
Usia kandungan Alessia sudah 9 bulan sebentar lagi dia akan melahirkan. Leon juga sudah sibuk menyiapkan semua kebutuhan Alessia, dia sendiri yang merancang kamar untuk bayi mereka.
Cassy sudah beberapa bulan ini tidak menganggu hubungan Alessia dan Leon, Alessia berfikir mungkin Cassy sudah menyerah untuk tidak merebut suaminya. Alessia juga merasa kalau Liam berkata yang sebenarnya kalau dia tak terlibat dengan Cassy.
"Hayooo loh melamun apa sih nyonya Leonard" kata Leon melihat wajah istrinya.
"Melamuni kamu"
"Aku? Kenapa? Mau minta jatah yaaa, yuuk sini aku mau *****"
"Idiiih jorok.. ini nih punya Hanna bukan punya Leonard"
"Siapa Hanna??"
"Aku kasih nama anak kita Hanna"
"Ga boleh nama anak aku tuh Lucia bukan Hanna"
"Ga mau kan aku yang mengandung, melahirkan jadilah namanya Hanna"
"Tapi aku yang menanam benih disitu tanpa benihku tak mungkin kamu hamil"
"Alesssiaaaaa"
"Leonaaaaard"
Mereka saling melihat dengan marah. Mereka sudah melakukan USG untuk mengetahui jenis kelamin anak mereka dan ternyata anak mereka berjenis kelamin perempuan. Leon tak mempermasalahkannya mau itu anak laki laki atau perempuan.
Sementara itu ditempat lain Cassy bertemu dengan Liam.
"Liam bagaimana ini? Sebentar lagi si Alessia melahirkan dan aku tidak akan bisa memiliki Leon lagi. Anak yang dilahirkan Alessia akan menjadi penghalang hubungan ku dan Leon" kata Cassy dengan wajah kesal.
"Biarkan saja dulu mereka bahagia bersama dan menikmati waktu mereka sebagai orang tua baru walau hanya sementara"
"Tidak bisa Liam!!! Aku harus memiliki Leon"
"Kamu harus sabar jika menginginkan tujuanmu tercapai bukan seperti sekarang"
"Baiklah Liam aku akan bersabar tapi sampai kapan?"
"Sebentar lagi Cassy tapi aku menginginkan sesuatu darimu"
__ADS_1
"Kamu menginginkan apa?"
"Kamu bisa melayaniku? Aku sedang pusing dengan perkerjaanku dan membutuhkan pelepasan"
"Apa kamu mengingikan aku untuk memberikanmu kepuasan Liam?"
"Jika kamu tak keberatan, aku penasaran dengan kehebatanmu diranjang"
"Tentu saja Liam, aku menunjukan padamu tentang kehebatanku diranjang seperti yang kamu inginkan"
******************
Sudah dua hari Leon dan Alessia bertengkar hanya karena nama untuk calon anak mereka. Leon yang baru saja melakukan operasi ingin secepatnya kembali kerumah, dia stress karena operasi kali ini belum tentu akan berhasil dan dia juga merindukan Alessia. Walau baru dua hari mereka tak bertegur sapa tapi Leon tak tahan Alessia bersikap tak peduli padanya, dia ingin melakukan pelepasan untuk menghilangkan rasa stress. Dia mencari cara agar Alessia mau berbicara dengannya..
"Ale sudahlah jangan marah begitu padaku, maafkan aku yaa bagaimana jika anak kita kasih nama Lucia Hanna Geraldo. Bagaimana? Kamu mau?" Kata Leon sambil membujuk istrinya.
"Benarkah kamu tak keberatan kalau anak kita ada nama Hanna nya?"
"Tentu saja sayang"
"Bagaimana jika Hanna Lucia Geraldo"
"Baiklah sayang aku setuju, Hanna Lucia Geraldo"ujar Leon melihat Alessia dengan hasrat ingin memiliki, Alessia tau jika Leon sudah melihatnya seperti ini pasti lelaki tersebut menginginkan hal yang lain.
