Terpaksa Menikahi Sang Dokter

Terpaksa Menikahi Sang Dokter
Mengikuti Leon


__ADS_3

Leon pergi ke GL company untuk menemui Liam.


"Kak ada apa kesini" kata Liam menyambut Leon.


"Sudah ku katakan jangan pernah bertemu dengan Ale lagi" kata Leon dengan marah.


"Aku tak berniat bertemu dengannya tapi aku tak sengaja bertemu dengan Ale"


Liam menceritakan tentang kejadian Alessia di club malam yang hendak menolong teman Joy. Leon memang tau Alessia mempunyai 2 orang sahabat tapi dia tak tau persis nama nama mereka.


"Kak apa sebagai suami kamu begitu tidak pedulinya tentang pertemanan Ale sampai kamu tidak tau siapa saja teman teman Ale"


Leon terdiam dia hanya memikirkan dirinya sendiri tak memikirkan orang orang disekitarnya.


"Bukan urusanmu" sahut Leon dengan kesal dan pergi meninggalkan Liam.


Dirumah sakit Leon tidak fokus dengan perkerjaannya. Tiba tiba Cassy datang disaat Leon sedang gusar.


"Hai Leon bisa kamu menemani aku makan, aku butuh teman nih" kata Cassy.


"Aku tak bisa Cas, nanti istriku bisa salah paham"


"Hanya makan Leon tak lebih... ayoo lah temani aku"


"Baiklah hanya sebentar soalnya aku sibuk"


Cassy tersenyum, Leon memang sangat baik selalu tak bisa menolaknya.


Alessia berada dirumah merasa resah sendiri, entah mengapa dia ingin menemui Leon dirumah sakit. Alessia bergegas untuk menemui Leon tapi saat dia sampai dirumah sakit, dia melihat Leon pergi dengan Cassy.


"Mereka kemana yaa? Bukannya Leon bilang kalau dia tak punya hubungan dengan Cassy" kata Alessia pada dirinya sendiri.


Alessia mengikutin kemana mobil Leon... akhirnya Leon dan Cassy ke sebuah mall.


"Ngapain mereka ke mall? Aku ikutin akh"


Alessia mencari jejak Leon dan Cassy. Memang tidak mudah mencari mereka ditempat keramaian seperti ini.


"Alessia..." panggil Steve.


"Steve.. apa kabarmu" kata Alessia.


"Aku baik baik saja, hmm kamu hamil yaa?"


"Bukan aku bukan hamil tapi busung lapar" sahut Alessia.


Steve tertawa mendengar perkataan Alessia.


"Ngapain kamu disini Steve?" tanya Alessia.


"Jalan jalan aja dan kamu?"


"Aku sedang mengikuti suamiku, dia lagi pergi dengan mantan pacarnya"


"Mau aku temani?"

__ADS_1


"Tidak usah" ujar Alessia tak enak.


"Dua orang lebih baik dari pada cuma satu orang Ale.. aku bantu deh biar aku bisa ikut menghujat suamimu itu, aku masih kesal dia pernah memukulku" ujar Steve dengan semangat.


"Iiiis kok kamu yang kayaknya semangat banget sih"


"Ayoo lah nanti aku viralin nanti aku kirim ke akun gosip"


"Hahaha ayo lah kita cari"


Mereka berjalan berdua mencari Leon dan Cassy.


Alessia merasa kelelahan dia sedang berbadan dua, rasanya begitu lelah berjalan mengelilingi mall tanpa tujuan.


Akhirnya Steve dan Alessia memutuskan untuk mampir di salah satu restoran.


Setelah memesan beberapa makanan di menu restoran, mereka pun terlibat pembicaraan lagi.


"Ale tau ga waktu aku dengar kabar kamu menikah dengan dokter kaku itu, hatiku retak loh"


"Hahaha sekarang setelah kamu melihat perutku buncit begini masih retak ga hatimu itu? Steve.. Steve.. banyak loh pada gadis gadis mendekatimu"


"Biasalah aku memang sering dikejar banyak wanita"


"Hahaha nagih kamu banyak hutang kali makanya dikejar kejar"


Mereka tertawa dan saling bercanda berdua.


"Eeh gimana yaa kalau suamimu tau kamu sama aku, aku pasti sangat senang melihat wajahnya marah kayak dulu"


"Tapi suamimu keberatan ga yaa?" kata Steve dengan penasaran.


"Tentu saja keberatan" sahut Leon yang sudah berdiri tegak dihadapan mereka.


Alessia dan Steve melihat Leon, Alessia bingung dia seperti baru saja ketahuan berselingkuh.


"Apa yang kamu lakukan disini Ale?" tanya Leon dengan marah.


