
Profesor Budi datang ke rumah sakit milik keluarga Geraldo. Ada Bella dan Luis juga Liam disana, mereka menyambut kedatangan psikologi senior tersebut dengan senang hati.
Profesor Budi memeriksa Alessia melihat sayatan di tangan kanannya, tatapan matanya kosong seperti tidak ada keinginan untuk hidup. Dari riwayat kesehatannya Alessia sudah seminggu ini minum obat antidepresan.
"Bagaimana keadaan Alessia profesor Budi" tanya Luis.
"Dari melihat keadaan bu Alessia yang tidak merespon kemunikasi, ada metode yang akan membuatnya kembali seperti semula"
"Apa itu dok?"
"Terapi kejut listrik atau electroconvulsive therapy (ECT)"
"Lakukan semua yang terbaik dok"
"Terapi kejut listrik untuk di Indonesia terapi ini jarang ada yang doktor psikologi yang mau melakukannya karena ada efek sampingnya"
"Apa dok efek sampingnya?"
Profesor Budi melihat wajah Bella, Luis terutama Liam. Ada sesuatu yang aneh dari tatapan Liam pada Alessia tapi dia masih ragu apa arti tatapan itu.
"Efek sampingnya bu Alessia kemungkinan tidak dapat mengingat lagi sejumlah peristiwa di masa silam terutama peristiwa kenangan pahit dan sangat menyakitkan bagi bu Alessia tapi ada dalam beberapa peristiwa pasien dapat mengingat kembali atau tidak akan pernah ingat untuk selamanya," ujar Profesor Budi menjelaskan pada Bella, Luis dan Liam.
Wajah Bella, Luis dan Liam sangat terkejut, apa kah Alessia akan melupakan Leon. Liam menjadi ragu, dia khawatir Alessia akan melupakan Hanna putrinya sendiri jika Alessia kehilangan ingatannya.
"Pikirkan dulu semua yang akan terjadi jika sudah yakin dengan metode terapi kejut listrik atau electroconvulsive therapy bisa hubungi saya kembali" ujar Profesor Budi lalu beranjak meninggalkan mereka yang masih belum bisa mengambil keputusan demi kesembuhan depresi Alessia.
"Lakukan profesor Budi," ujar Liam dengan serius.
Bella dan Luis melihat Liam dengan tidak percaya.
"Apa anda yakin pak Liam?" tanya profesor Budi.
"Saya yakin prof... lakukan terapi kejut listrik pada Alessia"
"Semua alat yang lengkap ada di London. Bagaimana jika di lakukan pengobatan di London saja agar lebih akurat dalam semua proses menangani pasien dengan depresi akut dan ingat pak Liam efek terburuk dari terapi kejut listrik"
"Liam apa kamu yakin dengan keputusan ini?" tanya Luis.
"Aku yakin pa, ini demi kesembuhan Alessia"
Akhirnya Bella dan Luis menyetujui terapi kejut listrik yang akan di lakukan pada Alessia.
Profesor Budi menghubungi rekan sesama psikologi di rumah sakit London. Tiga hari lagi Alessia akan di bawa ke London bersama Liam.
__ADS_1
Saat malam sebelum keberangkatan Liam dan Alessia. Bella berbicara dengan Luis.
"Pa bukannya aku tidak mengerti dengan keadaan Alessia tapi apa mungkin Alessia merupakan jodoh untuk Liam," ujar Bella.
"Aku juga sama pemikirannya denganmu ma tapi apa kata keluarga atau orang lain jika sampai turun ranjang antara Liam dan Alessia" kata Luis.
"Apa kita biarkan saja Liam selalu bersama Alessia? walau Alessia istri Leon tapi Leon juga sudah meninggal pa dan Liam menyayangi Hanna walau bukan anak kandungnya" kata Bella.
Luis tidak bisa berkata-kata lagi, melihat perjuangan Liam demi kesembuhan Alessia membuat dia mengerti betapa cintanya Liam pada Alessia.
"Kita ikutin saja semua jalan takdir yang Tuhan buat untuk Alessia dan Liam. Jika memang mereka berdua berjodoh pasti ada jalan untuk hubungan mereka" ujar Luis.
Sementara itu Liam pergi berduaan dengan Jane, dia ingin mengucapkan terima kasih pada gadis yang telah membantunya selama ini.
"Liam terima kasih yaa sudah mengajak aku jalan-jalan walau hanya di sekitar perumahan" ujar Jane dengan sumringah.
