
"Kantor Jeremy.."
"disebuah sofa berwarna putih di ruang kerja kantor jeremy, dasan dan jeremy duduk berhadapan."
bagaimana, kamu sudah mendapatkan informasi tentang bocah itu ? "tanya jeremy kepada dasan memecah keheningan dengan nada suara ringan."
"Dasan terkejut dengan reaksi Jeremy, karena dasan mengira jeremy akan marah atau bahkan mengamuk membabi buta seperti biasanya".
huuuhh.. "dasan membuang napas lega."
"tak perduli apa yang menghantam kepala bos nya itu, yang penting saat ini dia selamat dari amukan raja iblis yang akan sangat menyeramkan ketika sedang marah, begitulah kata-kata yang ada dipikirannya."
"melihat ekspresi dasan jeremy mengerutkan dahinya, apa ada sesuatu yang tidak beres?! seperti itulah yang ia pikirkan, ia tidak tahu bahwa karyawan kepercayaannya itu sedang berasumsi kurang baik tentangnya."
"Dasan terlalu fokus berasumsi, hingga dia lupa menjawab pertanyaan jeremy."
apa pertanyaan saya kurang jelas ?!
"jeremy bicara dengan nada tinggi."
oh.. maaf tuan.
"dasan yang sedang sibuk berasumsi terperanjat dengan suara keras jeremy yang memenuhi seisi ruangan."
"jeremy menggelengkan kepala " astagaaaaaaaa"
kenapa akhir-akhir ini pekerjaanmu kurang kompeten ?
maaf tuan.. "dasan hanya bisa meminta maaf"
apa kamu sudah bosan bekerja denganku ?! "cetus jeremy dengan sedikit berteriak"
em.. maaf tuan, bukan begitu.
__ADS_1
mana mungkin saya bosan bekerja dengan tuan
lalu ?!
"kenapa akhir-akhir ini pekerjaanmu berantakan ! " kata-kata yang di maksud jeremy"
saya minta maaf sekali tuan.
namun terus terang saja, akhir-akhir ini saya merasa lelah karena sangat repot mengurus nona naina yang sangat manja itu.
kamu mengeluh kepada saya ?! "cetus jeremy acuh"
oh.. bukan tuan, bukan seperti itu. "dasan bingung harus bereaksi seperti apa, karena jika bos nya itu sedang marah semua yang dilakukannya pasti akan selalu salah."
sudahlah.. bagaimana informasi bocah itu ?! "jeremy mengalihkan topik pembicaraan"
begini tuan, menurut informasi yang saya dapat, gadis ini bernama naina salsabila prayoga wilson, dia anak semata wayang dari pasangan pengusaha yang cukup kaya. ibunya bernama Nia meiliana wijaya, dan nama ayahnya Doni prayoga wilson.
Semenjak nona naina naik ke kelas 3 SMA, ibunya tinggal di Singapura dan ayahnya tinggal di AS. Kedua orangtuanya tinggal terpisah karena urusan bisnis. jadi nona naina ini tinggal di indonesia sendiri.
"jeremy mengangkat tangannya."
berhenti bicara atau Stop!! "itulah maksud dari jeremy yang mengangkat tangannya di depan wajah dasan."
"dasan pun berhenti menjelaskan."
"jeremy terdiam sejenak dan berfikir.."
tadi kamu bilang dia tinggal sendirian di indonesia ? "jeremy bertanya dengan tatapan ragu"
betul tuan.
"kini jeremy memberi tatapan bingung."
__ADS_1
masa sih ? yang benar saja?! "itulah maksud dari tatapannya kepada dasan."
"meski hanya melihat ekspresi wajah jeremy namun dasan sudah mengerti dan tahu apa yang dimaksud oleh jeremy."
maksud saya nona naina ini tidak punya kerabat atau saudara di indonesia. karena ayahnya juga merupakan anak semata wayang. Sedangkan ibunya tidak ada informasi lengkap mengenai ibunya.
"jeremy menganggukkan kepalanya" oh begitu rupanya. "maksud anggukan kepala jeremy."
sebenarnya gadis ini tidak tinggal sendirian dirumahnya tuan, dia tinggal bersama seorang ART bernama Tuti, namun sudah sekitar 1 bulan yang lalu ART nya pulang kampung karena ada masalah keluarga. jadi belakangan ini dia tinggal sendirian.
"Dasan mengambil sebuah Tablet, lalu menunjukkan sebuah gambar rumah kepada jeremy."
ini foto rumahnya tuan
Jeremy mengambil tablet yang dasan sodorkan, lalu melihat poto sebuah rumah besar 2 tingkat.
kamu yakin dia tinggal di rumah sebesar itu sendirian ? "tanya jeremy seperti meremehkan nana"
dia hanya bocah kecil. "tambahnya"
saya yakin tuan, informasi yang saya dapat ini sangat akurat, karena saya sendiri juga sudah mengecek kesana, dan saya dapat informasi ini dari ART sebelah rumahnya, karena dulu ART nona naina ini berteman dekat dengan ART sebelah rumahnya itu. "tutur dasan membenarkan"
"jeremy masih tak percaya dengan informasi yang diberikan dasan."
mana mungkin bocah kecil itu bisa hidup sendirian di rumah sebesar itu. "Gumam jeremy dalam hati, raut wajah bingung terpampang di wajahnya."
lalu bagaimana dia makan ? apa dia tidak mengurus rumah ? "bayangan rumah yang kotor, berantakan dan sangat menjijikan bermunculan di pikirannya. lalu... ia langsung menggelengkan kepala geli, menepis bayangan-bayangan menjijikan yang memenuhi isi kepalanya.."
huuuhhh.. "menghembuskan nafas pelan agar pikirannya tetap fokus.
lalu jeremy menyandarkan kepalanya ke sofa. dan memejamkan matanya perlahan, tangannya ia lipat di atas dada."
"aku itu cewek mandiri Om, aku pemberani, aku bisa melakukan apapun tanpa rasa takut. jangankan sama polisi sama hantu aja aku gak takut kok "
__ADS_1
"aku hobi berpetualang ke tempat-tempat ekstrim, seperti ke air terjun tertinggi di Venezuela, ke tempat terseram di dunia seperti ... udah Stop ceritanya, kepala saya pusing mendengarnya !!.
"bayangan saat nana mengoceh dulu, berseliweran di kepala jeremy."