Terpaksa Menikahi Sang Dokter

Terpaksa Menikahi Sang Dokter
Aku mencintaimu


__ADS_3

Alessia berencana untuk bertemu Liam, dia harus menanyakan apa semua maksud dan tujuan Liam.


Alessia sudah tiba keperusahaan Liam dan secara kebetulan sekretaris Liam tak ada ditempat tapi saat Alessia ingin mengetuk pintu direktur, dia tanpa sengaja mendengar pembicaraan Liam dengan Cassy.


Alessia tak percaya dengan apa yang didengarnya, semua yang terjadi dalam rumah tangganya terakhir ini adalah ulan Liam dan Cassy. Kenapa Liam melakukan semua ini padanya?


Setelah memastikan tak terdengar lagi suara Liam berbicara di teleponnya, Alessia mengetuk pintu Liam.


"Masuk" ujar Liam.


"Liam"


"Eeh Alessia kapan kamu datang"


"Cukup untuk mendengar semua pembicaraan dengan Cassy"


Liam terdiam, dia tak memperhitungkan semua ini. Dia tak menyangka akan ketahuan oleh Alessia, dia tak bisa kalah sebelum berperang.


"Ooh kamu sudah mendengarkannya"


"Apa maksudmu ini Liam? Apa mau mu?"


"Tidak seperti yang ada di dalam pikiranmu Ale"


"Jawab pertanyaanku Liam!!! Apa maksudmu dengan semua ini?"


"Kalau aku bilang aku mencintaimu dan ingin menikahimu bagaimana?" Ujar Leon dengan serius melihat Alessia.


Alessia membelalakan matanya, dia sangat terkejut mendengar perkataan Liam yang mencintainya.


"Hahaha kamu ternyata mudah sekali tertipu yaa Ale, bagaimana? Aktingku baguskan seperti ini lah aku ke Cassy. Aku hanya berpura pura berkerjasama dengan Cassy agar aku tau semua trik dan rencananya bukan seperti yang kamu pikirkan Ale"


"Liam.. aku mohon jangan berbohong. Aku juga melihatmu kemarin pergi bersama Cassy"


"Baguslah kalau melihatnya agar kamu tau kalau aku hanya pura pura saja mendekati Cassy. Ingat aku ini adik iparmu, aku ini adik dari suamimu Ale. Mana mungkin aku melakukan hal yang buruk pada rumah tangga kakakku, apa lagi melihatmu sedang hamil besar begitu tak mungkin aku melakukannya"


"Jika memang benar apa yang kamu katakan sebaiknya kamu tidak usah ikut campur dengan rumah tanggaku. Aku dan Leon tidak membutuhkan semua bantuanmu" kata Alessia dengan dingin.


"Baiklah Ale jika itu keinginanmu, kalian suami istri memang sama. Meminta aku tak ikut campur dalam rumah tanggamu, mungkin kah ini yang dinama kan jodoh"

__ADS_1


"Mungkin"


Alessia meninggal Liam di kantornya, dia bingung harus bagaimana. Satu sisi ada perasaan tak mempercayai semua perkataan Liam hari ini padanya dan disisi yang lain ada perasaan yang ragu dengan semua perkataan Liam. Selama ini yang dia tahu Liam bagaikan malaikat penolongnya, selalu ada disaat dia membutuhkan seseorang.


**********


2bulan kemudian...


Kandungan Alessia sudah memasuki usia 7 bulan, dia sangat bahagia sebentar lagi akan melahirkan. Leon juga sudah banyak berubah tidak seperti dulu lagi, Leon lebih perhatian dan sering menghabiskan waktu bersamanya.


"Ale minggu depan mama mau buat tujuh bulanan dirumahnya, kamu ga masalahkan?"


"Aku sih ga masalah Le kan sudah tradisi ga masalah buatku yang penting untuk keselamatan anak kita"


"Aku sih ga percaya hal hal begituan tapi yaa sudahlah dari pada mama nanti ngomel ngomel ga jelas lebih baikkan ikutin saja"


"Mama baik banget loh Le, aku sangat beruntung bisa mempunyai mertua sebaik mamamu dan aku bisa merasakan kasih sayang seorang ibu dari mama. Aku menyayangi mama Le"


"Terima kasih Ale kamu menyayangi mamaku. Mamaku adalah mamamu juga, kamu dan mama adalah 2 wanita yang sangat berarti dalam hidupku"


Alessia memeluk Leon.. Leon menatap Alessia dengan hasrat ingin memiliki.


"Anakmu atau kamu yang kangen"


Leon mencium bibir Alessia sambil tangannya meremas gunung kembar Alessia yang semakin membesar. Leon dan Alessia saling berciuman, Alessia mendorong tubuh Leon, dia ingin berada diatas sekarang. Leon mengerti keinginan Alessia, dia menikmati apa yang Alessia lakukan sekarang.


