
Di dalam mobil Alessia dan Leon hanya saling diam...
Begitu tiba dirumah Alessia langsung keluar dan membanting pintu mobil dengan keras. Leon hanya bisa menahan amarahnya, dia tak boleh bersikap kasar pada Alessia. Alessia sedang mengandung anaknya dia harus mengerti dengan mood Alessia.
"Ale..." panggil Leon dengan lembut.
"Apa?"
"Jangan pernah keluar dengan lelaki lain selain dengan aku yaa"
"Kalau aku ga boleh keluar dengan laki laki lain trus kamu apa dong? Kamu aja keluar dengan wanita lain"
"Ale... Cassy hanya temanku"
"Leon... Steve juga hanya temanku"
"Tapi Steve berbeda dia menyukaimu"
"Tapi Steve bukan mantan kekasihku yang gagal menikah, beda dengan si Cassy Cassymu itu"
"Aku salah.. aku minta maaf"
"Hadeh bosen dengerin kata kata maafmu, dulu juga begitu hanya makan siang lalu minta maaf. Begini terus aja sampe upin upin kuliah"
Leon merasa geli sendiri mendengar perkataan Alessia. Dia tau istrinya sedang cemburu pada Cassy.
"Hanya kamu yang aku cintai"
"Halah gombal... udah bosen aku makan gombalmu"
"Apa yang perlu aku buktikan rasa cintaku padamu Ale... belah saja dada ku agar kamu tau hatiku hanya milikmu"
"Sumpah aku tiba tiba mau muntah mendengar kamu berkata seperti itu" kata Alessia menahan tawanya. Perkataan Leon membuatnya tak habis pikir, Leon yang dingin bisa berkata seperti itu padanya.
"Ale... maafkan aku kemarin malam sudah salah paham tentangmu dan Liam tapi aku juga kecewa padamu"
Alessia melihat Leon kenapa suaminya bisa kecewa.
"Maksudmu?"
"Aku kecewa kamu tidak memberitahu aku tentang temanmu, kalau aku tau tentu aku akan menolongmu. Untung saja ada Liam disana jika tak ada Liam entah apa yang akan terjadi tapi kenapa.. kenapa harus Liam yang membantumu"
Alessia merasa tak enak sendiri mendengar perkataan Leon, harusnya dia menghubungi Leon bukannya dia pergi begitu saja menghampiri Joy tanpa memikirkan resikonya. Untung saja ada Liam jika tak ada Liam entah seperti apa dia sekarang.
"Leooon aku kira kamu ga peduli dengan teman temanku" ujar Alessia pelan.
"Aku peduli Ale.. jika itu menyangkut kamu, aku tentu saja peduli"
"Maaf Leon...
"Aku juga minta maaf Ale... jika nanti Cassy mengajak makan lagi, aku akan memberitahu kamu. Aku merasa bersalah pada Cassy"
"Merasa bersalah kenapa?"
"Aku tau dia menerima sejumlah uang dari papa untuk meninggalkan aku, aku tau semuanya...
Alessia kaget Leon mengetahui kalau Luis memberikan uang pada Cassy.
"Karena Cassy menerima uang dari papa, hidup dan karirnya jadi berantakan, seharusnya dari dulu aku bersikap tegas pada hubungan kami. Aku tau hubungan kami tak punya harapan tapi aku tak bisa begitu saja meninggalkan Cassy"
__ADS_1
"Lalu kamu mau bagaimana sekarang..."
"Aku sebelumnya mau minta maaf padamu Ale.. dulu aku sering berhubungan intim dengan Cassy, saat Cassy pergi meninggalkan aku ternyata dalam keadaan hamil tapi keguguran. Aku merasa sangat bersalah padanya"
Alessia tak bisa menahan air matanya...
betapa sakitnya hati Alessia mengetahui bahwa mantan kekasih Leon pernah mengandung anak suaminya..
"Aku mohon maaf padamu Ale..."
"Pergilah Leon... kembalilah pada Cassy"
"Tidak Ale.. hanya kamu istriku bukan Cassy dan aku hanya mencintaimu, aku tak mencintai Cassy"
Leon memeluk Alessia...
Alessia hanya diam dalam pelukan Leon...
*******************
Sudah seminggu Alessia tak bersemangat, dia jadi lebih diam saat berhadapan dengan Leon. Dia kecewa Leon pernah menghamili Cassy, dia kira hubungan mereka tidak sampai sejauh itu. Pantas saja Leon sulit untuk melupakan Cassy.
"Ale.. aku berangkat dulu yaa, kamu jadi kuliah?" Tanya Leon saat berpamitan pada Alessia.