"Wow itu pasti sangat enak jika aku bisa meremas dan menyentuh benda kenyal itu, ingin sekali aku menyesapinya Ale"
"Hmm aku tutup dulu deh"
Wajah Leon seketika menjadi kesal, dia tak bisa membiarkan Alessia tidak memberikannya kenikmatan surgawi.
"Ale.. Ale.. jangan di tutup sayang, aku ga tahan Ale"
"Ga tahan apa sih Le?"
"Ini Ale.. ini lihat udah berdiri nih" kata Leon sambil mengelus juniornya dari luar celananya.
"Hmm tapi aku lagi ga mau" ujar Alessia yang memang dengan sengaja menggoda suaminya.
Leon tak peduli lagi dengan penolakan Alessia, dia langsung memeluk tubuh istrinya dan menjilati leher jenjang Alessia "aaakh"
Leon melihat Alessia, dia menciumi bibir istrinya dan tangannya meremas pelan gunung kembar Alessia. Ciuman Loen berpindah dari bibir ke leher menuju gunung kembar dan pusar Alessia, dia membuka kedua paha istrinya dan menenggelamkan kepalanya di bagian bawah Alessia. Menjilati juga mencecapi nya dengan bernafsu.
__ADS_1
"Aaaah Leeeeeooooon"
Alessia terengah engah dia sangat menikmati permainan Leon, Leon melihat lagi wajah istrinya yang memerah dan bersiap untuk memasukan juniornya ke dalam inti Alessia.
"Masih mau menolak aku lagi sayang"
"Ga menolak sayang.. ayo lakukan sayang"
Leon dengan semangat menggerakan pinggulnya. Desahan desahan Alessia dan Leon terdengar disetiap sudut kamar.
************
Beberapa hari kemudian...
Akhirnya hari yang dinantikan Leon dan Alessia tiba juga, Alessia akan melahirkan anak pertama mereka. Leon menemani Alessia diruangan bersalin, tak tega melihat wajah kesakitan Alessia.
"Leeoon sakiiit" Alessia mengeluh pada Leon.
"Tarik napas buang sayang, ingat saat kamu senam hamil. Ayo sayang aku ada disini selalu menemanimu" kata Leon memberi semangat pada Alessia.
"Sakiiit Leon.. ini semua gara gara kamu" teriak Alessia.
"Iya sayang ini semua gara gara aku, ayoo sayang ambil nafasnya dorong lagi"
"Leeeooon sakiit... kalau kamu ga mabuk ga mungkin aku hamiiil, ini salah kamu"
"Tapi kamu kan suka juga sayang malah minta tambah terus"
"Pokoknya salah kamu"
"Iya sayang.. maafkan aku sayang, apapun itu semua salah aku, wanita tak pernah salah sayang" ujar Leon yang lebih memilih untuk salah dari pada Alessia marah marah lagi
Suster dan dokter Spog Marlina yang mendengarkan percakapan suami istri ini menjadi senyum senyum sendiri. Mereka benar benar tak menyangka sang dokter yang biasanya dingin, berwajah datar, tak banyak bicara bisa berubah seperti itu di hadapan istrinya.
Orang tua Leon dan Sebastian juga Liam berada diluar kamar bersalin. Mereka dengan sabar menunggu kelahiran anak Leon dan Alessia.
Setelah beberapa saat akhirnya terdengar suara tangisan bayi. Alessia melihat suster menggendong bayinya, Leon menangis haru akhirnya anak yang dia nantikan lahir dunia ini. Tak ada yang lebih membahagiakan bagi Leon selain kelahiran buah hatinya.
"Anak kita Ale... terima kasih Ale sudah melahirkan bayi yang sangat cantik. Aku mencintaimu Ale"
"Aku juga mencintaimu Leon"
__ADS_1
Semua keluarga menyambut dengan gembira kelahiran baby Hanna Lucia Geraldo begitu juga dengan Liam, Liam melihat betapa cantiknya keponakannya dan betapa bahagianya Alessia dengan kelahiran putrinya.
****************