
Setelah menunggu untuk waktu yang lama akhirnya Leon sadar juga, hal itu membuat Alessia sangat bahagia. Setelah satu jam dokter Willy memeriksa keadaan Leon akhirnya keluar dari ruang rawat Leon.
"Dok bagaimana keadaan suamiku" kata Alessia dengan khawatir.
"Untuk saat ini keadaan dokter Leonard sudah sadar dari koma" ujar dokter Willy.
"Apa kah saya bisa bertemu dengan suami saya dok?"
"Silahkan tapi pasien dalam keadaan masih bingung karena pengaruh dari koma nya. Jangan membuat pasien memikirkan hal yang berat berat dulu yaa bu"
"Baik dok"
Alessia masuk ke dalam ruang rawat Leon bersama Hanna.
"Bu Bella apa pak Luis bisa datang sekarang? Saya perlu berbicara dengan pak Luis mengenai keadaan dokter Leon" ujar dokter Willy.
"Kenapa anak saya dok? Leon kenapa?" tanya Bella dengan panik.
"Saya ingin menyampaikan hal penting bu Bella. Saya akan menunggu bu Bella dan pak Luis di ruangan saya"
Bella menyuruh Liam untuk menghubungi papa nya Luis agar mereka segera mengetahui apa yang terjadi pada Leon.
Alessia masuk ke dalam ruang rawat Leon, Leon duduk di ranjang dan tersenyum melihat istri dan anak nya dengan tatapan rindu.
"Sayang... yaa Tuhan aku sangat bersyukur dan sangat bahagia kamu telah sadar sayang... aku sangat merindukanmu" ujar Alessia menangis memegang tangan Leon.
Leon melihat Alessia dengan tatapan lembut juga melihat putrinya Hanna.
"Ale..." ujar Leon pelan.
"Papa atu juga melindukan papa" ujar Hanna melihat Leon dengan bahagia.
"Anak papa sini sayang"
__ADS_1
Hanna menangis di dalam pelukan Leon, Leon berusaha menenangkan putrinya.
"Jangan menangis lagi sayang, ini ada papa nak" ujar Leon lembut.
"Leon jangan lakukan ini lagi pada ku dan Hanna, kami sangat mencintaimu. Aku tak akan sanggup kehilanganmu"
"Aku tak akan melakukan hal ini lagi padamu. Aku juga sangat mencintaimu dan Hanna, kalian berdua harta ku yang paling berharga"
Alessia mencium pipi Leon dan Hanna juga melakukannya.
"Cayang papa mama" ujar Hanna dengan wajah yang sangat bahagia.
Liam mengetahui hal tersebut dari pintu, Alessia tadi tidak menutup pintu dengan tertutup rapat jadi dia bisa melihat dengan jelas bagaimana bahagianya Alessia dan Hanna dengan keadaan Leon yang telah sadar. Liam memegang dada nya, entah mengapa terasa sakit, entah perasaan apa ini? Satu sisi dia bahagia kakaknya telah sadar tapi hatinya juga merasa sakit melihat kebahagiaan mereka.
Liam memilih untuk pergi, dia berpikir mungkin besok dia akan kembali lagi untuk melihat keadaan kakaknya. Dia tidak ingin melihat ke bahagiaan mereka akan terganggung dengan dirinya hadir di sana.
Bella dan Luis berada di ruangan dokter Willy, mendengarkan penjelasan tentang keadaan Leon.
" Pak Luis dan bu Bella, saya di sini akan berbicara dengan yang sebenarnya tentang keadaan dokter Leon. Saya tidak dapat mengatakan saat ada bu Alessia, saya khawatir bu Alessia akan shock jika mengetahui keadaan yang sebenarnya dengan keadaan dokter Leon" ujar Dokter Willy dengan hati hati.
"Besok kami akan melakukan MRI, CT scan, pemeriksaan darah, EEG dan pungsi lumbal" ujar dokter memberikan penjelasan.
"Saya memang pemilik rumah sakit ini tapi saya seorang pembisnis bukan seorang dokter. Saya kurang memahami istilah istilah ke dokteran, tolong kamu menjelaskan dengan bahasa yang mudah di mengerti untuk orang awan seperti kami" ujar Luis.
