Terpaksa Menikahi Sang Dokter

Terpaksa Menikahi Sang Dokter
Penyesalan Liam


__ADS_3

Alessia dan Leon melihat Cassy di hadapan mereka.


"Cassy" ujar Leon pelan.


"Leon kamu kemana saja, ayo temani aku makan. Aku lapar Leon" ujar Cassy dengan manja.


Leon merasa dalam situasi yang tidak enak, dia melihat Alessia hanya diam.


"Leooon ayo dong, pasienmu ini biar diurus suster aja. Ngapain sih kamu repot repot dorong pasien ini" kata Cassy berpura pura tak tau siapa Alessia.


"Cas kenalkan ini Alessia istriku" kata Leon memperkenalkan Alessia pada Cassy.


"Up's maaf... aku tak tau kalau kamu istri Leon, aku kira kamu pasien pasien Leon yang seperti biasanya" kata Cassy berpura pura merasa bersalah.


Alessia terpaksa tersenyum melihat Cassy, dia ingin menangis tapi dia menahan air matanya.


"Ooh iya perkenalkan aku Cassy calon istri dokter Leon" Cassy mengulurkan tangannya di depan Alessia.


Alessia melihat tangan Cassy yang menggantung di depannya, Alessia membalas uluran tangan Cassy.


"Maaf aku koreksi sedikit dengan kata katamu. Kamu mantan calon istri dokter Leon dan tentu kamu sudah tau kan siapa aku, aku adalah istrinya dokter Leon" balas Alessia dengan senyuman diwajahnya yang pucat.


"Iya.. iya maafkan aku yaa, aku ga sengaja mengucapkan itu. Tolong jangan salah paham, ooh iya Alessia bisa aku pinjam dokter Leon untuk menemani aku makan? Boleh kan Alessia, aku sangat kelaparan nih"


"Suamiku bukan barang yang bisa dipinjam pijamkan. Aku sebagai istri dokter Leon sebenarnya tidak keberatan tapi aku tanya suamiku dulu yaa.. Alessia menolehkan kepalanya ke belakang kursi roda melihat Leon....


Bagaimana suamiku apakah kamu mau pergi menemani dia makan?" tanya Alessia dengan perasaan was-was dia takut Leon akan mengatakan iya.


Leon melihat Alessia lalu melihat ke arah Cassy.


"Maaf Cassy aku tak bisa menemani kamu makan, kamu makanlah sendiri" kata Leon dengan datar.


"Tapi.. tapi Leon...


"Cassy apa perkataan suamiku kurang jelas? Apa perlu aku mengulangi perkataan suamiku lagi?"


"Tidak perlu Alessia... kapan kapan kita makan bertiga yaa direstoran kesukaan kita dulu yaa Leon... Cassy tersenyum melihat Alessia dan Leon... aku pergi dulu, sampai jumpa lagi"


Cassy melangkah kan kakinya dengan percaya diri pergi dari hadapan Leon dan Alessia. Dia sebenarnya sangat malu tak menyangka Leon lebih memilih Alessia dibandingkan dia.


"Kamu jadi ketaman?" tanya Leon.

__ADS_1


"Tidak usah aku mau kembali ke kamar aja, aku ingin muntah lagi" kata Alessia dengan dingin sekarang dia yang tiba tiba merasa mual.


Leon melirik diujung ruangan, disana ada Liam yang melihatnya dengan tajam. Apa maksud ini semua? Apa ini semua rencana Liam untuk mempertemukan Alessia dan Cassy secara langsung seperti ini?


Sudah lima hari Alessia di rumah sakit, keadaannya semakin membaik tapi tidak dengan hubungannya dengan Leon. Alessia masih terus bersikap dingin pada Leon, walau Leon bersikap baik dan hangat padanya.


Bella datang kerumah sakit mengunjungi Alessia dan selalu menemani Alessia jika Leon sibuk dengan perkerjaannya sebagai dokter. Liam tak pernah masuk ke dalam ruangan Alessia menunggu diluar, dia tak ingin Alessia ketakutan bila bertemu dengannya.


Tapi sekarang dia terpaksa masuk ruang rawat Alessia karena mama nya Bella memanggilnya.


"Liam tolong temani sebentar kakak iparmu yaa... mama mau ke mini market sebentar aja dan kamu jangan berisik Ale sedang tidur" kata Bella.


"Tapi ma..


"Ga ada tapi tapian Ale sedang mengandung keponakanmu loh"


Liam terpaksa menuruti mamanya, dia melihat Alessia tertidur dengan sangat cantik. Seandainya dia yang dijodohkan dengan Alessia tentu Alessia tak akan seperti ini. Dia sangat kesal dengan kelakuan kakaknya Leon yang menyiayiakan Alessia hanya demi seorang wanita seperti Cassy.