Alessia menyentuh juniornya dan mengulumnya bagaikan es krim. Leon mendesah, Alessia benar benar berubah sekarang tidak lagi malu malu saat mereka melakukan hubungan suami istri. Setelah dia puas dengan junior Leon, Alessia menarik Leon untuk berubah posisi.


Leon duduk sambil bersandar di dipan ranjang, Alessia secara perlahan memasukan junior Leon ke dalam intinya.


"Aaah" Alessia dan Leon mendesah bersama saat penyatuan tubuh mereka.


Alessia duduk diatas Leon, dia menggerakan pinggulnya maju mundur dihadapan Leon. Leon juga dengan bebas menikmati kedua gunung kembar Alessia yang ada dihadapannya, Leon mengulum, menjilati dan memainkan gunung kembar tersebut dengan penuh napsu. Dia memang sengaja membiarkan Alessia memegang kendali saat percintaan mereka malam ini.


Pagi harinya...


Leon bangun dan melihat istrinya masih tertidur dengan nyenyak di dalam dekapannya. Tubuh istrinya yang tak mengenakan sehelai benang dan perut yang membuncit sangat sexy dimata Leon.


Leon tak tahan dia ingin lagi melakukan pelepasan, Alessia benar benar begitu nikmat.

__ADS_1


Leon mendekatkan tubuh Alessia ke dalam pelukannya, secara perlahan Leon mengangkat sebelah kaki istrinya dan memasukan juniornya ke dalam inti Alessia dan menggerakan pinggulnya. Leon merasakan begitu nikmatnya milik istrinya itu tak ada yang bisa memuaskannya selain inti Alessia.


Alessia yang sedang tidur merasa salah satu kakinya ada yang mengangkatnya, bagian organ intim miliknya terasa sangat nikmat, dia membuka matanya dan melihat Leon berada dibelakang tubuhnya sedang asyik memaju mundurkan pinggulnya.


"Lee aaah massiiih paaagiii Leee aaaah aaah" Alessia mendesah.


"Nikmatilah olah raga pagi kita sayang.. kamu sangat nikmat sayang aaaah"


Leon terus melakukan gerakan memaju mundurkan pinggulnya.


"Aku keluar sayaaang" desahan Leon.


Leon melihat wajah istrinya yang bersemu merah, inilah yang dia sukai dari Alessia. Wajah Alessia pasti memerah saat mereka selesai berhubungan intim.


"I love you Alessia"


"I love you too my doctor"


Olah raga pagi selalu berhasil membuat Leon menjadi semakin bersemangat dalam menjalani berbagai macam kegiatannya.


Sepanjang hari Leon dengan ramah membalas sapaan suster atau orang yang mengenalnya, banyak orang tak menyangka sang dokter dingin bisa tersenyum begitu lepas menambah nilai ketampanan sang dokter di mata mereka.


Alessia berada dirumah kakeknya tadi Leon mengantarkan Alessia dan akan menjemputnya setelah selesai jam praktiknya.


"Ale sebentar lagi kamu akan melahirkan dan kakek harap kamu akan selalu sehat dan melahirkan dengan lancar" ujar Sebastian melihat cucunya.


"Iya kek dan aku ingin kakek juga selalu sehat sehingga bisa melihat cicit kakek lahir didunia ini"


"Cicit kakek ini akan menjadi seorang anak yang hebat dan membanggakan keluarga kita juga keluarga Geraldo"


"Tentu saja kek kan cicit kakek ini mempunyai dari Geraldo dan Javier jadi memang garis keturunnya sudah bibir unggul"


"Kakek menyayangimu Ale.. jika kakek tak bisa bersamamu lagi, kakek harap kamu harus tetap menjalani hidupmu dan masalah perusahaan kamu perkerjakanlah seseorang profesional dalam mengelolah perusahaan karena hanya kamu pewaris kakek tapi tidak bisa meneruskan perusahaan tapi semoga cicit kakek yang akan meneruskan jalannya perusahaan kita. Kamu adalah pemegang saham terbesar 65% di Jcorp"


"Kakeka jangan berkata seperti itu, kakek harus tetap sehat dan menjadi CEO Jcorp sampai cicit kakek yang menggantikan kakek suatu hari nanti"


"Amin.. semoga kakek selalu diberikan kesehatan yaa nak"


Alessia merasa sedih mendengarkan perkataan Sebastian, dia sangat berhutang budi pada kakeknya. Kakeknya lah yang selama ini membesarkan dan mengasuhnya setelah kedua orang tuanya meninggal.

__ADS_1


***********


__ADS_2