"Iya pak Luis saya akan menjelaskannya -- Doktwr Willy menarik napasnya dan menjelaskan keadaan Leon -- MRI dan CT scan untuk pemindaian tentang kondisi otak agar bisa dilihat secara jelas, termasuk batang otak setelah sadar dari koma dan pengaruhnya dengan keadaan dokter Leon, pemeriksaan darah untuk mengecek kadar hormon tiroid, gula darah, maupun elektrolit pasien akan diperiksa melalui tes darah, EEG dilakukan untuk mengukur aktivitas listrik dalam otak. Pemeriksaan EEG bertujuan untuk mengetahui apakah akan ada dampak dari koma akan menyebabakan gangguan listrik di otak" ujar Dokter Willy dengan perlahan agar mereka mengerti dengan penjelasannya.
"Lalu untuk pungsi lumbal? Itu apa maksudnya?" tanya Luis dengan serius.
"Pungsi lumbal ini berpungsi untuk mengetahui apakah akan ada infeksi pada saraf tulang belakang mau pun otak. Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengambil sampel cairan saraf tulang belakang, dengan menusuk celah di antara ruas tulang belakang di bagian punggung bawah"
"Lakukan lah hal yang terbaik untuk ke sembuhan anakku" ujar Luis.
"Tapi....
__ADS_1
"Tapi apa dok?" tanya Bella.
"Dokter Leon sudah koma selama 2 bulan dan berbaring terlalu lama. Memang keadaannya saat ini semua berjalan dengan baik tapi ada sebagian pasien mengalami penurunan fungsi otak atau bagian tubuh tertentu, bahkan kelumpuhan" ujar Dokter dengan perlahan.
Bagaikan di sambar petir, hati Bella dan Luis sangat sakit mengetahui putra sulung mereka bisa mengalami penuruan fungsi otak bahkan bisa menyebabkan kelumpuhan. Bella menangis tak percaya dengan penjelasan dokter.
"Tidak mungkin putra ku akan lumpuh, tidak mungkin" Bella menangis sambil menggeleng kepalanya.
"Ini hanya kemungkinan yang terburuk bu Bella, pak Luis tapi pasien yang mengalami hal tersebut bisa melakukan penanganan lebih lanjut melalui beragam terapi, mencakup fisioterapi, psikoterapi, terapi okupasi. Semua itu akan cepat sembuh tapi harus bisa menjaga psikis dan semangat dokter Leon" ujar Dokter.
Luis masih mendengarkan perkataan dokter dengan serius.
"Saya yakin dokter Leon mampu melawati ini semua karena ada dukungan dari orang orang yang menyayangi dan mencintainya. Dokter Leon harus semangat agar bisa mempercepat ke sembuhannya"
Tiba tiba seorang suster masuk dengan tergesa-gesa dan ke bingungan.
"Maaf dokter Willy, dokter Leon... dia mengamuk dan marah marah dok. Kita harus bagaimana dok" ujar seorang suster berkata dengan panik.
Dokter Willy, Bella dan Luis langsung menemui menuju ruang rawat Leon dengan setengah berlari. Terdengar suara Hanna menangis dengan kencang saat mereka akan tiba di ruang rawat Leon.
"Leon tenang lah dulu sayang, Hanna ke takutan Leon" ujar Alessia yang tak mengerti mengapa Leon begitu berubah.
Ada 4 orang suster yang ingin membantu Leon yang terjatuh di lantai untuk membawa ke ranjang tapi Leon mengusir mereka semua dengan sangat marah.
"Pergi!! Kalian semua pergi!! kamu dan Hanna keluar dari ruanganku" teriak Leon marah.
Dokter Willy, Bella dan Luis masuk ke ruang rawat Leon. Ini lah yang di takutkan dokter Willy tentang keadaan Leon, Leon sulit menerima keadaannya.
"Bella bawa Alessia dan Hanna pulang ke rumah, aku yang akan di sini bersama Leon" ujar Luis.
"Pa biar mama dan Hanna aja yang pulang, aku akan menemani Leon" tolak Alessia.
"Alessia!! Papa bilang kamu dan Hanna!! Sekarang kamu pulang tenangkan Hanna. Jangan sampai dia trauma melihat Leon dengan keadaan seperti ini" kata Luis dengan suara tegas.
__ADS_1
Alessia tak mempunyai alasan lagi, benar kata bapak mertuanya Hanna putrinya sangat ketakutan melihat Leon seperti sekarang. Alessia dan Hanna akhirnya pulang ke rumah Bella.
*************