
Bella masih mencurigai Liam mempunyai perasaan khusus pada Alessia. Bella pulang ke rumah langsung mencari Luis di ruang kerja suaminya untuk membahas tentang Liam tapi Luis tidak ada. Bella tanpa sengaja melihat sebuah amplop putih di laci meja suaminya yang terbuka bernama Alessia.

)
Bella menjadi penasaran dengan amplop tersebut dan membukanya.
(Ada dipart 34 : aku terluka jika kamu terluka)
Dear Alessia.
Sebelumnya aku meminta maaf atas semua yang pernah ku lakukan padamu. Aku tidak ada niat sama sekali untuk menyakitimu, aku memang berkerja sama dengan Cassy untuk memisahkan kamu dan Leon tapi melihatmu begitu terluka ternyata aku melakukan perbuatan yang salah.
Aku menyakiti wanita yang begitu berarti dalam hidupku, tentu kamu bingung kenapa kamu begitu berarti dalam hidupku. Aku mencintaimu Alessia... aku yang lebih dulu mencintaimu dari pada Leon tapi aku sadar kalau aku terlambat hatimu dan cintamu telah di miliki kakak kandungku sendiri Leon.
Maafkan aku yang telah berani mencintaimu... Jangan merasa terbebani dengan perasaanku ini, aku terlalu pengecut untuk mengatakan dengan langsung tentang perasaanku padamu, hanya lewat surat ini aku bisa mengungkapkan segalanya.
Aku terluka jika kamu terluka dan aku bahagia jika kamu bahagia. Hiduplah dengan bahagia bersama Leon dan Hanna.
Liam Geraldo
Bella sangat terkejut membaca surat Liam, dia tak menyangka kecurigaannya ternyata benar. Dia sangat sedih anak anaknya mencintai wanita yang sama.
"Bella apa yang kamu lakukan di ruang kerjaku?" Ujar Luis terkejut melihat Bella memegang surat dari Liam.
"Apa kamu tau semua ini Luis?" Kata Bella tak percaya.
"Iya aku tau dan aku memang sengaja tidak memberikan surat tersebut pada Alessia"
"Kenapa?"
"Kamu pikir hubungan mereka akan baik baik saja jika Alessia mengetahui kalau adik iparnya mencintainya? Apa kamu tidak memikirkan perasaan Leon jika dia tau kalau Liam adik kandungnya mencintai istrinya?" Ujar Luis dengan emosi pada Bella.
Bella meremas surat Liam.
"Liam sudah melepaskan Alessia untuk hidup bahagia dengan Leon. Liam memang tidak seharusnya dengan Alessia" kata Luis dengan tegas.
"Aku pun akan melakukan seperti yang kamu lakukan suamiku. Kita bakar saja surat ini, tak baik jika Alessia sampai membacanya" ujar Bella mendukung keputusan suaminya.
__ADS_1
"Bagaimana jika Alessia dan Hanna pindah di rumah kita agar lebih mudah mengawasi mereka dan kita bisa mengontrol Liam" Ujar Luis memberikan saran pada Bella.
"Tapi kalau mereka satu rumah bukannya akan memudahkan Liam mendekati Alessia" Bella ragu dengan ke putusan Luis.
"Jika berbeda rumah pasti Liam akan dengan mudah datang ke rumah Alessia dan kita tidak setiap saat mengawasi mereka kan tapi beda kalau di rumah. Ada kamu atau aku juga asisten rumah tangga jadi Liam akan berpikir lagi untuk mendekati Alessia. Alessia sekarang dalam keadaan rapuh takut dia di perdaya Liam, kamu tau sendiri Liam saja bisa berkerja sama dengan Cassy tanpa kita duga" kata Luis mengingat betapa pintar dan licik putra bungsunya.
"Benar juga kamu Luis. Baiklah aku akan mengatakan pada Alessia agar pindah ke rumah kita"
"Aku serahkan semuanya padamu Bella, ini semua demi kebaikan Liam" ujar Luis melihat Bella istrinya dengan serius.
Luis mengakui kalau Liam memang pintar dan cocok jadi penerus GL company. Liam handal dalam berbisnis dan memiliki jaringan mafia yang kuat, tak salah istrinya dulu menyarankan kalau Liam lah yang menjadi penggantinya.
Akhirnya Alessia dan Hanna pindah ke rumah Bella dan Luis. Mereka beralasan tak baik jika wanita tanpa suami tinggal sendirian di rumah. Mereka juga memberikan alasan supaya Alessia bisa fokus keadaan Leon dan Hanna ada yang mengawasi tidak hanya baby sitter atau asisten rumah tangga.
