
"melihat dasan keluar dari ruang dokter, naina beranjak dari kursi dan berjalan dengan cepat.namun langkah kaki dasan lebih cepat daripada naina"
"Dasan menekan tombol lift, tak lama lift pun terbuka. dasan dan naina masuk, dan dasan menekan tombol loby."
"ting !! lift berhenti dan pintu pun terbuka.'
"Dasan berjalan ke meja administrasi untuk membayar biaya perawatan naina."
permisi sus..
iya pak, ada yang bisa kami bantu ?
iya.. saya mau membayar biaya perawatan pasien atas nama naina.. eh.. maksud saya sandra paula.
baik.. sebentar saya cek dulu ya pak.
"Dasan menunggu sembari mengeluarkan sebuah kartu dari dompetnya."
mohon maaf pak, biaya perawatan pasien atas nama sandra paula semuanya sudah dilunasi.
sudah lunas ?
oh.. kalau gitu saya boleh tahu siapa yang melunasinya ?
baik.. suster melihat ke monitor komputer.
__ADS_1
yang melunasi biayanya atas nama Bapak Jeremy angga pratanagara pak .
oh.. "Dasan tak merasa heran jika itu yang melakukannya adalah jeremy, karena tanpa berjalan sendiri bos nya itu bisa menunjuk ajudannya kapanpun untuk melakukan apapun yang ia inginkan."
baik sus, terima kasih..
sama-sama pak..
"dasan meninggalkan meja administrasi. ia berjalan ke mobil diikuti oleh naina dibelakangnya."
"dasan masuk mobil duduk di belakang kemudi, lalu naina masuk di kursi belakang"
"Dasan protes melihat naina yang duduk di kursi belakang"
pindah ke depan nona, saya bukan sopir ! "cetus dasan bicara dengan nada penuh tekanan"
maaf ! iya saya memang sopir, tapi saya sopir bos saya bukan sopir anda. "dasan memperjelas"
"naina kalah telak, jadi dengan terpaksa naina pindah ke kursi depan di samping dasan."
"naina duduk dengan angkuh, tangannya dilipat di atas dada. ia melihat dasan dengan ekor matanya, tatapan tajam ia hunuskan kepada dasan yang hanya fokus menyetir."
"apa ! dia benar-benar enggak meminta maaf sama aku atas kesalahannya, sekarang dia malah bersikap acuh. dasar cowok dingin, gak punya hati, gak punya perasaan, awas aja ya aku gak akan mau maafin kamu walaupun kamu berlutut. "bibir naina mengunyam karena mengumpati dasan"
Mau makan apa ?
__ADS_1
"dasan bertanya pada naina yang sedari tadi sibuk mengumpati dirinya."
waww.. Gila ya !!.. dia masih bisa nanya santai sama aku, setelah bikin aku kesal setengah mati. "gerutu dalam hati naina sembari menatap dasan lekat dengan sorot mata tajam."
Ada apa ? Kenapa kamu ngeliatin saya kaya gitu ?
"Tanya dasan dengan wajah tanpa ekspresi, namun nana tak menjawab"
"10 menit kemudian"
"Dasan merasa kesal karena sedari tadi naina tak menghiraukannya, tak menjawab semua pertanyaannya."
huuuhh.. "dasan membuang napas gusar."
"saat jalanan lengang dasan membanting stir menepikan mobilnya.
ciiitttt.. mobil ban berdecit karena dasan menginjak pedal rem saat laju mobil sedang mengebut."
"naina yang tak siap dengan posisinya, membuat ia tersungkur lalu tubuhnya membentur dashboard, naina menggertakkan giginya geram"
kamu !!!
"Naina ingin mengumpati laki-laki yang membanting setir itu. namun saat naina melihat ke arah dasan ternyata laki-laki itu sudah memasang wajah marah dan menghadap dirinya. saat melihat raut wajah dasan ia mengurungkan niatnya, nyali nya tiba-tiba menciut."
ya tuhan.. apa dia balik marah? "gumamnya dalam hati"
__ADS_1
tapi kenapa ? iiiihh... Kok dia menyeramkan sekali siiiihh.... "menggigit bibirnya kelu"
"untuk sesaat keduanya saling bertatapan, lalu dasan memejamkan matanya. membuang napas perlahan menahan diri agar tak marah. saat membuka matanya kembali, gadis di hadapannya sudah membuang pandang menghadap ke bahu jalan."