Terpaksa Menikah Karena Terlilit Hutang

Terpaksa Menikah Karena Terlilit Hutang
Episode 12 #Donor darah


__ADS_3

"Dasan berjalan mondar mandir di depan ruang operasi karena hatinya sedang tidak tenang."


"tiba-tiba seorang suster keluar dari ruang operasi."


permisi pak, bapak keluarga pasien yang sedang menjalani operasi ?


iya betul sus, ada apa ya sus ?


begini pak, pasien kehilangan banyak darah dan butuh pendonor darah secepatnya. kebetulan stock darah golongan AB lagi kosong di rumah sakit ini pak. kami juga sudah menghubungi beberapa rumah sakit lain tapi sangat di sayangkan mereka juga tidak memiliki stock darah untuk golongan AB pak.


golongan darah AB ?! "Dasan bicara dalam hati sembari mencoba berpikir.."


oh.. tuan jeremy, iya.. golongan darah tuan jeremy AB. "gumam dasan dalam hati"


Sus.. sebentar, saya mau menghubungi teman saya dulu.


baik pak, nanti kalau bapak sudah mendapatkan pendonornya, silahkan bapak ke bagian informasi.


baik sus..


"Dasan merogoh saku celananya, lalu mengambil ponsel dan menghubungi jeremy."


huuhh.. "membuang napas lewat mulut."


saya harus minta tolong tuan jeremy..


tuutt.. tuutt... tuutt... "panggilan suara tersambung"


dasan📞 halo tuan


Jeremy📞 ya, ada apa ?


Dasan📞 Apa tuan lagi sibuk sekarang ?


Jeremy📞 gak juga, ada apa ?


Dasan📞 tuan, saya mau minta tolong, tuan ke rumah sakit sekarang.


Jeremy📞 ada apa ?


Dasan📞 pokoknya ini urgent banget, tuan harus kesini sekarang juga.


tut.. "Dasan mengakhiri sambungan teleponnya."


ada apa ini.. urgent ?! apa terjadi sesuatu sama bocah itu. "jeremy bicara dalam hati" tanpa berpikir panjang ia pun langsung meninggalkan perusahaan menuju rumah sakit.


"20 menit kemudian, jeremy sampai di rumah sakit."


San.. ada apa ini ?

__ADS_1


oh.. tuan, syukurlah tuan sudah datang.


mari ikut saya tuan, "dasan menarik tangan jeremy menuju informasi."


"jeremy mengerutkan dahinya bingung, namun ia tetap mengikuti langkah kaki dasan."


permisi sus,


iya.. ada yang bisa saya bantu pak ?


saya membawa orang yang akan mendonorkan darah sus.


"jeremy mengerutkan dahinya dalam, ia semakin tak mengerti apa yang dimaksud dasan."


oh.. pendonor darah golongan AB untuk pasien bernama Sandra paula ya pak ? "tanya suster ramah"


iya sus..


baik.. "suster keluar dari ruang informasi."


"suster menghampiri jeremy."


bapak yang mau mendonorkan darahnya ya ?


iya sus.. "Dasan menjawab dengan cepat"


mari ikut saya pak.. "Ajak suster sopan"


"sebelumnya saya minta maaf tuan, tapi nanti saya akan menjelaskan dengan sangat detail tuan"


kamu tahu kan kalau saya tidak suka disentuh orang lain ? "melayangkan tatapan tajam kepada dasan"


mana mungkin bisa saya mendonorkan darah tanpa di sentuh ?!! "tambahnya"


"ya.. jeremy tidak suka ada orang lain yang memegang tubuhnya, terkecuali orang terdekatnya."


"Dasan menelungkupkan kedua tangannya."


saya mohon maaf tuan, tapi kali ini benar-benar urgent.


Gadis itu sangat membutuhkan darah tuan sekarang.


Kenapa harus saya ? "mengerutkan dahinya dalam"


Karena golongan darah tuan dan gadis itu sama.


"suster menghentikan langkah kakinya karena jeremy tidak mengikutinya."


mari pak, kita harus segera mengambil darahnya, karena keadaan pasien sudah sangat kritis.

__ADS_1


"dengan wajah tanpa ekspresi jeremy pun mengikuti suster itu."


silahkan masuk pak, dokternya sudah menunggu di dalam.


"jeremy pun masuk ke ruangan khusus untuk pengambilan darah."


silahkan duduk pak. "perintah dokter lembut"


"jeremy pun duduk."


boleh di buka jas nya pak ?


"masih dengan wajah dingin jeremy melepaskan jas nya".


lengan bajunya di gulung dulu pak.


"masih dengan nada lembut dengan senyum yg manis. dokter cantik itu bicara dengan sangat lembut. terlebih orang yang ada dihadapannya adalah pria tampan."


"jeremy menggulung lengan bajunya."


baik pak..


tarik napas dari hiduuuuung.. buang dari mulut. "ujar dokter memberi aba-aba"


"jeremy melakukannya sesuai instruksi."


"ketika dokter hendak memasangkan tensimeter, tiba-tiba...


dok, bisa jangan pegang-pegang tangan saya !! "jeremy bicara dengan wajah dingin"


"dokter cantik itu mengerutkan dahinya."


oh.. tapi bagaimana saya bisa mengambil darahnya kalau saya gak pegang tangan bapak ?!


"jeremy terdiam tanpa ekspresi."


ya tuhaaaann.. Baru kali ini ada orang mau donor darah tapi gak mau di pegang. Huuuhh.. "Membuang napas" ada apa dengan laki-laki ini, ganteng-ganteng kok aneh.. mana bisa saya mengambil darah tanpa memegang tangannya. "dokter itu mengumpat dalam hati."


baiklah pak, kalo bapak tidak bersedia mendonorkan darahnya, bapak boleh keluar.


"dokter mempersilahkan jeremy pergi dengan nada bicara sangat sopan dan lembut, meski hatinya geregetan"


lakukan !! "jeremy menyodorkan tangannya"


ah ?! "dokter itu merasa bingung"


ambil darahnya dengan cepat, saya tidak punya banyak waktu !! "cetus jeremy acuh"


baik pak.. "senyum terpaksa"

__ADS_1


"dokter pun dengan cepat memasang jarum untuk mengambil darah jeremy."


__ADS_2