Untungnya Alessia menyetujui rencana Bella dan Luis. Alessia tak sanggup jika harus berada di rumah dan kamar mereka yang penuh dengan kenangan indah.
Liam awalnya tidak menyetujui rencana orang tua nya tapi mengingat alasan orang tua nya bisa di pahami, dia dengan terpaksa satu rumah dengan Alessia tapi selalu ada Bella atau asisten rumah tangga di dekat Alessia.
*************
2 bulan kemudian...
Tanpa terasa sudah dua bulan Leon koma dan Alessia masih setia dan tanpa lelah setiap hari menemani Leon. Dia sering mengajak Leon berbicara tentang kenangan kenangan indah mereka berdua.
Alessia sudah bertanya pada Luis dan Bella untuk membawa Hanna bertemu Leon, Hanna sangat merindukan papanya.
"Mama hali ini jadi kan ketemu papa, atu ga nakal, atu juga makan banyak, atu juga ga cengeng lagi" celoteh Hanna dengan bibir mungilnya.
"Jadi dong kita ketemu papa, anak mama makin pinter yaa sekarang" ujar Alessia dengan gemas mencubit pelan hidung Hanna.
Liam mengantarkan Alessia, Hanna juga Bella ke rumah sakit.
"Sayang... aku membawa Hanna" ujar Alessia sambil menggendong Hanna.
"Papa" ujar Hanna dengan bahagia melihat Leon.
Tapi Leon hanya diam tak menunjukan reaksi apapun.
"Mama kok papa tidul telus ga mau bangun" tanya Hanna dengan bingung.
__ADS_1
"Itu apa?" tunjuk Hanna melihat alat alat yang berada di tubuh Leon.
"Hanna sayang papa lagi sakit jadinya tidur terus dan ini semua alat alat punya dokter agar papa bisa cepat sembuh" ujar Alessia memberikan pengertian agar mudah di mengerti untuk anak berusia 2 tahun.
"Papa bangun... atu tangen cama papa, atu mau main cama papa, bangun pa jangan tidul telus" ujar Hanna menggoyang goyang kan tangan Leon.
Alessia merasa sangat sedih mendengarkan perkataan Hanna, dia menahan air matanya agar tidak menangis di depan putrinya.
"Papa hiks... hiks... bangun papa... papa..." Hanna menangis saat Leon tak kunjung bangun.
Liam dan Bella yang berada di sana dan melihat hal tersebut ikut merasakan kesedihan Hanna.
"Papa bangun atu janji ga akan nakal lagi kalau papa bangun, papa bangun" ujar Hanna masih menangis.
Hanna melihat Bella dan Liam dan menghampiri Bella "Oma ayoo bantu atu bangunin papa."
Alessia tak kuasa lagi menahan air matanya, dia menangis melihat betapa rindunya Hanna pada Leon. Begitu juga Bella dia juga menangis mendengar perkataan cucunya.
"Mama kenapa nangis, mama jangan cedih" ujar Hanna mendekati Alessia lagi.
"Papa bangun lihat ini mama nangis, papa jahat buat mama nangis" Hanna menangis makin kencang.
"Atu ga mau ketemu papa lagi, papa jahat ga mau bangun" Hanna menjauhi ranjang Leon.
"Hanna jangan begitu nak. Papa... papamu lagi....
Alessia tak sanggup meneruskan kata kata nya lagi, dia menangis dengan pilu.
Liam tak tega melihat itu lalu mendekati Hanna dan menggendong gadis kecil itu.
"Hanna jangan nangis lagi yaa... yuk ikut om, kita beli jajanan di minimarket" ujar Liam dengan lembut.
Hanna menuruti perkataan Liam saat mereka akan meninggalkan ruang rawat Leon. Terdengar suara lemah seorang pria dari ranjang rumah sakit.
"Ha..nna" ujar Leon suara lemah dan membuka sedikit matanya.
Betapa kagetnya mereka melihat hal tersebut. Tim dokter langsung masuk ke ruang rawat Leon dan memeriksa keadaan Leon yang baru tersadar dari koma nya.
Alessia, Bella dan Liam menunggu di luar ruang rawat Leon.
__ADS_1
"Sayang akhirnya kamu sadar" ujar Alessia menangis bahagia. Akhirnya setelah dua bulan akhirnya Leon sadar dari koma nya.
**************