Terpaksa Menikahi Sang Dokter

Terpaksa Menikahi Sang Dokter
Aku terluka jika kamu terluka


__ADS_3

Liam membawa bi Inah masuk ke dalam ruang rawat Alessia, Leon sangat bahagia anaknya berhasil diselamatkan oleh Liam. Alessia masih tertidur karena pengaruh dari obat penenang, bi Inah memberikan Hanna pada Leon.


"Terima kasih Liam" ucap Leon sambil menggendong Hanna.


"Sama sama kak walau bagaimana pun Hanna tetap keponakanku"


"Bagaimana keadaan Ale kak?" tanya Liam dengan khawatir.


"Tadi sempat marah marah dan menangis tapi sudah diberikan obat penenang sama om Yohan paling 1-2jam lagi sadar" ujar Leon dengan sedih dengan keadaan Alessia begitu juga dengan Liam dia sangat terluka melihat Alessia seperti sekarang.


Semua staf rumah sakit juga Yohan segera datang ke ruang rawat Alessia begitu mendengar kabar kalau bayi Alessia sudah kembali. Yohan akan memeriksa keadaan Hanna tapi Leon tak rela memberikannya apa lagi Liam, dia tak bisa membiarkan Hanna dirawat dirumah sakit.


"Leon, Liam jangan seperti itu kasian Hanna. Hanna harus diperiksa keadaannya, Leon kamu pasti mengerti karena kamu dokter dan tau apa yang om harus lakukan" kata Yohan dengan serius.


"Aku akan ikut om, Liam tolong jaga Ale sebentar yaa. Papa dan mama pulang setelah melihat Ale tidur, mama tadi kepalanya sakit dengan keadaan tadi, kakek Ale tadi kena serangan jantung saat tau Ale berteriak frustasi dan dirawat dikamar sebelah" ujar Leon sambil menghela napasnya.


Sepeninggalannya Leon dia melihat Alessia terbaring lemah di ranjang rumah sakit. Liam makin merasa bersalah pada Alessia jika dia tidak terbawa perasaan dan egois untuk memiliki Alessia tentu hal ini tak akan terjadi.


"Maafkan aku Ale.. maafkan aku" ujar Liam dengan terisak.


"Aku berjanji tidak akan membuatmu menangis lagi, aku tidak akan mengganggu hidupmu lagi. Aku akan menjagamu dan Hanna walau hanya dari jauh. Aku mencintaimu Ale... aku sangat mencintaimu... maafkan semua kesalahanku, aku memang tidak pantas mendapatkan wanita sepertimu Ale" Liam mendekati wajah Alessia, dia mencium bibir Alessia dengan sangat perlahan.


Alessia diantara sadar dan tak sadar merasakan ada mencium bibirnya, dia juga mendengar suara seorang pria seperti menangis, meminta maaf dan mengatakan cinta padanya tapi suara itu bukan suara Leon. Alessia ingin membuka matanya tapi terasa sangat berat, dia hanya melihat bayangan saja.


Liam menjauh dari Alessia, dia meminta papa dan mama nya untuk segera datang kerumah sakit karena Hanna telah ditemukan. Bi Inah dia berikan sejumlah uang sebagai ucapan terima kasih, dia juga sudah menghubungi Victor untuk memastikan tentang keadaan Cassy yang tak akan mellihat dunia ini lagi.


******************


Seminggu kemudian...


Keadaan Alessia semakin membaik begitu juga Hanna, bayi kecil itu dirawat dirumah sakit karena kekurangan cairan tapi yang membuat Alessia sedih keadaan Sebastian kakeknya semakin menurun.


"Kakek bangun aku sudah baik baik saja dan Hanna cicit kakek sudah kembali" ujar Alessia sedih.


"Sabar yaa nak kita doa kan yang terbaik untuk pak Sebastian. Jika memang tak bisa ditolong lagi kamu ikhlaskan Le kasian kakekmu jika hanya dihidup karena alat alat menunjang hidupnya" Bella berusaha memberikan semangat pada Alessia.


"Kalau kakek tidak ada lagi didunia ini aku tidak punya siapapun lagi ma. Aku cuma punya kakek ma hiks..hiks.." Alessia menangis melihat keadaan Sebastian.

__ADS_1


"Siapa bilang kamu sendirian? Kamu punya mama, papa, Leon dan satu lagi kamu punya Hanna"


"Mama.. hiks..hiks.." Alessia menangis dipelukan Bella.


Keadaan Sebastian semakin menurun, Alessia menangis histeris saat dokter memberitahu kalau nyawa Sebastian tak bisa di tolong lagi. Leon mendampingi Alessia memberi semangat pada istrinya yang sangat sedih kehilangan kakeknya.


