Terpaksa Menikahi Sang Dokter

Terpaksa Menikahi Sang Dokter
Aku tak sanggup kehilanganmu


__ADS_3

Alessia menemani Leon berada di ruang ICU dia terus menangis, dia tak kuat jika harus kehilangan pria yang dia cintai.


"Sayang bangun jangan tidur terus" ujar Alessia mencoba menahan air matanya.


"Sayang Hanna nyariin kamu jadi aku mohon kamu bangun yaa"


Alessia menutuskan keluar dari ruang ICU dia tak sanggup lagi berada disana. Bella yang berada diluar memeluk menantunya.


"Kamu sabar yaa Ale, mama yakin Leon pasti akan bangun" ujar Bella.


Alessia hanya menganggukan kepalanya, dia tak sanggup untuk berkata kata pikirannya hanya fokus pada Leon.


"Ale jika nanti keadaan Leon stabil papa berencana membawa Leon ke Singapore untuk pengobatan lebih lanjut" ujar Luis.


"Iya pa" jawab Alessia lirih.


"Kamu pulang lah dulu Ale biar papa yang ada disini"


"Aku ga mau meninggalkan Leon pa, biarkan aku disini"


"Ale... pulang lah nak, kasian Hanna pasti mencarimu" ujar Bella.


"Tapi ma... aku ga sanggup meninggalkan Leon sendirian nanti kalau Leon sadar dan mencariku bagaimana? Aku mohon ijinkan aku disini menunggu Leon, aku ga mau pulang ma" Alessia memohon pada ibu mertuanya.


"Ale disini juga kamu ga bisa menunggu Leon, dia aman di rawat diruang ICU besok papa akan siapkan satu ruangan khusus masih di dekat ICU untuk kita beristirahat saat menunggu Leon" ujar Luis mencoba menenangkan Alessia.


Alessia tak bisa membantah lagi dia terpaksa menuruti perkataan mama dan papa mertuanya. Dia juga memang seharusnya pulang karena Hanna putrinya pasti mencarinya.


"Pa aku ikut Ale pulang, aku tak tega melihatnya seperti itu" bisik Bella di telinga Luis.


"Iya ma temani Ale" balas Luis dengan berbisik juga.


Sementara itu dirumah Hanna terus menangis, dia memanggil manggil nama Leon.


"Papa.. papa.. mama atu mau papa cama mama" ujar Hanna menangis dalam gendongan Yeni.


"Non Hanna anak yang baik jangan menangis nanti kalau papa dan mama pulang Hanna nangis terus gimana?" kata Yeni mencoba menghibur gadis kecil itu.


"Iya tapi atu bobo" ujar Hanna dengan celat khas anak berumur 2 tahun.


"Iya nanti papa dan mama pasti pulang jadi Hanna tidur dulu yaa"


Hanna menganggukan kepalanya dan menuruti Yeni. Setelah Hanna tertidur Yeni menuju dapur, di sana ada bi Susi dengan wajah sedih.

__ADS_1


"Bi Susi aku ga tega melihat non Hanna" ujar Yeni sedih.


"Iya Yen. Non Hanna masih kecil tapi pak Leon malah koma dirumah sakit" ujar bi Susi.


Yeni dan bi Susi tidak tega melihat Hanna, mereka sudah mengetahui tentang Leon yang koma.


"Gimana keadaan bu Alessia ya? Pasti sangat shock"


"Tadi waktu bu Bella telepon katanya bu Alessia pingsan saat tahu pak Leon koma dan semoga saja sudah sadar" ujar bi Susi.


"Kalau aku pun jadi bu Alessia sama bi, baru aja merayakan ulang tahun non Hanna malah dapat musibah"


"Padahal perjuangan pernikahan mereka itu kaya novel novel loh"


"Bi Susi suka baca novel?"


"Iya dong... biar begini bibi juga gaul. Kamu suka baca juga ga?"


"Suka bi apa lagi yang I love you my doctor iiih bikin senyam senyum sendiri" ujar Yeni memperlihatkan ponselnya dan memberitahu bi Susi tentang novel yang dia sukai.


Mereka kembali diam larut dalam pikiran masing masing.


"Bi aku keatas dulu mau jagain non Hanna" ujar Yeni.


