Terpaksa Menikah Karena Terlilit Hutang

Terpaksa Menikah Karena Terlilit Hutang
Episode 6 #Terbayang


__ADS_3

"nana tersadar saat sesuatu yang lembut menempel di bibirnya"


om !! "nana setengah berteriak sambil mendorong tubuh jeremy."


"jeremy yang terperanjat kaget pun langsung berdiri. ia menjadi bingung harus berbuat dan berkata apa. akhirnya ia memutuskan meninggalkan nana ke kamarnya."


"nana masih terpana dengan situasi yang telah ia alami. jantungnya berdebar tak karuan. ia bingung harus marah atau senang. nana meraba bibirnya dengan jari jemarinya, bibirnya menyeringai tipis. lalu ia memegang dadanya, jantungnya terasa akan meledak."


huh.. huh..huh.. "membuang napas dari mulut"


aaaaaaaaaa... aku harus gimana ?!


"nana berteriak frustasi sambil mengacak-acak rambutnya"


Ini ciuman pertama aku. "tambahnya menggerutu."


"nana menjatuhkan tubuhnya di atas sofa, sambil berasumsi tentang jeremy."


aaaaaaa... "berteriak frustasi"


pokonya aku harus minta penjelasan sama om itu, apa maksudnya coba dia cium bibir aku. "mengerucutkan bibirnya"


iya benar, aku harus minta penjelasan darinya. huh.. "mendengus."


KAMAR JEREMY


"jeremy berjalan bolak balik di dalam kamarnya, ada perasaan yang membuat ia bingung dan tidak bisa ia mengerti. setelah hampir 5 menit ia berjalan mondar-mandir akhirnya ia duduk di atas sofa."


huh.. huh.. "jeremy membuang napas dari mulut"


aaaarrgh.. "mengacak-acak rambut"


Sial !!


huh.. "lagi-lagi jeremy membuang napas kasar"


kenapa jantungku berdebar-debar " jeremy memegang dadanya, lalu memejamkan matanya"


apa yang harus saya katakan kalau dia tanya soal ciuman tadi, gak mungkin kan dia minta dinikahin.


aaaaahhh... masa bodoh, dia yang tarik tangan saya, kenapa harus repot-repot menjelaskan.


triiing.. triiiing.. ponsel jeremy berdering tanda panggilan masuk. jeremy pun segera menjawabnya.


Jeremy📞 ya halo..

__ADS_1


Dasan📞halo tuan..


Jeremy📞 emm..


Dasan📞 sekarang saya lagi di TKP kecelakaan tuan semalam. dan saya tidak menemukan tas atau pun barang semacamnya tuan


jeremy📞 kamu sudah benar-benar mencarinya ?!


dasan📞 iya tuan, saya sudah berkeliling di tempat ini. dan lagiiii.. begitu saya sampai kesini tempat ini sudah ramai tuan.


jeremy📞 oke, ya sudah.. kamu kembali sekarang.


Dasan📞 baik tuan.


Jeremy📞 oh.. Iya.. Bagaimana dengan perusahaan ?


Dasan📞 sampai saat ini semuanya baik-baik saja tuan.


Jeremy📞 oh.. Bagus kalau begitu.


"jeremy pun menutup telpon nya."


"jeremy berjalan ke arah lemari pakaian, ia mengambil sehelai baju kaos berwarna putih, lalu mengenakannya."


tok..tok..tok..


"jeremy pun berjalan ke pintu, lalu membuka pintunya."


mau apa kamu ketok-ketok pintu kamar saya ?!


oh my god, keren nyaaaaaaaaaaaa... "bicara dalam hati, mata nana melotot seakan mau loncat dari tempatnya"


"nana terpesona melihat penampilan jeremy yang tampak keren saat memakai baju kasual."


jeremy menjentikkan jarinya di dahi nana.


aw.. sakiiiiitt.. "nana bicara manja sambil mengelus-elus dahinya.


saya gak punya cukup banyak waktu untuk kamu pandangi. "cetus jeremy dengan PD nya."


cih.. kepedean. aku kesini mau minta penjelasan !! "cetus nana"


eh.. penjelasan ?! "tanya jeremy dalam hati, mengerutkan dahinya."


penjelasan apa ?? "tanya jeremy dengan nada so cool"

__ADS_1


penjelasan kenapa tadi om cium bibir aku ?! "nana bicara dengan nada penuh tekanan"


eh.. bocah ! kamu juga pasti sudah tahu jawabannya !


apa ??


jelas-jelas tadi itu gak di sengaja, jadi apa yang mau di jelasin.


gak bisa !! kalau om emang gak niat buat cium aku, harusnya om menghindar !!


terus kamu pikir saya sengaja cium kamu tadi ?


ya iyalah.. itu sudah pasti !!


om ngambil kesempatan di dalam kesempitan. "nana bicara sambil memalingkan wajah".


hei bocah.. jaga bicara kamu ya !!


saya gak akan tertarik sama bocah kaya kamu !!


lagian ya.. setelah saya pikir-pikir harusnya saya yang marah sama kamu.


tadi kamu tiba-tiba tarik tangan saya, akhirnya saya jatuh dan gak sengaja saya....


cukup !!


"nana menutup bibir jeremy dengan tangannya."


"saat nana menutup bibir jeremy, kedua pandangan mata mereka bertemu, tiba-tiba keduanya menjadi canggung."


"jeremy menyingkirkan tangan nana."


apaan sih !!


huh.. "membuang napas dari mulut."


oke.. karena sekarang sudah tidak ada masalah, kamu boleh pergi meninggalkan rumah saya. "jeremy menunjuk ke arah pintu."


pergi ?? "nana terkejut"


iya !!


ini rumah saya, dan rumah ini bukan tempat penampungan anak. "jeremy bicara dengan tatapan tajam."


jadi silahkan pergi dari rumah saya. "tambahnya."

__ADS_1


__ADS_2