
Cassy tak bisa tenang dengan kelahiran putri Leon, dia harus segera bertindak membuat hubungan Leon dan Alessia berpisah tapi jika dia tak bisa membuat Leon bersama dengannya dia harus membuat Leon dan Alessia menderita.
Cassy merencanakan untuk menculik putri Alessia, Cassy berpura pura menjadi suster di rumah sakit, Akhirnya Cassy berhasil membawa putri Leon. Setelah dari rumah sakit Cassy langsung menuju tempat persembunyiannya.
Dalam perjalanan bayi Alessia terus menangis, Cassy sangat kesal mendengar suara bayi itu.
"Diaam" teriak Cassy dengan kesal.
Suara bayi Alessia masih terus terdengar dan malah makin kencang.
"Diiaaam... berisik, dasar anak sialan!!! Ga anaknya ga ibunya sama saja" Cassy semakin kesal.
Bukannya diam malah baby Alessia menangis terus menerus. Cassy benar benar tak tahan mendengar suara tangisan bayi. Cassy tiba disebuah desa pinggiran kota, dia sengaja memilih kesitu. Jika dia nekat keluar kota pasti akan segera tertangkap, dia yakin Luis akan menggunakan segala cara untuk menemukan cucunya.
"Mbak Cassy?" ujar seorang wanita tua sekitar umur 60 tahun membuka pintu.
"Bi Inah.. apa kabarmu?"
"Baik mbak Cassy. Mari masuk dulu mbak.. eeh mbak udah punya anak?" kata bi Inah penasaran saat melihat Cassy menggendong seorang bayi.
"Anak temanku bi"
"Boleh saya menggendongnya mbak?"
"Ooh iya boleh"
"Seperti baru lahir yaa mbak ini tali pusarnya masih menempel dan mbak sepertinya bayi ini kehausan, apa mbak bawa susu bayi?"
"Aku ga bawa susu bisa minta tolong belikan bi?"
"Bisa mbak Cassy sebentar saya beli ke minimarket dulu sekalian beli dot bayi"
Cassy memberikan selembar uang untuk bi Inah membeli susu bayi.
"Woi diam ga? Kalau ga diam ku bunuh kamu" teriak Cassy lagi melihat dengan kesal.
Cassy melihat bayi Alessia dengan dingin, dia ingin sekali dia membunuh bayi ini tapi dia tak bisa membunuh bayi ini sekarang, dia harus mencari tempat yang pas untuk membuang bayi Alessia.
"Aku akan membunuhmu bayi kecil... tunggu lah beberapa hari lagi kamu tidak akan menangis lagi tapi diam selamanya"
Bi Inah pulang dan membuatkan susu untuk bayi Alessia, tak lama bayi Alessia pun berhenti menangis. Bi Inah membersihkan bayi Cassy dan mengganti bedong bayi dengan kain selendang yang dia miliki, bi Inah merasa kasian melihat bayi yang dibawa Cassy.
"Maaf bi Inah saya boleh menginap beberapa hari dirumah bi Inah?"
__ADS_1
"Tentu saja mbak Cassy"
Bi Inah merasa curiga dengan Cassy apa lagi tadi dia tak sengaja mendengar kalau Cassy berbicara akan membunuh bayi yang dia bawa.
"Mbak Cassy namanya bayi nya siapa?"
"Hmm namanya Lesy bi" ujar Cassy asal bicara lalu dia tersenyum nama Lesy begitu saka terlintas dipikirannya,Leon Cassy jadilah Lesy.
"Mbak Cassy boleh ga non Lesy saya ajak tidur di kamar saya"
"Bawa aja bi.. aku juga mau tidur. Aku lelah sekali bi"
"Baik mbak Cassy"
****************
Alessia terus menangis, dia tak menyangka Cassy tega melakukan hal ini padanya. Alessia melihat Leon dengan sangat kesal.
"Kalau kamu dulu bisa bersikap tegas pada Cassy tentu hal ini ga akan terjadi Leon. Putri ku.. putriku masih bayi, putriku baru lahir kenapa bisa diculik" teriak Alessia dengan emosi.
"Maafkan aku Ale.. maafkan aku sayang" ujar Leon dengan sedih.
"Ale sabar lah nak" ujar Sebastian berusaha menghibur cucunya.
Sebastian memeluk Alessia, Alessia makin histeris. Leon memegangi tubuh Alessia, Alessia baru saja melahirkan belum bisa menerima kabar yang membuatnya terguncang.
