Terpaksa Menikah Karena Terlilit Hutang

Terpaksa Menikah Karena Terlilit Hutang
Alarm berbunyi


__ADS_3

"Dasan keluar dari lift bersama jeremy"


apa tuan mau saya temani ?


"tanya dasan sembari berjalan mengejar langkah kaki jeremy"


tidak perlu, selesaikan saja urusanmu. saya akan pergi bersama sopir. "ujar jeremy dengan nada ringan"


baik kalau begitu tuan.


"dasan menghentikan langkahnya di ambang pintu, ia membungkukkan badan. sementara jeremy meneruskan langkah kakinya lalu naik ke mobil dan pergi"


"setelah suara mobil jeremy tak terdengar lagi, dasan pun menegakkan kembali badannya"


"jika mobil jeremy tak terlihat lagi di kamera pengawas, alarm sekali akan di bunyikan oleh tim mekanik. untuk menandakan bahwa karyawan wanita boleh melakukan aktifitas bebas di dalam perusahaan."


wiiiiiiiiiiiiiiiiwwwww... "alarm berbunyi"


"para karyawan wanita pun menunjukkan batang hidungnya."


huhh.. "dasan mengeluarkan napas lewat mulut."


pacaaaarrr.. "pekik nana sembari berjalan menghampiri dasan"


"Dasan berlari ke arah nana dan dengan cepat menarik tangan nana membawa nana keruangan nya."


"setelah sampai di ruang kerja dasan."


waaaahhh.. ternyata ruang kerja kamu gede juga yaaaa..


"tanya nana kagum"


kenapa kamu kesini ?!


tadi kan saya sudah bilang tunggu di dalam mobil.


"memberi intonasi kata "tunggu di dalam mobil" dengan nada penuh tekanan."


suruh siapa kamu lama banget, "nana melengos"


lagian siapa coba yang tahan nunggu ampe 2 jam ! "melanjutkan kalimatnya sembari mengerucutkan bibirnya"


tadi kan saya sudah bilang, saya ada kerjaan. "dasan bicara dengan nada ringan"

__ADS_1


aku mau pulang !


"cetus nana acuh"


pulang ?!


ya tuhaaaaann.. bahkan saya belum memikirkan anak ini harus di antar kemana.


"dasan memejamkan mata sembari duduk di tepi meja kerjanya."


setelah berfikir beberapa menit


ayo..


"dasan berdiri dan berjalan keluar dari ruangannya"


"nana pun mengikuti dari belakang tanpa bicara."


"mereka emang pasangan yang serasi..


gumam mira dalam hati saat melihat dasan dan nana berjalan melewatinya."


emm.. pak..


oh.. iya mir, ada apa ?


"jawab dasan lalu menghentikan langkah kakinya."


bapak sudah mau pulang ?


"tanya mira dengan nada hati-hati"


iya.. "dasan menganggukkan kepalanya pelan"


ada apa ? "melanjutkan kalimatnya"


mira melirik jam di tangannya.


ini kan sudah jam 4, berarti kantor sebentar lagi tutup.


"dasan seolah bisa membaca pikiran mira, sebelum mira menjelaskan lebih lanjut dasan sudah memberi jawaban."


iya..

__ADS_1


kalau ada berkas-berkas atau dokumen yang harus saya urus, kamu letakkan di meja kerja saya saja ya. setelah mengantar sandra pulang, saya akan kembali kesini.


bapak mau lembur ?


mungkin..


oh.. baik kalau gitu pak.. terimakasih.. "mira membungkukkan badan."


"dasan pun pergi bersama nana"


"di sepanjang perjalanan dasan terus berfikir akan dibawa kemana nana nantinya"


kalau saya bawa ke apartemeeeeeenn ??


ah.. gak mungkin ! "Dasan menggelengkan kepala"


apalagi sekarang mamah ada di sana, bisa bahaya..


"gumam dasan dalam hati"


tapi gak mungkin juga saya antar dia pulang kerumahnya. dia kan hanya tinggal sendirian. "tambahnya"


huuuhhh.. "dasan membuang napas dari mulut membuang kebimbangan."


apa sayaaaaa.... ah.. tidak ada pilihan lain !!


"setelah dirasa mendapatkan ide bagus, dasan membanting stir memutar arah."


kiiiikkk.. "suara ban mobil berdecit karena bersentuhan dengan rem. mobil berhenti di sebuah pintu gerbang yang menjulang tinggi."


tiiiiid.. "dasan membunyikan klakson. tidak lama pintu gerbang itu pun terbuka."


selamat sore pak..


"sapa satpam penjaga gerbang"


sore pak.. "jawab dasan ramah"


tuan jeremy sudah pulang ?


"tanya dasan kepada satpam penjaga"


"ya.. sekarang dasan sudah ada di kawasan istana jeremy. ia membawa nana ke rumah jeremy karena dipikirannya tidak ada pilihan lain."

__ADS_1


__ADS_2