Alessia bangun dari tidur nya dan sangat terkejut melihat ada Liam disana.


"Kamu... ngapain disini?" Kata Alessia dengan ketakutan.


"Maafkan aku" kata Liam sambil berlutut di depan ranjang Alessia.


"Aku minta maaf padamu Ale... aku salah pernah melakukan pelecahan padamu. Aku memohon maaf padamu" kata Liam dengan sangat menyesal.


"Aku tak pernah menyangka kamu tega berbuat itu padaku. Aku ini kakak iparmu"


"Saat itu kamu bukan kakak iparku dan aku akui aku salah padamu Ale..."


"Tapi tak seharusnya kamu melakukan itu padaku"


"Maafkan aku"


"Hanya kata maaf itu yang bisa kamu ucapkan, hanya kata maaf... setelah perbuatanmu aku selalu ketakutan. Gara gara kamu aku selalu pingsan, perbuatanmu sangat membuatku...."


"Maaf Ale.. Aku mohon maafkan aku..."


"Aku tak bisa menjawab permintaan maafmu, aku tak bisa"


"Aku harap suatu saat kamu bisa memaafkan aku, aku tak akan pernah mengulangi kesalahan yang sama"

__ADS_1


Alessia hanya diam melihat wajah Liam. Wajah Liam terlihat sangat menyesal atas apa yang dia perbuat.


"Alessia aku ingin memberikan mu sesuatu...


Liam mengeluarkan amplop coklat dan menaruhnya di samping meja ranjang Alessia.


"Apa itu?" tanya Alessia.


"Disini ada sesuatu yang penting tentang kak Leon. Jika kamu mempercayai kak Leon jangan pernah membuka amplop ini tapi jika kamu tak percaya silahkan dibuka"


"Aku tak memerlukannya, aku selalu percaya dengan suamiku"


"Baguslah jika memang seperti itu. Aku pergi dulu, jika mama mencari ku disini bilang saja saat kamu bangun tak melihatku" kata Liam lalu meninggalkan Alessia.


Leon tak sengaja melihat Liam keluar dari ruang rawat Alessia, wajah Liam terlihat begitu sedih. Apakah benar adiknya mencintai istrinya sampai begitu membuat Liam terluka.


Seandainya dulu sebelum dia menikah dengan Alessia, Liam menentang perjodohan dia dan Alessia tentu keadaan tak akan seperti ini tapi sekarang keadaan sudah berbeda. Dia juga tak bisa merelakan Alessia pada Liam, Alessia adalah istrinya tak akan dia melepaskan Alessia apa lagi Alessia sedang mengandung anak mereka.


Leon dengan emosi mendekati Liam.


"Apa yang kamu lakukan disini!! Bukannya aku menyuruhmu untuk menjauhi istriku" kata Leon dengan suara pelan. Dia di rumah sakit tak ingin reputasinya bisa rusak karena bertengkar dengan adiknya sendiri.


"Tapi kakak masih berhubungan dengan wanita itu jadi aku juga akan mendekati Alessia"


"Dia sedang mengandung anakku!!! Apa kamu tidak punya aturan mendekati kakak iparmu sendiri"


"Kak jika kakak memang masih mencintai wanita itu dan ingin kembali padanya tinggalkan Alessia"


"Sudah ku katakan, Alessia adalah istriku"Leon geram mendengar kata kata Liam.


"Iya dia sekarang istrimu karena tidak tau kamu sudah berselingkuh dengan Cassy tapi kalau dia tau hal yang sebenarnya tentang hubunganmu dengan Cassy.... Aku akan senang hati menjadi ayah dari anak yang Alessia kandung. Lagi pula anak Alessia adalah keponakanku, masih garis keturunan darah keluarga Geraldo"


"Liam!!!" Bentak Leon dengan keras.


Suara Leon yang agak keras menarik perhatian orang di sekitar mereka. Leon menjadi salah tingkah lalu dengan tajam melihat Liam.


"Jangan marah marah dan meninggikan suaramu kak. Jangan sampai orang lain tau tentang perselingkuhanmu, nanti reputasimu sebagai dokter hebat dan sayang istri bisa hancur"


"Aku tak akan pernah membiarkanmu mendekati Alessia. Alessia adalah istriku"


"Hahaha kamu lucu sekali kak, kamu tak akan bisa bersama dengan kedua wanita. Tentukan pilihanmu atau aku yang akan menjadi suami Alessia"

__ADS_1


Liam meninggalkan Leon dengan santai, dia hanya memprovokasi Leon saja agar sadar kalau Alessia adalah istrinya. Dia tak ingin egois jika memang Alessia bahagia dengan kakaknya, dia akan merelakannya tapi jika Alessia tak bahagia dia akan memperjuangkan Alessia.


•*•*•*•*•*•*•*•*•*•


__ADS_2