
Janaaaahhh... Janah !!
"terdengar seseorang memanggil-manggil janah dari dalam rumah tempat janah keluar tadi"
Iyaaaa... Sebentar !
"pekik janah menyahuti"
mas maaf, ibu saya memanggil.. "ujar janah memberitahu dasan"
aduuuuhh sebenarnya saya masih mau berlama-lamaan ngobrol sama si mas gantengnya. "gumam janah dalam hati"
"saat janah masuk dan hendak menutup gerbang tiba-tiba dasan memanggil"
Em.. Mba !!
"ucap dasan sedikit memekik"
Iya mas, kenapa ?
"jawab janah dengan senang"
"dasan merogoh saku celananya mengambil dompet, lalu mengeluarkan selembar kartu nama"
"dasan berjalan menghampiri janah, lalu menyerahkan kartu nama itu kepada janah"
Ini kartu nama saya.
"memberikan sebuah kartu nama dan di terima janah dengan senyum sumringah."
Kok namanya Jeremy angga pratanagara ? Katanya tadi namanya dasan ?!
__ADS_1
"gumam janah dalam hati, heran"
Ah.. Sudahlah.. Mungkin dasan itu nama panggilannya. "tambahnya"
Disitu ada nomor ponsel saya, tolong kabari saya kalau ada sesuatu yang mencurigakan di rumah nona nana ya mba. "ujar dasan memberi notifikasi"
Oh.. Iya mas, okeh !
Janaaaaahhh !!
"suara pekikan dari dalam sana pun menggema lagi"
Kalau begitu sama permisi dulu ya mas...
"ucap janah cepat sembari menutup pintu pagar"
Dasan pun pergi meninggalkan komplek itu..
"Jam 5 sore di rumah jeremy"
"Jeremy melemparkan jasnya ke sofa sebelum akhirnya menjatuhkan tubuhnya."
Huuuuhh.. "membuang napas dari mulut sembari melonggarkan dasi"
sepertinya bocah itu sudah pergi !
"gumam jeremy sembari menyandarkan tubuhnya ke sofa dengan mata terpejam, namun tiba-tiba ia terhenyak karena ada bayangan nana mencium bibirnya sembari tersenyum manis"
Huuuhh.. Huuhh... "lagi-lagi jeremy membuang napas berat lewat mulut"
"lalu jeremy pun beranjak dari sofa dan beralih ke kamarnya"
__ADS_1
Drassss....
"Jeremy tengah berdiri di bawah percikan air shower dengan tubuh tanpa sehelai benangpun, untuk menghilangkan stres nya jeremy memilih untuk mandi."
"1 jam kemudian, sesi mandi selesai."
"seperti biasa saat berada di dalam rumah ia hanya akan mengenakan celana pendek dan baju kaos."
"jeremy berjalan ke sofa dan mendaratkan tubuhnya di sana, ia membuka laptop lalu memeriksa beberapa dokumen yang belum ia kerjakan sebelumnya, setelah selesai jeremy keluar kamar dan berjalan-jalan di sekitar rumahnya, pandangannya teralihkan kepada sebuah pintu kamar tempat nana tinggal sebelumnya, jeremy berjalan ke kamar itu, lalu membuka pintunya."
Ngapain om ngintip-ngintip ?!
"suara nana terdengar jelas di telinga jeremy dan itu membuat jeremy terkejut, ia pun dengan cepat menutup kembali pintunya."
Dia belum pergi ?
"gumam jeremy yang tanpa sadar mengembangkan senyum di bibirnya, tiba-tiba otak jahil jeremy memberi ide untuk melakukan sesuatu agar ada alasan untuk bertemu dan mengganggu nana, ya selama ini jeremy selalu membuat alasan hanya untuk beradu mulut dengan nana, padahal maksud hatinya ia hanya ingin berinteraksi secara langsung dengan gadis yang sudah berhasil menarik perhatiannya, mengganggu pikirannya dan sedikit masuk ke dalam hatinya itu."
Huuuhh.. " jeremy membuang napas dari mulut, untuk mempersiapkan diri"
Eh bocah !!
Sayaaa.. "ucap jeremy sembari membuka pintu kamar itu lebar-lebar, namun kalimatnya terhenti saat jeremy tak melihat ada siapapun di dalam sana"
"jeremy terkejut mendapati kamar itu kosong, lalu ia masuk untuk memastikan jika kamar itu benar-benar kosong, jeremy pun membuka pintu kamar mandi, dan ternyata kamar itu benar-benar kosong, yang artinya suara tadi itu hanyalah halusinasi pendengarannya saja."
Huh.. "mendengus"
Saya pasti sudah benar-benar gila !!
"gerutu jeremy sembari pergi meninggalkan kamar itu"
__ADS_1