"Jadi minggu depan aku udah ujian akhir semester"
"Kamu semester berapa sih?"
Alessia tersenyum, Leon tak tau dia kuliah semester berapa? Jangan jangan Leon juga ga tau dia ambil jurusan apa?
"Aku semester 5"
"Kamu sekarang semester 5 berarti sebentar lagi kamu wisuda yaa tapi kamu juga sebentar lagi melahirkan loh Ale... aku mau cuti kuliah dulu"
"Tidak ada tapi tapian setelah selesai ujian akhir semester ini kamu ambil cuti" Leon melihat Alessia dengan tajam.
"Iya baiklah"
"Aku senang kalau kamu menurut Ale"
"Dan aku sangat kesal jika kamu masih saja berhubungan dengan wanita sialan itu" kata Alessia dalam hatinya.
Alessia hanya melihat mobil Leon pergi menjauh dari rumah. Dia bersiap siap untuk kekampus, dia ingin bertemu dengan para sahabatnya.
Setelah selesai mengikuti kuliah Alessia bersama Wendy duduk di taman.
"Ale berapa bulan lagi lo melahirkan?"
"Sekarang kandungan gue udah 5 bulan paling 4bulan lagi lahiran"
"Tapi kenapa wajah lo ga semangat gitu Le"
"Gue lagi kecewa nih sama laki gue"
"Gara gara si pelakor itu lagi yaa"
"Iya tapi Joy kemana?"
"Joy kayaknya ga kuliah lagi Le, dia juga malu sama lo. Dia cerita ke gue kalau dia merasa bersalah ke lo. Gue juga ga tega sama dia Le, dia pintar tapi sayang faktor ekonomi"
__ADS_1
Alessia kembali diam, sekarang dia sedang tak bersemangat. Alessia mengemudikan mobilnya dengan perlahan tapi tiba tiba ban mobil kempes.
"Yaa ampun kenapa kayak gini amat sih nasib gue" ujar Alessia kesal saat melihat ban mobilnya kempes.
"Gue telepon bengkel aja deh" Alessia mengambil ponselnya lalu melihat ada mobil berhenti di depan mobilnya.
Alessia melihat Liam keluar dari mobilnya sendiri dan tersenyum melihat Alessia.
"Hai kakak ipar kenapa mobilnya?" tanya Liam.
"Bannya kempes"
Liam tanpa banyak bicara mengganti ban mobil Alessia dengan cepat. Alessia melihat Liam, kakak dan adik sama sama mempunyai wajah yang rupawan.
"Nah udah selesai" kata Liam dengan puas melihat ban Alessia sudah dia ganti.
"Terima kasih yaa atas semuanya dari di club sampe ban nya"
"Ga hubungi kak Leon?"
"Males ah Leon begitulah...
"Alessia apa kamu ga bahagia dengan kak Leon?"
"Aku bahagia kok"
"Baguslah jika kamu bahagia, aku selalu ingin melihatmu bahagia"
"Jika kamu ga bahagia aku bisa membahagiakan mu Alessia" ujar Liam dalam hatinya.
Mereka saling diam untuk sesaat, merasa canggung dengan keadaan mereka sekarang ini.
"Kalau begitu aku pergi dulu yaa... mobilmu juga sudah beres" kata Liam lalu berjalan ke mobilnya.
"Kenapa?" tanya Alessia.
Liam berbalik melihat Alessia dengan heran.
"Ada apa Ale?"
"Kenapa kamu yang selalu ada untuk aku?"
"Mungkin kita berjodoh" kata Liam melihat Alessia dengan serius.
"Kamu bisa aja yaa bercandanya. Kita tak mungkin berjodoh"
"Tapi jodoh tidak ada yang tahu kan?"
"Jangan berkata seperti itu Liam, kamu tidak boleh seperti itu... kamu adik iparku dan perasaan itu tidak boleh ada dihatimu"
Liam menarik nafasnya, dia ingin mengatakan tentang perasaannya yang sebenarnya pada Alessia.
"Jika kamu butuh aku, ini nomor ponselku. Kapanpun aku akan selalu ada untuk kamu...
Ooh iya Ale apa kamu sudah melihat amplop yang dulu pernah ku berikan?" tanya Liam.
"Aku belum membukanya"
"Jangan pernah kamu membukanya jika kamu yakin dengan kak Leon. Semoga kamu bahagia Ale" kata Liam dan pergi meninggalkan Alessia.
__ADS_1
Alessia terdiam, dia sangat ragu pada Leon tapi dia juga takut jika dia buka amplop yang diberikan Liam dia tak akan lagi percaya pada Leon.
•*•*•*•*•*•*•*•*•*•*•