Alessia dan Steve saling berpandangan lalu Alessia melihat Cassy. Terlihat wajah Cassy tak suka melihat perut Alessia yang membuncit.


"Aku tidak sengaja bertemu Steve disini" kata Alessia. Tapi dia sejenak terdiam, seharusnya dia yang menanyakan kenapa Leon bersama Cassy, mengapa mereka pergi berduaan.


"Lalu kamu sendiri ngapain disini bersama dia" balas Alessia.


"Aku hanya makan siang dengan Cassy tak lebih dari itu" jawab Leon.


"Kalau begitu aku juga sama seperti jawabanmu makan siang dengan Steve tak lebih dari itu" balas Alessia lagi lalu berdiri dari kursinya.


"Makan siang denganku saja" sahut Leon.


"Ga usah kamu kan habis makan siang sama dia buat apa makan siang denganku"


Leon menjadi salah tingkah, dia tadi tak sengaja melihat Alessia bersama Steve lalu dia menghampiri Alessia saat dia akan membayar makanannya tapi sekarang dia tersudut seperti ketauan selingkuh oleh istrinya.


"Maaf yaa Alessia, Leon hanya menemani aku makan saja. Kamu jangan salah paham yaa tentang hubungan kami" kata Cassy berpura pura menyesal.

__ADS_1


"Terima kasih yaa Cassy sudah menemani suamiku makan. Sayang lain kali makan bersama dong biar lebih seru jangan hanya berduaan saja" kata Alessia dengan manja pada Leon dan memandang Cassy dengan tatapan merendahkannya.


Cassy menahan emosinya, dia tak suka pandangan Alessia yang seakan merendahkannya.


"Kita pulang" kata Leon lalu menarik tangan Alessia.


Tapi Cassy menahan tangan Leon.


"Leon kok gitu sih kamu kan pergi bersamaku, masa pulang sama Alessia sih. Kan kasian teman pria nya Alessia tuh" kata Cassy sambil menunjuk Steve.


"Steve kamu bisa pulang sendirikan" tanya Leon pada Steve dengan kesal.


"Iya.. aku bisa pulang sendiri" sahut Steve yang mengerti keadaan yang ada.


"Suamiku sayang katanya mau pulang... ayo kita pulang" balas Alessia tak mau kalah.


Cassy melihat Alessia dengan tajam seakan ingin mencakar Alessia, Alessia pun tak mau kalah dia membalas tatapan Cassy dengan tajam.


"Ooh iya Cassy kamu kan sudah besar bukan anak anak atau wanita manula, masa harus diantar pulang sama suami orang lain sih. Apa kamu ga ada uang buat bayar taksi? Nih aku bayarin" kata Alessia berpura pura mengambil dompetnya di dalam tas.


Leon dengan cepat merangkul pinggul Alessia membawa Alessia pergi dari restoran di mall tersebut, dia tak ingin Alessia bertengkar di dalam restoran dengan Cassy. Bisa malu nanti dia, apa lagi Alessia sedang hamil 5bulan.


Cassy melihat pemadangan itu dengan kesal, Alessia membuatnya terhina lalu Cassy melihat Steve. Steve melihat Cassy dengan heran, dia yakin ada maksud tersembunyi direncanakan oleh wanita itu.


"Hai perkenalkan nama ku Cassy" kata Cassy memperkenalkan dirinya pada Steve.


"Ooh... aku Steve"


"Aku ingin bicara denganmu" kata Cassy.


"Mau bicara apa?" tanya Steve.


"Apa hubunganmu dengan Alessia?"


"Hanya teman kuliah"


"Yakin hanya teman kuliah, aku pikir Alessia itu dulu nya kekasihmu. Kalian cocok loh" kata Cassy mencoba memancing Steve.


"Yang kelihatan cocok belum tentu berjodoh" jawab Steve dengan santai.


"Bagaimana kalau kita kerja sama memisahkan Alessia dan Leon" Cassy melihat Steve dengan serius.


Steve memperhatikan raut wajah Cassy, penawaran Cassy membuatnya tertarik.


"Dengan cara apa?" tanya Steve.


"Kalau kamu setuju mengikuti rencana ku, aku akan mengatakan semua rencanaku" pancing Cassy.


"Maaf Cassy... aku tak tertarik dengan istri orang apa lagi Alessia sudah hamil begitu dan kamu apa ga malu menganggu suami orang kayak ga ada laki laki lain saja sih" kata Steve melihat Cassy dengan jijik.


"Kamu kalau tidak tau tentang aku ga usah sok memberikan nasehat deh" jawab Cassy dengan ketus.


"Yaa sudah pergi sana.. makanku sudah datang" usir Steve.


Wajah Cassy memerah dia sangat malu diusir oleh pemuda yang umurnya dibawah dirinya.

__ADS_1


Bersambung......


__ADS_2