Terpaksa Menikahi Sang Dokter

Terpaksa Menikahi Sang Dokter
Bertemu


__ADS_3

Alessia dan Liam mengantarkan Hanna ke sekolah. Hanna menggandeng tangan Alessia dan Liam bagaikan keluarga sesungguhnya. Leon melihat semua itu dengan sangat kesal, dia tidak menyangkan Liam melakukan semua hal tersebut. Berusaha merebut istrinya.


Liam melihat ada seorang pria yang dia kenal walau Alessia tidak melihatnya. Liam merangkul pinggang Alessia dengan mesra, Alessia sangat kaget Liam merangkul pinggangnya. Alessia memajukan badannya agar Liam tidak memegang pinggangnya lagi. Liam hanya tersenyum lagi-lagi Alessia menolaknya.


"Aku akan mengantarkan mu ke kampus," ujar Liam.


"Terima kasih Liam, aku bisa pergi sendiri," tolak Alessia.


"Kamu tidak membawa mobilmu dan aku sebagai tuanganmu apa salah mengatarkanmu,"


"Baiklah jika kamu tidak keberatan." Alessia sudah tidak bisa menolak Liam lagi walau sebenarnya dia sangat tidak nyaman ada Liam di dekatnya.


Di dalam mobil Liam dan Alessia saling diam, Alessia bingung harus berkata apa pada Liam.


"Nanti aku akan menjemputmu," ujar Liam begitu mereka sampai di kampus Alessia.


"Iya."


Alessia berjalan masuk ke dalam gedung univeristasnya dan di sambut oleh temannya Yana yang satu jurusan dengannya.


"Apa itu tunanganmu Liam?" tanya Yana.


"Iya," jawab Alesska


"Kenapa wajahmu seperti itu harusnya kamu seneng dong tunanganmu datang dari Indonesia," ujar Jesy


"Apakah harus begitu? Aku merasa aneh hubunganku dengan Liam." Alessia merasa bingung harus bersikap seperti apa pada Liam.


"Mungkin karena ingatanmu belum pulih seperti dulu nanti kamu juga akan merasa nyaman dengan Liam," ujar Jesy yang selama 2 tahun ini berteman di London dengan Alessia.


"Tunanganmu itu tampan sekali loh Ale dan dia mencintaimu,"


"Tau dari mana?"


"Sangat kelihatan kok Ale dari sikapnya yang protektif, perhatiannya ke kamu dan masih banyak lagi deh. Aku tuh udah dengan kamu bukan baru sehari dua hari jadilah ngerti,"


"Entahlah Jes, aku merasa aku dan Liam seperti aneh aja,"


"Pikirkan baik-baik dia selama ini selalu ada untukmu dan menemani masa-masa terburukmu, lebih baik di cintai dari pada cinta bertepuk sebelah tangan,"


"Pengalaman pribadi yaaa,"


"Iiis cerewet."

__ADS_1


Alessia dan Jesy masuk ke dalam kelas dan merasa aneh kenapa ruangan yang biasanya tidak begitu ramai banyak mahasiswi masuk.


"Kenapa tiba-tiba ramah begini yaa, Ale kamu cari tempat duduk dulu aku akan mencari informasi dari yang lainnya," ujar Jesy.


Alessia mencari kursi untuk dia duduk bersama Jesy, tak lama kemudian Jesy datang dengan raut wajah berbeda.


"Aku datang membawa kabar gembira, kita ada dosen pengganti Ale yang katanya masih muda dan sangat tampan," ujar Jesy dengan semangat.


"Loh pak Jimmy ga masuk lagi?" tanya Alessia.


"Hanya untuk sementara, pak Jimmy katanya sih sakit. Aku penasaran siapa dosen pengganti kita, moga-moga aja beneran tampan,"


"Semoga... lumayan juga kan bisa lihat yang bening-bening,"


"Kamu benar sekali Ale, bosen juga lihat yang tua-tua." Jesy dan Alessia tertawa bersama.


Saat mereka asyik mengobrol berduaan datanglah dosen yang mereka harapkan. Alessia terpanah melihat dosen pengganti memasuki ruangan kelas dan memang sangat tampan.


