Terpaksa Menikahi Sang Dokter

Terpaksa Menikahi Sang Dokter
Bertemu Cassy


__ADS_3

Alessia memegang perutnya, dia merasakan betapa hidupnya terasa sangat menyedihkan. Dia tak boleh lemah, dia harus kuat demi anak di dalam kandungannya. Alessia memutuskan untuk bertemu Cassy, dia ingin menyelasaikan masalah yang ada di antara mereka.


Jika dia berharap pada Leon seperti lelaki itu tak akan bisa bersikap tegas untuk bisa memutuskan siapa yang lebih penting dalam hidupnya. Alessia menghubungi Liam untuk bertanya berapa nomor ponsel Cassy, tak butuh waktu lama Liam pun mengirimkan nomor yang diinginkan Alessia.


"Halo" sapa suara seorang wanita diujung telepon.


"Apa benar ini nomor Cassy?" tanya Alessia.


"Iya ini saya Cassy, ini siapa ya"


"Saya Alessia istri Leonard Geraldo"


"Ooh Alessia ada apa?"


"Bisa kita bertemu? Ada hal penting yang ingin aku bicarakan"


"Hmm bisa"


"1 jam lagi di kafe xxx"


"Ok"


Alessia menarik napasnya, dia harus kuat apapun nanti yang akan terjadi. Tibalah Alessia di kafe tempat mereka janjian, berbagai macam pikiran berada dibenaknya. Alessia melihat Cassy tersenyum dengan kedatangan dia, senyuman wanita itu terlihat tulus dan begitu cantik. Wajar jika Leon dulu mencintainya.


"Maaf yaa sudah menganggu waktumu" Alessia membuka pembicaraan dengan canggung.


"Aku terkejut menerima teleponmu, apa kah Leon sudah memberi tahumu tentang hubungan kami? Apa karena hal ini kamu menghubungiku?"

__ADS_1


Alessia tersenyum kecut mendengar perkataan Cassy.


"Leon sangat baik, bertanggung jawab dan yang aku suka darinya dia hanya tersenyum untukku" kata Cassy dengan tersenyum teringat dengan Leon.


"Walau Leon tak banyak bicara dan berbicara seperlunya saja, hubungan kami penuh dengan perjuangan. Tidak mudah bagi kami melewati 5 tahun bersama, putus sambung, orang tua Leon tidak setuju dengan rencana pernikahan kami tapi kami berdua nekat untuk tetap melanjutkannya. Aku melakukan kesalahan dengan meninggalkannya, itu semua kesalahku. Jika bukan karena aku pergi kamu tak akan mungkin menikah dengan Leon" kata Cassy dengan wajah menyesal.


"Maaf.." ujar Alessia dengan narik napasnya, dia harus mengatakan semua yang mengganjal di dalam hatinya. "Ketika aku mengetahui kamu hadir kembali di dalam hubungan pernikahan kami, aku menjadi gelisah..."


Cassy hanya diam mendengar perkataan Alessia.


"Aku tahu kamu mencintai Leon sebelum aku jatuh cinta padanya, aku tahu hubungan kalian sudah terjalin lama bahkan tak sebanding dengan usia pernikahanku yang masih seumur jagung" Alessia lalu menarik napas panjangnya dan melanjutkan lagi perkataannya "Aku tak pernah bermaksud untuk merampas semua kenangan indah kalian dulu, aku tak pernah bermaksud merusak hubunganmu dengan Leon. Aku benar benar minta maaf, aku pikir hubungan kalian berakhir dengan kepergianmu meninggalkan Leon" air mata jatuh dipipi Alessia.


"Sekarang aku sudah kembali" kata Cassy dengan tegas dan melihat tajam perut Alessia.


"Apa maksudmu?"


"Apa kamu tak bisa melepaskan Leon, tolong sadarlah Leon sudah menikah dan aku sedang mengandung anaknya"


"Apa kamu tidak menyadari jika bayi itu adalah sebuah kesalahan!!" Tunjuk Cassy dengan dingin pada perut buncit Alessia.


Alessia memegang perutnya, menggeleng dengan lemah,  air matanya mengalir dengan deras di pipinya. "Bayiku bukan suatu kesalahan, bayiku adalah hal terindah yang hadir dalam hidupku" kata Alessia dalam hatinya.


"Apa rencanamu selanjutnya dengan hidupmu? Jika aku menjadi kamu, aku akan meminta pertanggung jawaban Leon sampai anak yang hadir karena kesalahan itu dewasa"


"Anakku bukan karena kesalahan" ujar Alessia pelan dan masih menangis.


"Apa!! Bukan karena kesalahan? Menurutku itu kesalahan karena kamu hamil dengan calon suamiku" kata Cassy dengan kesal.

__ADS_1


"Aku mohon hentikan ucapanmu yang mengatakan bayiku adalah kesalahan" kata Alessia sambil menghapus air mata dipipinya.


Cassy tak memperdulikan hal tersebut dan melanjutkan perkataannya lagi.


"Kamu masih kuliahkan? Berapa umurmu 20 -21 tahun?"


"20 tahun"


"Menurut saranku... masa depanmu masih panjang, umurmu masih muda, keluargamu pun juga kaya. Sebaiknya kamu kembali pada keluargamu dan gugurkan bayi yang hanya akan jadi beban dalam hidupmu" kata Cassy dengan dingin.


Tubuh Alessia bergetar, dia bagaikan tersambar petir saat mendengar perkataan Cassy. Tega teganya Cassy yang juga seorang wanita mengatakan hal tersebut.


"Aku tak akan melakukan hal tersebut" ucap Alessia dengan tegas.


"Buat apa kamu mempertahankan kandungamu, Leon saja tak mengharapkan kehamilanmu. Kehamilanmu merupakan beban untuk Leon"


"Apa Leon mengatakan hal tersebut?"


"Iya"


"Jika kamu ingin melanjutkan hubunganmu dengan Leon silahkan saja, aku tidak membutuhkan tanggung jawab Leon untuk aku atau pun bayiku. Dan aku tidak akan pernah menggugurkan kandunganku apapun alasannya" ujar Alessia dengan tegas dan melihat Cassy dengan tajam.


"Tunggu saja Leon akan mengatakan padamu sendiri kalau dia akan menyuruhmu untuk mengugurkan kandungamu biar kamu tau diri dan mengerti bahwa tak ada cinta Leon untukmu" balas Cassy dengan dingin lalu pergi meninggal Alessia di kafe tersebut.


Alessia melihat kepergian Cassy dengan sangat marah, dia tak habis pikir masa Leon yang seorang dokter bisa seperti itu. Leon seorang dokter yang selalu mengutamakan keselamatan pasiennya, apa mungkin Leon tega menyuruhnya untuk menggugurkan kandungannya. Bayi dalam kandungnya yang merupakan darah daging Leon sendiri.


•*•*•*•*•*•*•*•*•*•*•

__ADS_1


__ADS_2