Terpaksa Menikahi Sang Dokter

Terpaksa Menikahi Sang Dokter
Aku kembali


__ADS_3

Dua tahun kemudian.


Tanpa terasa waktu berjalan dengan cepat, dua tahun waktu yang di butuhkan Leon untuk kembali pulih seperti dulu. Masa terpuruknya dia saat Liam menyuruhnya untuk tetap menjadi orang mati membuat Leon menjadi tidak bersemangat lagi melewati hari-harinya.


Leon turun dari pesawat dan kembali ke Jakarta, dia sangat bersemangat untuk akan kembali lagi untuk bertemu dengan istri dan anaknya Hanna.


Leon membuka galery ponselnya, melihat foto Hanna masih bayi. Dia sangat merindukan putri kecilnya.


![]((null)


)


Dan wajah cantik Alessia istrinya.


![]((null)


)


Hanya foto Alessia dan Hanna yang selalu dipandanginya tiap malam. Hanya mereka berdua yang menjadi penyemangat dalam hidupnya.


"Kamu sudah siapa Leon untuk bertemu keluargamu lagi" tanya Sesil yang menemani Leon kembali ke Jakarta.


"Aku sudah siap Sil dan sudah sangat merindukan keluargaku"


"Apa kamu yakin keluargamu masih mengharapkanmu?"


"Aku yakin sekali Sesil"


"Alessia istrimu bagaimana? Aku yakin istrimu di kira orang seorang janda kembang"

__ADS_1


"Jaga ucapanmu Sesil, Alessia bukan seorang janda karena suaminya masih hidup"


"Terserah padamu Leon, kalau aku jadi Alessia akan sangat kecewa padamu"


Leon tidak memperdulikan ucapan Sesil, dia yakin Alessia tidak akan seperti itu.


"Aku akan kembali sayang..." ujar Leon dalam hatinya.


Leon sudah tiba di rumah orang tuanya...


"Nah sekarang sudah sampai tuh di rumah orang tuamu. Aku mau pulang dulu ke rumah orang tua ku sudan beberapa tahun aku tidak pernah kembali ke Jakarta" ujar dokter Sesil.


"Terima kasih Sesil, kamu selalu mendukung dan melakukan terapi padaku"


"Sudah kewajibanku sebagai seorang dokter Leon. Semoga kamu bahagia dan kita jangan sampai bertemu lagi, aku tidak ingin bertemu dengan lagi jika menjadi seorang pasien"


Leon tertawa mendengar perkataan Sesil, dia juga tidak ingin lagi bertemu Sesil menjadi seorang pasien.


"Lebih baik sebagai seorang sahabat dari pada pasien. Udah sana temui anak dan istrimu" Sesil mengusir Leon dari dalam mobilnya.


Ada perasaan sedih di dalam hati Sesil, 2 tahun bersama Leon di rumah sakit Adelaide Australia menimbulkan perasaan berbeda di hati Sesil, tanpa disadarinya dia telah jatuh cinta pada Leon tapi dia hanya bisa menahan perasaan cintanya pada Leon, dia tahu bahwa tidak ada kesempatan untuknya. Tujuan Leon untuk pulih dari kelumpuhannya hanya demi Alessia. Di hati dan pikiran Leon hanya ada nama Alessia.


Sesil mengerti dengan hal tersebut, dia tidak akan merebut hal yang bukan miliknya. Dia yang menemani Leon pada tahun pertama yang merupakan tahun yang tersulit untuk Leon dan tahun kedua Leon baru bisa bangkit dan memiliki semangat kembali menjalani terapi.


"Selamat tinggal Leon, dua tahun bersamamu akan selalu menjadi kenangan indah untukku" ujar Sesil menahan rasa sakit di dalam hatinya.


Leon masuk dengan semangat ke dalam kediaman kedua orang tuanya. Dia juga merindukan papa dan mama nya. Semua orang melihat kedatangan Leon menjadi histeris, mbak Wati menyangka Leon bangkit dari alam kubur dan Bella sampai pingsan tidak mengira kalau Leon masih hidup. Luis juga sama, dia tidak percaya putranya yang sudah meninggal ternyata masih hidup.


"Papa mama maafkan semua kesalahanku, aku tidak pernah menyangka kalau pesawat ke Tiongkok mengalami kecelakaan. Aku sebenarnya ke Adelaide Australia dan menjalani terapi disana," ujar Leon memberikan penjelasan pada Luis dan Bella.

__ADS_1


Leon menjelaskan tentang kecelakaan pesawat dan semua kejadian yang dia alami demi pemulihannya dari kelumpuhan yang di deritanya. Bella menangis mendengarkan perkataan Leon, dia tak menyangka banyak hal yang sulit dilewati Leon sendirian tanpa di temani keluarga hanya dirinya sendiri.


"Maafkan mama yaa nak, mama tidak tau kamu mengalami semua hal yang sulit. Ibu macam apa aku ini tidak mengetahui tentang keadaan putra sulungku," ujar Bella dengan menangis sedih.


"Maafkan papa juga yaa nak" kata Luis.


"Maafkan aku... ini bukan kesalahan mama dan papa. Leon lah yang terlalu egois dan hanya memikirkan diri sendiri." Leon merasa sangat bersalah pada Bella dan Luis.


Mereka saling berpelukan, keadaan di dalam kediaman keluarga Geraldo menjadi haru dan tangisan bahagia.


"Mama, papa di mana Alessia dan Hanna?" tanya Leon yang penasaran. Kenapa tidak ada Alessia dan Hanna dikediaman kedua orang tuany?


Wajah Bella memucat, dia bingung harus menjelaskan seperti apa yang terjadi selama tidak ada Leon dua tahun terakhir ini. Luis menghembuskam napasnya dengan berat.


"Alessia dan Hanna tidak ada lagi di Jakarta nak" ujar Bellla dengan hati-hati.


"Alessia dan Hanna ma?"


Bella tidak bisa menjawab pertanyaan Leon, dia melirik Luis seakan meminta bantuan jawaban padanya. Luis mengerti dengan lirikan mata Bella akhirnya memutuskan untuk dia yang berbicara dengan Leon.


"Banyak hal yang terjadi semenjak kematian rekayasa mu" ujar Luis yang akhirnya membuka suaranya.


"Apa yang terjadi pa?"


Luis menceritakan kejadian 2 tahun yang lalu pada Leon tentang depresi akut Alessia, percobaan bunuh dirinya Alessia.


Leon sangat sedih mendengarkan perkataan Luis, dia lah penyebab Alessia melakukan bunuh diri.


"Lalu sekarang Alessia dan Hanna di mana pa?"

__ADS_1


*********


__ADS_2