"Sabar sayang.. jangan seperti ini sayang" Leon berusaha menenangkan Alessia.
"Lepas kan aku.. lepaskan aku.. aku mau mencari bayiku" teriak Alessia lagi.
Yohan datang bersama suster dan menyuntikan obat penenang di dalam infus Alessia, tak lama Alessia pun tertidur. Bella menangis melihat keadaan Alessia, dia mengerti perasaan Alessia
"Biarkan Alessia istirahat dulu.. besok pagi kita lihat perkembangannya" ujar Yohan pada Leon.
"Iya om. Terima kasih yaa om"
Yoham keluar kamar dan Luis mengajaknya berbicara.
"Bagaimana keadaan Alessia?" tanya Luis.
"Untuk sekarang keadaannya menghawatirkan, dia sangat tergucang kehilangam bayinya. Aku khawatir dia akan stress kak" ujar Yohan dengan suara pelan.
"Liam harus segera menemukan Hanna"
__ADS_1
Sementara itu Liam bersama anak buah Victor yang seorang mafia mencari Cassy, mereka sudah mendatangi dari apartement sampai kebeberapa tempat yang biasa Cassy kunjungi tapi tidak ada. Anak buah Victor juga sudah mengawasi jalan menuju keluar kota untuk mencegah Cassy meninggalkan kota.
Ada beberapa anak buah Victor di kepolisian juga mencari mobil Cassy melalui cctv di setiap jalan.
"Liam anak buahku melihat wanita itu ke rental mobil dan menyewa mobil" ujar Victor memberikan foto mobil yang dipakai Cassy.
"Apa anak buahmu bisa melacak kemana mobil ini pergi?"
"Tentu Liam, aku akan membantumu untuk menemukan keponakanmu dengan cepat" ujar Victor.
Hanya butuh beberapa jam bagi Victor yang mempunyai banyak koneksi untuk menemukan mobil yang di sewa Cassy. Untung jaman sekarang sudah canggih dan banyak cctv jadi mereka bisa dengan mudah menemukan keberadaan Cassy.
Liam dan Victor sudah berada di pinggiran kota mereka melihat mobil yang disewa terparkir disebuah rumah tapi ada yang aneh. Liam melihat seorang perempuan tua membawa seorang bayi dalam gendongannya keluar dari rumah tersebut.
Dengan cepat anak buah Victor menangkap wanita tua itu. Wanita tua itu kaget anak buah Victor membekap mulut wanita tua tersebut agar tidak berteriak.
"Siapa kalian?" tanya bi Inah.
"Ikuti kami, kami akan menyelamatkan bayi ini. Bayi ini korban penculikan" ujar anak buah Victor.
Bi Inah di bawa ke dalam mobil bersama Liam, Liam melihat keponakannya yang tertidur dalam gendongan wanita itu sangat bahagia. Liam ingin mengambil Hanna tapi bi Inah malah memeluk dengan erat tak membiarkan Liam mengambil Hanna.
"Siapa kamu mau apa dengan Lesy?" tanya bi Inah ketakutan.
"Saya om bayi yang anda peluk, ini keponakan saya dan namanya Hanna Lucia Geraldo bukan Lesy" ujar Liam.
"Benarkah kamu om nya bayi ini? Dan namanya bukan Lesy tapi Hanna?"
"Iya. Ikutin saya dan saya akan memberikan semua bukti buktinya" ujar Liam.
Bi Inah menuruti perkataan Liam, tadinya bi Inah ingin membawa Lesy ke kantor polisi karena dia takut Cassy akan membunuh bayi yang tidak berdosa ini.
"Liam bagaimana dengan wanita itu" tanya Victor.
"Terserah padamu saja Victor, aku menyerahkan semuanya padamu. Aku hanya menginginkan wanita itu tak akan lagi melihat dunia ini untuk esok hari" ujar Liam dengan dingin.
"Aku suka caramu Liam, baru ini aku lihat seseorang dari keluarga Geraldo yang berfikiran sejalan denganku" ujar Victor dengan tertawa.
Liam pergi bersama bi Inah kerumah sakit, dia sangat ingin melihat Alessia bisa tersenyum bahagia bukan menangis.
Victor menyuruh anak buahnya untuk membereskan Cassy dan membuat Cassy tak bisa lagi melihat hari esok.
*********
__ADS_1