
Usia kandungan Alessia sudah memasuki 5 bulan, perutnya makin membuncit sekarang. Hubungannya dengan Leon masih dingin, dia lelah dengan pernikahan dibayang bayangi kehadiran kekasih masa lalu suaminya. Walau Leon masih terus bersikap memperhatikan Alessia, selalu pulang praktik lebih awal.
Keadaan kehamilan Alessia juga semakin membaik seiring bertambahnya usia kehamilannya. Sekarang dia sudah bisa makan dengan lahap tidak lagi muntah muntah seperti dulu pas awal kehamilan.
Keadaan Liam juga tak menentu, dia mencintai istri kakaknya sendiri memang sangat menyakitkan. Sudah beberapa bulan ini dia tak mendapatkan laporan Leon bertemu dengan Cassy lagi walau dia tau Cassy masih terus berusaha untuk menemui Leon.
Liam melampiaskan semua dengan siang dia berkerja dan malam dia pergi ke club malam.
Banyak wanita mendekatinya tapi tak satu pun yang menarik perhatiannya sampai dia melihat seorang wanita hamil seperti Alessia masuk ke club malam.
Liam melihat lebih dekat dan ternyata itu Alessia.
"Ngapain Alessia malam malam kesini" kata Liam lalu mendekati Alessia.
Liam memperhatikan Alessia sepertinya sedang terlibat masalah.
"Heh ku peringatkan kamu yaa jangan pernah ganggu Joy lagi!!! Berapa hutangnya aku yang akan membayar semuanya" bentak Alessia marah marah pada pria tua disana.
"Hutang uangnya akan aku anggap lunas asal kamu dan Joy menemaniku malam ini"
"Apa kamu gila tuan Fredo, temanku sedang hamil jangan ganggu temanku"
"Aku tak pernah tidur dengan wanita hamil sepertinya menyenangkan bisa tidur dengan wanita hamil yang cantik begini. Pasti kamu juga hamil tanpa suamikan, ayo lah jangan pura pura" ujar si tua Fredo.
Plak... Alessia menampar pipi Fredo.
"Kurang ajar!!! Berani beraninya wanita sepertimu menamparku" ujar Fredo marah.
Fredo menyuruh anak buahnya memegangi Alessia.
"Malam ini kamu jadi milikku" ujar Fredo melihat Alessia dengan tatapan napsu.
"Lepaskan.. lepaskan aku"
"Tuan Fredo kumohon lepaskan temanku, dia tidak bersalah. Aku saja yang menjadi gantinya, aku..aku masih perawan, aku saja tuan Fredo" kata Joy memohon pada Fredo.
"Walau kamu perawan aku lebih suka wanita hamil ini"
Alessia bergidik ngeri, dia hanya bermaksud membantu Joy yang terlibat banyak hutang demi pengobatan ibunya yang sedang sakit dan akan dijual untuk melunasi hutang hutangnya.
"Wah..wah tuan Fredo Alkali suka dengan wanita hamil yaa?" Kata Liam.
__ADS_1
"Ooh ada anak Luis Geraldo disini Liam Geraldo, ada apa yang membuat anda berada disini" ujar Fredo.
Alessia melihat Liam dia langsung berteriak memanggil Liam.
"Liam.. Liam tolong aku, dia itu pria tua, gendut, bau, jelek dan mesum"
Fredo sangat marah mendengar perkataan Alessia.
"Kamu memang kurang ajar" Fredo menaikan tangannya akan menampar Alessia tapi tangan terhenti karena Liam memegang tangan Fredo dan mengedipkan matanya pada Alessia agar Alessia diam.
"Tuan Fredo tanpa mengurangi rasa hormat saya pada anda, jangan suka kasar pada wanita" Kata Liam melihat Fredo dengan dingin.
"Jika kamu ingin kita berbagi wanita aku tak keberatan tapi untuk wanita hamil ini dia sudah menghinaku dan aku akan membuatnya menyesal" kata Fredo dengan kesal melihat Alessia. Alessia juga membalas tatapan mata kesal Fredo padanya.
"Berapa hutang temanmu Ale?" tanya Liam pada Alessia.