"Iya jagain non Hanna aja dulu sampai bu Alessia kembali"


Alessia dan Bella pulang kerumah dan disambut oleh bi Susi yang tidak bisa tidur.


"Bu Bella dan bu Alessia bagaimana keadaan pak Leon?" tanya bi Susi.


Alessia hanya melihat lirih tidak menjawab perkataan bi Susi. Bella mengedipkan matanya ke bi Susi untuk tidak lagi bertanya.


Alessia menuju kamar Hanna...


"Eeh bu Alessia sudah pulang" ujar Yeni.


"Bagaimana Hanna?"


"Baru bisa tidur bu dari tadi menangis terus mencari bu Alessia dan pak Leon" kata Yeni dengan raut wajah sedih.


Alessia menghampiri putrinya, dia melihat wajah Hanna yang tidur bagaikan malaikat kecil.


"Hanna hiks... hiks... putriku yang malang" Alessia menangis disisi ranjang Hanna.

__ADS_1


"Hanna harus kuat yaa sayang... papa lagi tidur, Hanna nanti akan ketemu papa lagi" ujar Alessia memeluk putrinya.


Bella, Yeni dan bi Susi tanpa terasa meneteskan air mata mereka, mereka tahu perasaan Alessia yang sangat sedih.


"Ale jangan menangis terus tadi kamu kan pingsan jadi harus banyak istirahat" ujar Bella.


"Bu Alessia, bu Bella sudah makan belum. Makan dulu demi kesehatan" kata bi Susi.


"Ale makan dulu yaa nak" ujar Bella dengan lembut.


"Aku ga lapar ma nanti saja" jawab Alessia.


"Ale dari tadi kamu belum makan loh... jangan sampai kamu sakit. Nanti Hanna bagaimana kalau kamu seperti ini" ujar Bella.


"Aku ga sanggup ma... ini terlalu berat untukku ma" ujar Alessia masih menangis.


Bella memeluk Alessia dengan erat dan menangis bersama Alessia, dia sangat mengerti tentang perasaannya. Bella juga sangat sedih dengan keadaan Leon tapi dia berusaha untuk tegar, jika dia seperti Alessia bisa membuat keadaan makin sedih.


Alessia menuruti perkataan Bella, dia makan bersama ibu mertuanya.


Setelah makan Alessia kembali ke kamarnya, dia melihat ranjang mereka. Ranjang tempat dia dan Leon saling memadu kasih, begitu banyak kenangan kenangan indah mereka berdua dikamar tersebut. Alessia mengambil foto Leon yang tertawa bahagia bersamanya.


"Leon... hiks... hiks... Leon aku ga akan sanggup jika kamu meninggalkan aku. Aku akan ikut denganmu menemanimu di akhirat jika kamu pergi selama lamanya Leon" ujar Alessia melihat foto Leon.


"Aaakh" teriak Alessia dengan histeris.


Bella dan bi Susi mendengar teriakan Alessia langsung masuk kamar. Mereka kaget Alessia sedang duduk di bawah ranjang dengan keadaan seperti orang frustasi.


"Ale kamu kenapa nak?" Ujar Bella panik melihat Alessia.


"Leon ma.. Leon maa dia jahat sama aku, dia mau ninggalin aku ma. Aku ga mau hidup kalau Leon pergi ninggalin aku ma" teriak Alessia lagi.


"Ga sayang Leon ga mungkin ninggalin kamu... Leon masih dirumah sakit" kata Bella lalu memeluk Alessia.


Tak lama mereka mendengar suara tangisan Hanna, Alessia mendengar suara putrinya langsung berlari ke kamar Hanna. Dia melihat Yeni menggendong Hanna berusaha untuk menenangkan gadis kecil yang menangis sedih.


"Mama... mama..." ujar Hanna menangis mencari Alessia.


"Iya sayang ini mama" kata Alessia mengambil Hanna dari gendongan Yeni.


"Mama... papa..."


"Ssstttt diam lah nak... mama ada disini" ujar Alessia berusaha menenangkan putrinya.

__ADS_1


Alessia memutuskan untuk tidur dikamar Hanna, dia tak sanggup jika harus tidur dikamarnya sendiri. Di kamar tersebut begitu banyak kenangan manis dan indahnya dengan Leon.


*********


__ADS_2