"Sama-sama Jane, aku akan senang jika kamu bahagia"
"Aku turut sedih dengan kejadian yang menimpa kakak iparmu Alessia, aku sangat mengerti perasaannya sedih dan terluka kehilangan suami yang begitu di cintai untuk selamanya,"
"Terima kasih Jane"
"Semoga papa ku bisa mengobati kak Alessia dan bisa pulih kembali seperti dulu setelah itu bisa menjalani hari-harinya dengan kebahagiaan," ucap Jane dengan tulus.
"Liam kamu punya foto kak Alessia?" tanya Jane penasaran.
"Sebentar... Ini dia foto Alessia" Liam menunjukan foto Alessia yang ada di galery fotonya.
"Yaa Tuhan cantik sekali" ujar Jane melihat Alessia dengan kagum.
"Tentu saja cantik, wanita yang aku cintai tidak mungkin jelek," ujar Liam dalam hatinya.
"Setelah sembuh aku yakin akan banyak pria yang mendekati kak Alessia walau seorang single parents"
Mendengar perkataan Jane, Liam menjadi kesal.
Dia tidak akan membiarkan satu orang pria pun mendekati Alessia karena Alessia adalah miliknya.
"Jane..." panggil Liam.
"Iya Liam ku sayang" jawab Jane manja.
__ADS_1
"Sebelumnya aku ingin minta maaf padamu... -Liam menarik napasnya, ini terasa berat untuk dia ucapkan- ... selama ini aku berusaha untuk menjadi yang terbaik untukmu tapi semakin lama, aku semakin menyadari kalau aku bukanlah yang terbaik untukmu. Maafkan aku Jane," ujar Liam yang merasa bersalah sudah memberikan harapan palsu pada Jane.
"A--apa maksudmu Liam? Apa kamu ingin kita putus?" Ujar Jane dengan tidak percaya.
"Maafkan aku Jane... aku sudah berusaha untuk mencintaimu tapi aku tak bisa terus menerus membohongi perasaanku padamu"
"Ooh... aku mengerti, aku pulang dulu yaa Liam," ujar Jane dengan tersenyum indah di wajahnya.
"Aku akan mengantarkanmu pulang"
"Tidak usah Liam, aku bisa pulang sendiri"
Jane berjalan dengan cepat masuk ke rumahnya, dia memangis di dalam kamarnya. Sebenarnya kejadian ini sudah bisa dia duga, dia tahu kalau dari awal saat mereka berpacaran Liam memang tidak mempunyai perasaan yang sama dengan dirinya. Jane menangis tersedu-sedu di dalam kamarnya.
Liam merasa perasaannya tidak enak sudah memutuskan hubungannya dengan Jane tapi dia tidak ingin memberikan semua harapan-harapan palsu untuk Jane. Liam tidak ingin Jane selalu bersamanya, Jane berhak mendapatkan apa yang terbaik untuknya tapi itu bukan Liam.
**********
Liam dan Alessia sudah sampai di London. Profesor Budi Santoso sudah terlebih dahulu berada dirumah sakit di London untuk mempersiapkan pengobatan Alessia.
Sekarang saatnya Alessia di terapi kejut listrik, sebelumnya dilakukan dengan terlebih dahulu memberikan anatesi dan relaksan otot pada pasien. Kemudian dilanjutkan dengan pemberian cetusan listrik ke otak melalui elektroda yang dipasang di kepala.
Terapi kejut listrik tidak hanya dilakukan sekali tapi beberapa kali sampai pasien tidak lagi berkeinginan untuk bunuh diri. Pengobatan untuk Alessia tidak hanya terapi kejut listrik tapi juga minum obat antidepresan.
********
Enam bulan kemudian...
Tanpa terasa Liam menemani Alessia berobat selama enam bulan. Alessia sudah kembali seperti dulu lagi tapi dia tidak dapat mengingat kejadian yang menyakitkan yaitu meninggalnya Leon.
Alessia juga tidak mengetahui kalau dirinya sudah menikah dan memiliki seorang putri.
Liam menggunakan kesempatan itu untuk menanipulasi keadaan Alessia. Liam mengaku kalau dia adalah kekasih Alessia.
Bella dan Luis menyusul Alessia ke London. Mereka membawa Hanna pada Alessia, awalnya Alessia bingung siapa Hanna dan setelah di jelaskan pada Bella kalau Hanna anak angkat Alessia, Alessia sangat menyayangi Hanna seperti putri kandungnya sendiri. Untungnya Alessia tidak curiga dan menerima kehadiran Hanna.
Bella dan Luis mengikuti alur cerita yang buat oleh Liam. Semua demi kesembuhan Alessia.
***********
__ADS_1