Terpaksa Menikahi Sang Dokter

Terpaksa Menikahi Sang Dokter
Liam kembali


__ADS_3

Alessia ke rumah sakit lagi untuk bertemu dengan Leon.


"Sayang aku datang lagi" ujar Alessia.


"Sayang bangun jangan tidur terus, Hanna mencarimu dia menangis mencari kamu" ujar Alessia dengan sedih mengingat putrinya terus menangis menanyakan Leon.


"Kalau kamu marah sama aku jangan diam seperti ini. Kamu boleh marah, kamu boleh bentak bentak aku tapi kamu jangan cuma diam aja seperti sekarang" ujar Alessia dengan mata berkaca kaca, dia menahan air matanya agar tidak jatuh di wajahnya.


"Aku mohon Leon cepatlah sadar... Aku janji akan lebih baik padamu... Bangun lah sayang"


Alana tak sanggup lagi berada di ruang ICU, dia memilih untuk keluar. Bella berada di depan ruang ICU bergantian masuk ke dalam melihat Leon.


"Leon... mama harap kamu segera sadar dari koma, anak dan istrimu juga papa dan mama menantikanmu nak"


Liam sudah tiba di Jakarta dia tidak memberitahukan Luis tentang ke datangannya. Dengan secepatnya menuju rumah sakit tempat di rawat kakaknya Leon.


Liam melihat ada Alessia di sana sedang menangis sendirian di depan ruang ICU. Dia ingin menghampiri Alessia.


"Hai kakak ipar" sapa Liam.


Alessia mendengar pria yang terasa familier dan suara yang tak asing lagi. Alessia mengangkat kepalanya melihat ke arah belakang...


"Liam!! Kenapa baru pulang sekarang lihatlah keadaan Leon.. dia.. dia koma" ujar Alessia dengan raut wajah yang sangat terluka.


"Tenang lah Ale... Aku sudah kembali sekarang ada aku disini" kata Liam memeluk Alessia.


"Leon... Aku tak sanggup kehilangannya, aku tak bisa hidup tanpa Leon" Alessia menangis dalam pelukan Liam.


Entah mengapa perasaannya sangat sakit mendengar Alessia tak hidup tanpa kakaknya.


"Jangan khawatir kakak pasti baik baik saja" ujar Liam pelan.


"Leon... hiks.. hiks.. Leon"


"Hanna bagaimana? Dengan siapa Hanna sekarang?"


"Hanna dengan pengasuhnya dan ada bi Susi di rumah"


Liam berusaha menenangkan perasaan Alessia yang terus saja menangis.


Bella keluar ruang ICU dan kaget melihat putra bungsu nya sedang memeluk Alessia, entah mengapa ada perasaan dalam hatinya.


"Liam? Benarkah itu kamu nak? Dan kenapa kamu memeluk Ale" kata Bella tak percaya.

__ADS_1


"Iya ma. Ini aku Liam anakmu" ujar Liam lalu dengan salah tingkah melepaskan pelukannya dari Alessia.


Alessia menjadi salah tingkah sendiri, dia khawatir ibu mertuanya salah paham.


"Kamu tak ingin melihat keadaan kakakmu yang terbaring koma di ruang ICU?" Ujar Bella dengan curiga.


"Iya ma"


Liam masuk ke ruang ICU.


"Ale kamu baik baik saja kan" tanya Bella.


"Aku tidak baik baik saja ma, aku tak bisa melihat Leon seperti sekarang" ujar Alessia lihir.


"Kamu mau pulang atau tetap di rumah sakit?" tanya Bella lagi.


"Aku masih ingin menemani Leon di sini ma"


"Kamu istirahat lah dulu pulang ke rumah. Kasian Hanna sendirian pasti mencarimu"


"Tapi ma..."


"Ga apa-apa di sini ada mama dan Liam. Kamu juga lagi banyak pikiran"


"Iya ma"


Liam berada di ruang ICU, dia tak menyangka kakaknya yang selalu mempunyai hidup sehat, tidak merokok, tidak minum minuman keras tapi bisa seperti keadaannya.


