
"dokter pun dengan cepat memasang jarum untuk mengambil darah jeremy."
"10 menit kemudian."
"pengambilan darah sudah selesai, dokter cantik itu segera mencabut jarum suntik yang menancap di lengan jeremy".
sudah selesai pak, silahkan bapak beristirahat dulu supaya .....
tidak perlu saya sibuk. "cetus jeremy sembari berjalan meninggalkan ruangan"
ck... ck... ck.. baru kali ketemu orang kayak gitu. "mengerucutkan bibirnya, sebal"
ganteng sih ganteng, tapinya judes, cuek, dingin, angkuh, aneh lagi. huuhh... "membuang napas kasar dari mulut" jangan sampe deh ketemu orang itu lagi.. "mengelus dada"
"begitu melihat jeremy keluar dari ruang donor, Dasan berlari menghampiri jeremy."
terimakasih banyak tuan, saya ...
"belum selesai dasan bicara, jeremy mengangkat tangannya."
ini adalah kali pertama dan terakhir saya terpaksa disentuh oleh orang asing gara-gara membantu kamu. "cetus jeremy dengan nada penuh tekanan."
baik tuan, sekali lagiii... mohon maaf dan terimakasih.. "senyum kikuk lalu membungkuk"
"jeremy pun lekas pergi dari hadapan dasan tanpa berkata apa-apa lagi"
huuuuhhh.. "dasan membuang napas lega."
seharusnya tuan jeremy gak perlu marah seperti itu kan ?? "mengerutkan dahinya"
keselamatan gadis itu kan memang tanggung jawabnya. kenapa sekarang seolah-olah sepenuhnya saya ini tersangka ya ?!
"tambahnya dengan wajah bingung"
"setelah mendapatkan donor darah nana berhasil melewati masa kritisnya, namun ia masih harus menjalani perawatan intensif di ruang ICU."
__ADS_1
"Dasan duduk di depan ruang ICU menunggu kabar dari dokter.
sembari duduk di kursi, matanya menyapu ke seluruh sudut rumah sakit. ketika pandangannya mengarah ke pintu, terlihat di sana ada jeremy yang tengah berjalan ke arahnya."
"Dasan pun bergegas menghampiri jeremy".
Tuan, apa ada masalah ? "dasan bertanya karena bingung tiba-tiba jeremy kembali"
saya akan menjaga bocah itu, kamu boleh pulang dulu, mandi dan makan. "Jeremy bicara dengan wajah tanpa ekspresi."
hah??
"Dasan mengerutkan dahinya, ia merasa ada yang salah dengan kata-kata jeremy."
kamu tidak tahu, kalau bau badan kamu sudah hampir merusak indra penciuman saya ?! "cetus jeremy"
oh.. maaf tuan, saya hampir lupa makan dan mandi.
"dasan melihat jam tangannya, waktu sudah menunjukkan jam 19:25.
"tanpa menjawab sepatah katapun jeremy meninggalkan dasan lalu duduk di kursi di depan ruang ICU di mana nana dirawat."
sebenarnya tuan jeremy itu sangat baik dan perhatian, hanya saja dia lupa cara mengekspresikannya.. "gumam dalam hati dasan sembari berjalan keluar meninggalkan rumah sakit."
"Dasan pun pergi dengan mengendarai mobilnya menuju apartemen tempatnya tinggal."
"begitu masuk pintu kamarnya,,
tiba-tiba indra penciuman dasan terganggu dengan aroma masakan yang semerbak wangi."
"dasan pun segera pergi ke dapur."
mamah ??
"dasan terkejut mendapati mamahnya yang tengah memasak."
__ADS_1
halo sayang.. "Reni tersenyum manis sembari menghampiri anak kesayangannya."
sini.. sini.. mamah udah masakin makanan kesukaan kamu. "Reni memapah dasan menuju meja makan."
mamah kapan dateng ? "tanya dasan yang masih syok dengan kedatangan mamahnya yang secara tiba-tiba."
belum lama kok, mamah tau disini pasti tidak ada bahan makanan, makanya tadi mamah mampir dulu ke supermarket terus belanja bahan makanan kesukaan kamu.
ada apa, tumben mamah kesini ?! biasanya nyuruh aku pulang?!
kok kamu gitu sih, kamu gak senang mamah main kesini ?
"mengerucutkan bibirnya"
bukan gitu maaaaaahhh.. "dasan memegang tangan mamahnya."
terus kenapa mamah gak ngabarin aku ? aku kan bisa jemput di terminal.
kalau mamah bilang mau kesini apa kamu bakal ngizinin ? "cetus reni acuh"
"dasan hanya diam tanpa ekspresi."
haduuhhh.. kalau mamah ada disini gimana saya mau balik lagi ke rumah sakit. "gumam dalam hati dasan". kalau saya gak balik kesana bisa ngamuk tuan jeremy. "tambahnya"
hei.. kok malah melamun sih.. "reni melambaikan tangannya di depan wajah dasan yang tampak sedang melamun."
ayo makan.. ini semua masakan kesukaan kamu loh. "menunjuk makanan yang tersaji di meja makan."
mah.. aku mandi dulu saja ya, selesai mandi nanti langsung makan.
oh.. ya udah iya, mamah tunggu di sofa ya..
iya mah..
"dasan pun pergi ke kamarnya untuk mandi."
__ADS_1