
kalau anda menghubungi saya cuma buat main-main, saya akan menutup ...
Nana📞 iya halooo.. "nana menjawab dengan cepat ketika mendengar dasan akan menutup teleponnya"
Dasan📞 maaf anda siapa ?!" tanya dasan acuh"
darimana anda tahu nomor saya ?! "tambahnya."
__ADS_1
nana📞 pacaaaaaarr... "nana bicara dengan sangat manja."
"dasan yang terkejut langsung terperangah dan langsung melirik mamahnya dengan ekor matanya, takut mamahnya mendengar suara nana dan salah paham, akhirnya dasan berpindah duduk ke sofa."
Nana📞 halo.. "nana menyapa dasan karena dasan lama tak bersuara."
Dasan📞 iya halo..
kamu tau dari mana nomor ponsel aku ? "pertanyaan yang mengintimidasi"
Nana📞 kok kamu ngomongnya gitu sih, "nana bicara dengan nada sedih"
emang aku gak boleh ya nelpon kamu ?! "melanjutkan kalimatnya"
Dasan📞 bukannya gituu..
ya udah.. ada apa kamu nelpon ?
Nana📞 kok ada apa sih ?!
aku kangeeeeennn.. "rengek nana manja"
"bulu kuduk dasan merinding, seperti ada sesuatu yang menggelikan".
apaan sih, lebay banget. seperti itulah kata-kata yang ingin dia sampaikan.
Nana📞 kamu kok pulang gak ngomong sama aku ?! "tambah nana"
Dasan📞 oh.. iya tadi aku ngeliat kamu masih nyenyak tidurnya, jadi aku gak mau ganggu kamu. "dasan bicara berbisik karena takut mamahnya menguping."
Nana📞 oooohhh.. gitu.
terus sekarang kamu ada dimana ?!
Dasan📞 aku lagi di rumah, nanti sore aku mampir, sekarang aku harus berangkat kerja.
Nana📞 kok nanti sore sih, "nana mengerucutkan bibirnya"
gak bisa sekarang aja ?! "rengek nana manja"
Dasan📞 gak bisa, sekarang saya harus kerja. "dasan bicara dengan nada ringan"
ya udah saya berangkat kerja dulu ya.. "tambahnya"
ciuuuuummm... "rengek nana manja ingin di beri ciuman"
dasan📞 apa ?!
"dasan memijat kepalanya", ya tuhaaaann sekarang apa lagi ! "itulah arti "dari pijatannya
"dasan yang bingung harus menjawab dan bereaksi seperti apa akhirnya menutup teleponnya."
Huuuhh... "Membuang napas berat."
Apa gadis jaman sekarang pada berani begitu ya ?! "gumam-gumam dasan"
__ADS_1
haaahhh...