"Hai kak... Apa kabarmu?" Sapa Liam sedih.


"Kak kenapa ini bisa terjadi bukannya kakak selalu bilang ke aku untuk menjaga kesehatan tapi kenapa kakak bisa begini"


"Kak jangan jadi pria lemah seperti ini!! Mana kalakku yang dulu suka bertengkar bersama ku!! Mana kamu yang marah marah kalau aku mendekati istrimu. Mana kak... mana" ujar Liam menangis di samping ranjang Leon.


"Kak bangun kak!!! Kalau kakak masih seperti ini terus dan ga bangun bangun, jangan salahkan aku jika aku menggantikanmu"


Liam menarik napasnya...


"Bangun kak atau saat kamu bangun Alessia sudah tak bersamamu lagi"


"Aku akan datang lagi besok dan menantikan jawabanmu! Jadi kakak harus bangun!!" Ancam Liam pada Leon.


Liam keluar dengan mata merah, dia tak tahan melihat keadaan Leon. Liam berharap dengan dia mengancam akan merebut Alessia, Leon bisa bangun.

__ADS_1


Saat Liam keluar Bella sudah menunggunya dengan tatapan tajam. Bella memang sengaja menunggu Liam dan ingin mendengarkan penjelasan Liam dengan kejadian tadi.


"Ma ada apa melihatku seperti itu? Aku baru tidak dari New York dan langsung ke sini. Aku lelah ma" ujar Liam dengan tak bersemangat.


"Kamu lelah tapi masih bisa memeluk Alessia? Apa maksud dan tujuanmu yang sebenarnya Liam"


"Mama jangan salah paham, aku memeluk Alessia hanya untuk menghiburnya"


"Kamu yakin tidak mempunyai perasaan yang berbeda dengan kakak iparmu?"


"Ma aku memang mempunyai perasaan pada Alessia"


"Liam kamu!!" Bella kaget mendengar perkataan Liam. Ini tak boleh terjadi Alessia istri Leon merupakan kakak ipar Liam.


"Ma... kenapa kamu gampang sekali salah paham, aku memang mempunyai perasaan pada Alessia tapi bukan seperti yang mama kira. Aku ini adik ipar Alessia dan menyayanginya seperti kakakku sendiri" ujar Liam berbohong.


"Benarkah seperti itu?"


"Aku sudah memiliki ke kasih ma"


"Kamu sudah punya ke kasih! Yaa Tuhan syukurlah... Mama khawatir kalau kamu..."


"Jangan berpikiran yang negatif yaa ma"


"Kamu mau pulang?"


"Iya ma. Mama mau disini atau pulang bersama ku? Dan di mana Alessia ma?"


"Ale sudah pulang di antar supir, mama mau di sini sebentar. Papa mu mau datang ke sini"


"Kamu pulang lah saja pakai taxi online, mama ga bawa mobil. Kalau kamu mau dan menunggu papa"


"Aku nail taxi online aja ma"


"Iya hati hati di jalan yaa nak"


Liam pulang dengan menaiki taxi Online, dia meminta driver taxi online menuju rumah Alessia. Dia ingin melihat Alessia dan Hanna walau hanya dari jauh.


Kendaraan roda empat sudah membawa Liam ke depan rumah Alessia. Saat ini mungkin Tuhan sedang mendengarkan harapannya, Liam melihat seorang gadis kecil bermain di halaman rumah.


Beberapa kali dia tersenyum melihat Hanna tertawa bahagia bermain dengam pengasuhnya. Liam melihat di teras depan ada Alessia yang sedang duduk memperhatikan anaknya, dia yakin kalau Alessia tidan melihat Hanna. Pandangan mata nya kosong, tidak ada lagi senyuman indah yang tarukir di wajah Alessia.


"Jangan menangis Alessia sayang... aku akan selalu untukmu" ujar Liam lihir.

__ADS_1


**************


__ADS_2