
1 minggu kemudian..
"Dasan sedang berada di ruang kantor jeremy mengecek beberapa berkas, dan jeremy tengah duduk santai bersandar di sofa sembari memejamkan matanya."
triiiing.. "ponsel dasan berdering cukup keras membuat jeremy sedikit terkejut lalu membuka matanya."
maaf tuan
"melihat jeremy yang nampak terkejut membuat dasan menjadi kikuk."
saya jawab telepon saya dulu tuan. "dasan sedikit menundukkan kepalanya"
jeremy pun menganggukkan kepalanya yang berarti " ya angkatlah ".
Dasan📞 halo selamat siang.. "dasan memulai percakapan"
suster 📞 selamat siang pak, "terdengar suara perempuan bicara dengan lemah lembut di sana"
benar ini dengan bapak dasan ? "tambahnya"
Dasan📞 iya benar. "dasan sedikit mengerutkan dahinya" kok dia bisa tahu nama saya ya . "gumam dalam hati dasan."
Suster📞 Benar bapak wali dari pasien rawat inap yang bernama Sandra Paula ?
"dasan terdiam sejenak", sandra paula ?? "mengerutkan dahinya bingung, sembari berpikir,
"sandra paula !! siapa sandra paula ? "lalu melintas bayangan wajah nana di kepalanya. dasan terkejut saat mengingat siapa sandra paula."
ya ampuuuuun, "mengelus dahi". saking sibuknya akhir-akhir ini saya sampai lupa sama gadis itu.
Suster📞 halo bapak dasan ?!
__ADS_1
Dasan📞 oh.. iya halo, iya saya wali dari sandra paula, ada apa ya ? "dasan bicara dengan nada ringan"
Suster📞 saya dari rumah sakit Medika Prayoga pak, ingin memberitahukan pasien yang bernama Sandra Paula sudah bisa pulang hari ini.
dasan📞 ooohh.. sudah bisa pulang hari ini ya sus ?
Suster📞 iya pak, sesuai hasil pemeriksaan dokter, keadaan pasien sudah stabil, dan bisa beristirahat di rumah.
dasan📞 emm... baik sus, ok saya ke rumah sakit sekarang.
Suster📞 baik pak, terimakasih atas waktunya, mohon maaf mengganggu, selamat siang..
siang.. tut.. "panggilan berakhir."
"jeremy yang sedari tadi menyimak percakapan dasan dan sudah tahu siapa yang menelpon, ia pun berpura-pura cuek dan acuh sembari memainkan ponselnya".
Tuan.. "dasan menyapa jeremy"
nona naina sudah bisa pulang hari ini.
lalu ? "jawab jeremy cuek dan masih berpura-pura sibuk dengan ponselnya."
"dasan terkejut mendengar jawaban jeremy."
lalu ?? apa tuan jeremy benar-benar angkat tangan masalah nona itu. "gumam dalam hati dasan"
maksud saya begini tuan.
karena nona naina sudah bisa di ajak pulang hari ini, apa saya bawa dia ke rumah tuan untuk pemulihannya ? "dasan bicara sedikit ragu sembari mengamati reaksi dari wajah jeremy"
kenapa harus di bawa ke rumah saya ? "cetus jeremy"
__ADS_1
lalu saya harus membawanya kemana tuan ?
terserah ! itu urusan kamu. "jeremy beranjak dari sofa berjalan ke meja kerjanya"
"Dasan memejamkan matanya sekilas, dan menggertakkan giginya geram."
sudah saya duga. "Gumam dasan dalam hati, namun dasan tak bisa berbuat apa-apa. selain pasrah."
baik tuan, kalau begitu saya permisi untuk ke rumah sakit.
"jeremy tak bersuara, hanya menganggukkan kepala singkat."
ya terserah !! "maksud dari anggukan jeremy"
"Dasan pun membungkukkan kepala lalu berjalan keluar dari ruangan bosnya itu."
huuuuhhh.. "Dasan membuang napas berat di balik pintu ruang jeremy yang sudah ia tutup."
kenapa semuanya harus menjadi serumit ini.. "gumam dalam hati dasan sembari berjalan menuju lift."
"lift terbuka, dasan pun segera masuk dan menekan tombol basement."
"sepanjang di lift dasan terus berpikir akan di bawa kemana gadis itu."
gak mungkin saya bawa dia ke rumah, apalagi di rumah ada mamah, bisa tambah kacau semuanya.
kalau saya antar dia kerumahnya, "menggelengkan kepala", gak mungkin juga. dia tinggal sendirian di rumah itu.
huuhh.. "membuang napas berat sembari terus berpikir."
ting ! "lift terbuka, dasan segera keluar dari lift dan berjalan menuju mobilnya"
__ADS_1