
haduuuhhhh.. tadi dokter rion bilang kalau tuan jeremy sedang bersamanya, berarti sekarang tuan jeremy pasti sudah tahu kalau gadis ini saya bawa kesini..
"gumam-gumam dasan sembari berjalan mondar mandir."
...*****...
tit.. tit.. tit.. tit.. tit.. tiiiiittt.. tek, pintu terbuka.
"Rion berjalan terlebih dahulu menghampiri dasan yang berada di ruang tengah."
San.. ada apa ?
"tanya rion kepada dasan yang terlihat tengah berjalan mondar mandir kebingungan"
oh.. dok ! syukurlah dokter sudah datang.
kamu bisa sakit juga san ?
sakit apa ?
"tanya rion dengan nada mengejek"
bukan saya yang sakit dok !
"jawab dasan ketus, yang membuat dokter rion tersenyum geli."
disini dok.. "dasan berjalan memandu.. dan dokter rion pun mengikuti"
loh.. kenapa dengan nona cantik ini ?
saya juga gak tau dok, tadi di luar dia tiba-tiba menjerit kesakitan, pagang kepalanya, terus pingsan. "Tutur dasan menjelaskan"
ok, kalau gituuuu saya akan memeriksanya dulu..
"rion membuka tas yang berisi peralatan medisnya,"
ehem..
"Terdengar deheman jeremy yang menggelegar menggema di ruang tamu. seketika itu bulu kuduk dasan berdiri tegak."
dok.. sayaaaa... tunggu di luar.
__ADS_1
"pamit dasan kepada dokter rion."
oh.. oke..
"jawab rion sembari tersenyum."
"Dasan berjalan dengan langkah kaki yang gamang, namun ia tetap harus menghadapi apapun reaksi dari bosnya itu."
"saat tau dasan sedang berjalan ke arahnya"
kamu sudah bosan hidup, berani-beraninya kau membawa dia kesini lagi !!
"jeremy langsung mencecar, begitu dasan berjalan mendekat"
"mendengar kata-kata jeremy, dasan berjalan dengan cepat menghampiri jeremy."
saya benar-benar minta maaf tuan..
"dasan membungkukkan badannya"
siapa yang memberi kamu ijin untuk membawa gadis itu masuk ke rumah saya ?
saya tahu saya salah karna sudah lancang tuan, tapi tadi keadaannya urgent makanya terpaksa saya bawa gadis itu masuk.
"Cetus jeremy angkuh"
saya sudah menghubungi ponsel tuan beberapa kali, tapi nomor ponsel tuan tidak aktif..
"jelas dasan menyampaikan fakta."
"jeremy pun merogoh kantong jasnya dan mengambil ponselnya untuk membuktikan perkataan dasan, namun saat dilihat ternyata baterai ponselnya habis."
huuuhh..
"jeremy mendengus. lalu melemparkan ponselnya ke sofa yang ia duduki."
kapan kamu akan bawa dia pergi dari sini ?
"tanya jeremy sembari menyandarkan kepalanya ke bahu sofa"
saya tidak bisa memastikan tuan, tapi saya akan mengurus semuanya secepat mungkin. "jawab dasan meyakinkan"
__ADS_1
hanya karna dia seorang bocah, saya akan mengijinkannya tinggal disini. "ujar jeremy dingin"
"mendengar pernyataan jeremy, dasan tersenyum lega"
Terimakasih banyak tuan.. "membungkukkan badan"
tulis di kertas, peraturan apa saja yang tidak boleh dia langgar selama tinggal di rumahku !!
"cetus jeremy dengan angkuh"
baik tuan..
"Dasan pun pergi ke ruang kerja jeremy untuk melaksanakan perintah bosnya itu."
...***...
aku tidak mengerti gadis itu pacarnya dasan, tapi kenapa dia membawanya kesini ?
"tanya dokter rion sembari berjalan kearah jeremy yang tengah duduk santai di sofa"
"namun pertanyaan Rion tak digubris jeremy"
emang robot mu itu gak takut kalau pacarnya itu nanti direbut pemilik rumah !!
"ujar Rion sengaja menyindir jeremy"
maksudmu apa ?
"jeremy melemparkan bantal sofa dan ditangkap gelagapan oleh Rion sembari terkekeh"
"pernyataan Rion berhasil menyulut emosi jeremy"
santai broooo !!
hahaahaha... "tertawa mengejek"
jika sudah selesai kau boleh pulang !
"cetus jeremy acuh"
dimana robot mu itu ?
__ADS_1
"tanya rion sembari mengedarkan pandangannya mencari robot jeremy, ya terkadang rion memanggil dasan dengan sebutan robot, karna dasan selalu bekerja sesuai dengan perintah jeremy bak robot."