"Gila ini dosen apa model ya, cakep amat," Jesy berbisik pada Alessia. Alessia menganggukan kepalanya setuju dengan perkataan Jesy.


"Selamat siang perkenalkan saya Leon Geral dosen pengganti kalian untuk sementara, pak Jimmy dosen sebelumnya yang sedang sakit," ujar Leon memperkenalkan dirinya.


Mata Leon mencari keberadaan Alessia, dia melihat Alessia dengan kerinduan. Ingin sekali dia memeluk Alessia dan mengatakan aku mencintaimu tapi itu tidak mungkin, dia tahu kalau Alessia mengalami depsresi akut yang menyebabkan dia kehilangan ingatannya tapi hanya ingatan yang menyakitkan yang baru-baru saja terjadi pada Alessia.


Leon menjelaskan materi pada semua mahasiswa dan mahasiswi yang berada disana. Alessia memperhatikan cara Leon mengajarkan mata kuliah dan dia tidak bisa konsentrasi, wajah Leon terlihat sangat familier. Dia seperti pernah melihat Leon entah dimana.


"Hei nona yang memakai baju biru sepertinya kamu melamun," tegur Leon pada Alessia tapi yang ditegur hanya diam sambil memandangi wajah Leon.


Jesy yang mengerti hal tersebut menyenggol tangan Alessia dan kembali sadar dari lamunannya.


"Ada apa?" tanya Alessia bingung.


"Nona baju biru bisa kamu jawab pertanyaan saya tadi?"


Alessia menjadi bingung, dia dari tadi yang melamun tidak mendengarkan penjelasan dan pertanyaan Leon.


"Saya tidak tau pan," jawab Alessia gugup.


Leon menatap tajam Alessia, dia memang sengaja menegur Alessia agar bisa berduaan dengan Alessia.


"Semuanya jangan ditiru nona baju biru ini, dia contah yang tidak baik," ujar Leon.


Alessia bingung harus berkata apa lagi, dia menundukkan kepalanya.

__ADS_1


Tanpa terasa sudah 2 jam waktu terlewati... semua mahasiswa dan mahasiswi bubar dari kelas Leon.


"Kamu baju biru ikut ke ruangan saya," perintah Leon.


"I--iya pak," kata Alessia gugup.


Setelah tiba di ruangan Leon, Alessia duduk di kursi depan meja Leon.


"Siapa nama kamu?" tanya Leon.


"Alessia Javier pak," jawab Alessia gugup.


"Kamu dari Indonesia?"


"Iya pak,"


"Hmm sama seperti saya..."


"Iya pak, rasanya seneng yaa pak bisa ketemu teman sekampung di London."


Alessia dan Leon tertawa bersama tapi dia merasa kejadian sekarang yang mereka berdua alami sepertinya tidak asing.


"Lain kali jangan kamu melamun di kelas saya, kali ini saya maafin karena masih hari pertama saya mengajar kalian,"


"Terima kasih pak Leon, kalau begitu say permisi dulu." Alessia hendak pergi meninggalkan Leon.


"Tunggu dulu bagaimana kalau kita makan siang bersama,"


"Maaf pak saya tidak enak dan saya juga sudah ada janji," tolak Alessia dengan halus.


"Ooh ok."


Alessia keluar dari Leon sambil menghembuskan pernapasannya. Jantungnya berdetak lebih kencang sama sepertu Aleesia.


Leon tersenyum, dia akan melakukan segala macam cara untuk kembali ke posisinya. Luis papa Leon memang sengaja menghubungi Jimmy yang merupakan teman Luis.


Luis meminta bantuan agar Leon menjadi dosen di tempat Alessia kuliah, Jimmy menyetujui permintaan Luis. Jadilah sekarang dia kampus yang sama dengan Alessia.


"Aku akan memilikimu kembali sayang," ujar Leon dengan bahagia.


***************


Jangan lupa vote nya yaa readers kesayangan...

__ADS_1


Cerita I Love You My Doctor sekarang update selasa, kamis dan sabtu. Terima kasih...


__ADS_2