"Hutangnya 100 juta tapi dalam sebulan jadi 200 juta!! Joy ga bisa mengembalikan uangnya malah mau menjadikan Joy wanita malam"
"Tuan Fredo, saya yang akan membayar semua hutang hutang dengan bunganya dan lepaskan para wanita ini"
"Bukan masalah uangnya tuan Liam tapi ini menyangkut harga diri. Wanita hamil ini mulutnya sangat tajam, saya ingin menikmatinya"
"Tentu saja saya tau siapa keluarga"
"Wanita hamil ini adalah menantu keluarga Geraldo"
Fredo kaget saat mengetahui siapa Alessia, dia langsung menyuruh anak buahnya untuk melepaskan Alessia.
"Maafkan saya, saya tidak tau kalau anda menantu keluarga Geraldo" ujar Fredo dengan ketakutan.
"Besok orang suruhan saya akan datang ke kantor anda membayar semuanya. Saya anggap semua masalah ini selesai" ujar Liam lalu menarik tangan Alessia pergi dari club malam.
Joy juga mengikuti Alessia. Mereka sekarang di luar club malam.
"Liam terima kasih yaa sudah menolong aku dan Joy. Aku pulang sendiri aja, mobilku disana" kata Alessia.
"Aku akan mengantarkanmu pulang, mobilmu nanti diantar orangku. Alessia lain kali jangan pernah ke club malam. Kamu menantu keluarga Geraldo jangan memalukan nama keluargaku" kata Liam dengan dingin.
"Aku.. aku tak bermaksud demikian, Joy butuh bantuanku. Aku dengan buru buru datang ke club malam saat Joy menelpon aku" kata Alessia tak enak.
"Heh kamu yang nama Joy jangan pernah libatkan Alessia di dalam masalahmu!!! Jika tadi tidak ada aku, entah apa yang akan terjadi pada Alessia!!!" Bentak Liam pada Joy.
__ADS_1
"Ma.. maafkan aku" ujar Joy dengan ketakutan.
"Maaf kan aku Ale.. maafkan aku"
"Sudahlah Joy tak masalah, kamu kan sahabatku jadi wajah kalau aku membantumu" kata Alessia melihat Joy.
"Apa kak Leon tau kamu pergi Ale?"
Alessia hanya diam, dia sedang tak ingin membahas Leon. Mendengar nama Leon saja dia sudah sangat kesal.
"Aku belum mengatakannya"
"Kamu benar benar deh Alessia, pergi tanpa memberitahu suami. Dan kamu Joy yang namanya teman itu punya aturan. Apa kamu tak melihat kalau Alessia sudah menikah dan sedang hamil!!!
Alessia aku hanya bisa bilang pikirkan anak dalam kandungamu bukan sahabat tak tau diri seperti dia" kata Liam melihat Joy dengan tatapan tak suka.
Keadaan dalam mobil menjadi hening, Alessia tak bisa lagi berkata apapun.
"Sudah sampai rumahmu, itu mobil kak Leon sudah ada digarasi. Kamu jelaskan pada kakakku tentang apa yang terjadi, aku harap kamu bisa memikirkan mana prioritas atau hanya buang buang waktu" ujar Liam.
Alessia masuk ke dalam rumah dengan takut takut, dia takut Leon marah padanya.
"Dari mana saja kamu Ale" suara Leon terdengar berat seperti sedang menahan amarahnya.
"Bukan urusanmu aku mau pergi kemana saja" jawab Alessia dengan ketus.
"Ale ini sudah hampir tengah malam dan kamu malah baru pulang di jam segini!! Kamu itu sedang hamil Ale, pikirkan kehamilanmu dan itu tadi mobil yang mengantarmu mobil Liam ya? Apa hubunganmu dengan Liam?" tanya Leon dengan curiga.
"Yang pasti bukan hubungan seperti hubunganmu dengan Cassy mu itu" sahut Alessia dengan emosi.
"Kamu... Leon menghela napasnya, mencoba menenangkan emosinya... Beristirahatlah dan tidurlah Ale" kata Leon dingin.
Alessia pergi kekamarnya dengan kesal tapi dia juga merasa bersalah pada Leon. Dia salah karena pergi tidak memberitau Leon. Tak lama Leon masuk ke dalam kamar dan melihat Alessia sedang diam di tepi ranjang.
"Kenapa? Ga bisa tidur?" tanya Leon dengan lembut.
"Sini tidur sama aku" kata Leon lagi.
Alessia mendekati Leon dan merebahkan kepalanya di dada Leon. Walau dia sering bersikap dingin pada Leon tapi dia tak bisa tidur tanpa pelukan Leon.
Bersambung....
__ADS_1