
emm.. maaf nona, boleh saya tahu siapa nama kamu ?
"tanya mira ramah"
sandra.. "Jawab nana cuek"
oohh.. sandra.
kamu beneran pacarnya pak dasan ?
kenapa ?
gak percaya juga ?
"cetus nana acuh"
oh.. maaf bukannya gitu. "mira mengayunkan tangannya"
"gadis ini memang sangat cantik, bisa jadi juga kalau dia beneran pacar pak dasan. "gumam mira dengan penuh kecewa"
kalau gitu saya bantu untuk menghubungi pak dasan, em.. sebentar.
"mira menggelengkan kepala sembari melihat kedua satpam penjaga."
lepaskan saja dia
"yang di katakan mira lewat gerakan isyaratnya itu"
"kedua satpam itu pun melepaskan pegangannya."
"mira merogoh saku jas blazernya, mengambil ponsel lalu menghubungi dasan."
Mira📞 halo pak..
"sapa mira lembut"
Dasan📞 iya halo, ada apa mir ?
"jawab dasan yang masih berada di ruang kerja jeremy"
pada saat yang bersamaan **
What ?! Dia langsung ngangkat telpon wanita ini, sedangkan aku nelpon tadi gak di angkat-angkat.
iiiiihh.. Nyebelin banget sih dia, awas aja kamu ya ! "gerutu nana dalam hati"
Mira📞 ini pak, ada seorang gadis mencari bapak.
Dasan📞 gadis ?
__ADS_1
"dasan mengerutkan dahinya"
Mira📞 iya pak, katanya dia pacar bapak ?
namanya sandra.
"jelas mira"
dasan📞 oohh.. kenapa dengan sandra ?
jadi benar gadis ini pacar pak dasan ?!
"tanya mira dalam hati sembari melirik nana, raut kecewa terlihat jelas di wajah mira"
Dasan📞 halo mir ?!
"sapa dasan karena mira tak menjawab"
Mira📞 oh.. iya pak.
pa.. pacar bapak, katanya ingin bertemu bapak.
Dasan📞 oke, saya segera kesana.
Mira📞 baik pak.
"mira memasukkan ponselnya ke dalam saku, namun ponselnya terbanting ke lantai lantaran mira tak fokus."
ya ampun..
"mira langsung mengambil ponselnya kembali"
ayo nona, saya antar ke ruangannya pak dasan.
"kedua satpam itu bengong, bingung dan merasa tidak percaya."
jadi nona itu beneran pacarnya pak dasan ?!
wah.. wah.. saya gak nyangka, ternyata pak dasan normal juga. "cetus salah satu satpam penjaga"
huss.. sembarangan kamu ngomong. "tegur satpam yang satunya lagi."
ya pasti normal lah, orang ganteng begitu gak mungkin gak ada yang mau. "melanjutkan kalimatnya."
yaaa.. bukannya begitu, selama ini kan pak dasan selalu sibuk bekerja tanpa libur, ternyata sempet juga nyari pacar, cantik banget lagi.
"setelah puas menggibah tentang dasan, kedua satpam itu pun kembali berjaga."
"mira memandu jalan dan nana pun mengikutinya dari belakang."
__ADS_1
"tiba-tiba.."
wiiiiiiiiiw.. wiw.. wiw.. wiw.. wiw..
"sirine perusahaan berbunyi yang berarti semua pegawai wanita harus bersembunyi atau jangan berkeliaran sembarangan karena Presdir perusahaan akan keluar /masuk perusahaan.
begitulah aturan gila perusahaan yang di buat oleh jeremy, karna ia tidak mau melihat wanita asing berkeliaran di dekatnya".
tidak mau melihat wanita? lalu bagaimana dengan nana ?
"ya.. jeremy menganggap nana hanya bocah kecil yang tidak akan mempengaruhi hidupnya."
Eh.. Ayooo...
"Mira menarik tangan nana untuk bersembunyi"
Aww... Aduuuhh... "nana mengaduh kesakitan."
"nana kesusahan saat berlari karena tak ada persiapan."
mba kenapa narik saya kesini ?!
"tanya nana bingung"
"mira terperangah sesaat, mendengar nana memanggil ia dengan sebutan mba."
huuuhh.. wajar aja sih dia manggil aku mba, orang dia masih muda banget, ternyata anak ini sopan juga.
"gumam mira dalam hati."
mba.. "nana menggoyangkan tangan mira, karena mira tak menjawab pertanyaannya."
oh.. iya..
aku nanya, kenapa mba narik aku kesini ?
oh.. itu..
presdir perusahaan sedang ada disini, dan sekarang mau keluar. jadi semua karyawan perempuan harus sembunyi, tidak boleh menatap beliau apalagi kalau sampai berpapasan muka, bisa-bisa langsung di pecat.
apa !!
apa itu gak gila ?
kenapa bisa begitu mba ?
saya tidak tahu, awalnya saya juga ngerasa ini gila, tapi lama kelamaan terbiasa, apalagi gaji di perusahaan ini di atas rata-rata, jadi yang masuk ke perusahaan ini tuh benar-benar beruntung. Makanya walaupun ada aturan gila kaya gini kami masih mau bekerja disini.
"ujar mira menjelaskan"
__ADS_1