Liam juga melihat hal tersebut semakin merasa bersalah pada Alessia. Dia tak menyangka membuat Alessia menangis lagi jika dia tak berkerjasama dengan Cassy tentu saja Sebastian kakek Alessia tak akan seperti sekarang tapi dia tak bisa mengatakan hal tersebut pada Alessia atau pada siapapun. Dia hanya bisa diam menyimpan semua yang dia rasakan sendiri.


Keesokan harinya Sebastian di makam kan, Alessia sangat terpukul dia terus menangis. Ingin dia relakan tapi tetap tak bisa, Leon selalu disamping Alessia. Memberi dia semangat dan menghibur perasaan istrinya, Bella merawat Hanna karena dia tau Alana belum siap untuk menjaga putrinya.


Alessia terdiam meratapi kepergian Sebastian, dia teringat saat kakeknya memeluknya, menghiburnya saat dia sedih, bercanda dengannya dan memarahinya. Saat teman teman sebaya nya bersama kedua orang tua mereka dia hanya punya kakek Sebastian.


"Sayang..." panggil Leon dan memeluk istrinya.


"Jangan meratapi kepergian kakekmu seperti itu, aku tau kamu sangat menyayangi kakek tapi kalau kakek tau kamu begini pasti akan sangat sedih Ale"


"Aku jahat Leon.. aku hanya bisa merepotkan kakek saja semua karena kesalahanku sehingga kakek jadi seperti ini"


"Menangislah sayang jangan kamu pendam dihatimu... kamu harus kuat Ale, kalau kamu seperti ini bagaimana dengan Hanna?"


"Hanna... hiks.. hiks... Hanna"


Alessia menangis memeluk Leon dengan erat.


"Kakek.. kakek..." Alessia menangis dengan sangat sedih.


"Menangislah sayang... menangislah" ujar Leon sambil membelai rambut istrinya.


*************


Sebulan kemudian...


Umur Hanna sudah sebulan, Alessia sudah banyak tersenyum dan tak larut lagi dalam kesedihan meninggalnya Sebastian. Leon juga semakin perhatian dan sayang dengan Alessia juga Hanna.


Sudah sebulan ini dia membatasi jam praktiknya agar bisa berkumpul bersama keluarga dan bermain bersama putrinya Hanna.


Hati Liam merasa kan sangat sakit dengan kebahagiaan Leon dan Alessia. Dia tak sanggup melihat Alessia bersama Leon tapi lebih tak sanggup lagi jika dia melihat Alessia akan menangis dan terluka karena keegoisannya.

__ADS_1


Liam memutuskan untuk pergi dari keluarganya. Dia beralasan pada Luis dan Bella kalau dia akan melanjutkan kuliahnya mengambil S2 di New York Amerika. Walau awalnya Bella tak setuju tapi melihat kegigihan Liam untuk melanjutkan pendidikannya akhrinya Bella menyutujui hal tersebut.


Luis mengerti Liam butuh waktu untuk mengobati hatinya yang terluka karena tak bisa memiliki Alessia, walau Liam tak mengatakan hal tersebut padanya tapi dia tau kalau Liam sangat terluka dan tersiksa bila harus terus bersama dengan Alessia.


"Pa tolong berikan surat ini ke Alessia tapi tanpa sepengetahuan kak Leon. Aku tak ingin kak Leon salah paham" ujar Liam yang akan segera naik pesawat.


"Iya Liam.. kamu baik baik yaa disana jangan lupa kabari mama dan papa disini"


"Iya pa"


Liam melihat ke arah mama dan papanya begitu berat rasanya meninggal kedua orang tuanya dan lebih berat lagi dia harus meninggalkan wanita yang sangat dia cintai Alessia.


************


Tiga hari kemudian...


Bella dan Luis sengaja berkunjung kerumah Alessia dan Leon. Mereka heran melihat Alessia, Leon dan bi Wati sibuk mengemasi barang barang yang ada dimasukan ke dalam kardus dan Hanna digendong babysitter.


"Loh kalian mau kemana?" tanya Bella.


"Mau pindah ma" jawab Alessia.


"Pindah kemana?"


"Ma aku sudah bicara dengan Leon dan Leon setuju untuk menjual rumah ini karena rumah ini dulunya untuk mantan pacarnya kesayangannya itu si Cassy"


"Ale jangan mulai lagi deh"ujar Leon.


"Haha baguslah pindah aja, mama kalau jadi kamu juga ga mau tinggal dirumah yang untuk mantan pacarnya yang penculik itu"


Leon hanya bisa tersenyum kecut, dia tak bisa membantah omongan Bella.


"Sudah Leon.. begitulah perempuan, perempuan selalu benar dan kita laki laki selalu salah" ujar Luis memberi semangat pada Leon.


"Iya pak apapun yang terjadi wanita selalu benar"


Bella dan Alessia tertawa mendengarkan perkataan Leon dan Luis.

__ADS_1


*****************


__ADS_2