
"Jaga cucu kakek yaa"
"Iya kek... aku akan menjaga Alessia dengan segenap jiwa ku."
"Kakek mempercayaimu," ujar Sebastian.
Alessia melihat seorang wanita setengah baya meneteskan air mata dipipinya, terlihat wajah wanita itu dia sangat bahagia akhirnya mempelai pria bisa menikah dengan wanita yang mirip dengannya.
"Kamu cantik banget Alessia, ga salah mama menjodohkan aku dengan kamu," bisik pria itu ditelinga Alessia.
Alessia terbangun, dia bermimpi mengucapkan janji pernikahan disebuah gereja dengam seorang pria tapi dia tidak bisa melihat pria tersebut, wajahnya kabur tapi suaranya seperti pernah dia dengar tapi dimana?
"Aduuh kepalaku kok sakit lagi sih," ujar Alessia memegang kepalanya yang terasa nyeri.
"Besok aku harus menemui dokter Andreas tapi kenapa aku bisa dikamar yaa." Alessia kebingungan sendiri, siapa yang membawanya ke dalam kamar.
Alessia beranjak dari ranjangnya, dia langsung kaget saat melihat keluar jendela hari sudah berganti. Dia khawatir dengan Hanna, bagaimana keadaan putrinya.
Saat keluar kamar Alessia mendengar suara Hanna berbicara dengan seorang pria. Tak mungkin Liam kembali lagi karena baru kemarin Liam kembali ke Jakarta.
"Terima kasih papa," ujar Hanna dengan bahagia.
Alessia makin tidak percaya mendengar Hanna memanggil seorang pria sebutan nama PAPA. Betapa terkejutnya Alessia disana ada Leon sedang bercanda dengan Hanna.
"Eeh mama udah bangun." Hanna langsung mendekati Alessia.
"Mama lagi sakit ya? Papa bilang mama sakit dan harus banyak tidur," ucap Hanna.
"Hanna kamu manggil pak Leon papa nak?" tanya Alessia heran.
"Iya. Mama aku Alessia dan papa aku Leon," ucap Hanna.
"Tapi Leon bukan—
"Ale nanti aku jelaskan," sahut Leon cepat.
Alessia mengerti dia akan membahas semuanya nanti dengan Leon. Hanna baru kenal kenapa bisa memanggil Leon dengan sebutan papa sedangkan Liam tunangannya saja dipanggil Hanna OM bukan PAPA.
"Papa aku mau makan mie goreng yang papa masak tadi tapi disuapi yaa pa," ujar Hanna manja pada Leon.
"Tentu sayang... apa sih yang ga untuk putri papa tercinta." Leon langsung menggendong Hanna.
Alessia makin tidak percaya lagi dengan keakraban Hanna dan Leon padahal baru saling mengenal.
Alessia, Leon dan Hanna makan pagi bersama, entah mengapa ada perasaan bahagia dalam hatinya dengan apa yang terjadi sekarang.
"Nah sekarang sudah siap," ujar Leon dengan ekspersi wajah puas sudah berhasil memakaikan baju sekolah Hanna.
Alessia hanya melihat itu tanpa bisa berkata apapun, selama ini dia lah yang mengurus segala kebutuhan putrinya. Hanna walau dekat dengan Liam tapi tidak pernah memperhatikan Hanna seperti Leon.
Leon dan Alessia mengantarkan Hanna kesekolah, di dalam mobil Leon dan Hanna saling bercerita dan bercanda tawa bersama. Alessia hanya diam saja, dia masih mencerna dengan baik semua kejadian yang baru dia alami.
"Bye mama... bye papa," ujar Hanna melambaikan tangannya kearah Alessia dan Leon.
Alessia dan Leon kembali ke dalam mobil, Alessia sangat penasaran apa yang terjadi.
"Sekarang sudah ga ada Hanna, bisa kamu jelaskan semua ini Leon," ujar Alessia.
Leon menghela napasnya, "aku yang mengantarmu pulang."
__ADS_1
"Dari mana kamu tau alamat rumahmu?"
"Dari data base mahasiswamu."
Alessia berpikir benar juga perkataan Leon.
"Bagaimana kamu menjemput Hanna?"
"Aku tanya sekolah Hanna dari Yana."
"Apa kamu membuka ponselku!"
"Tidak. Kamu lihat saja ponselmu ada passwordnya bagaimana aku bisa tau."
"Iya aku tau tapi bagaimana kamu menghubungi Yana?"
"Sewaktu kamu tidur, Yana menghubungimu lalu kuangkat lalu ku tanya tentang sekolah Hanna dan menjemputnya."
Lagi-lagi apa yang dikatakan Leon benar, dia tidak bisa membayangkan jika Leon tidak menjemput Hanna.
"Terima kasih," ucap Alessia.
"Putrimu lucu sekali yaa, dia awalnya bingung padaku lalu ku bilang aku papa nya."
"Hanna percaya?"
"Tentu Hanna percaya," ujar Leon tersenyum penuh arti.
"Bagaimana bisa kamu membuatnya percaya?"
"Rahasia."
Flashback
"Aku papamu sayang... Hanna Lucia Geraldo," ucap Leon.
"Kamu papa aku? Mana buktinya?"
Leon menunjukan foto dia bersama Hanna saat masih kecil.
Lalu Leon menunjukan foto Hanna bersama Alessia dan Hanna digendong Alessia.
"Eeh benar ini foto-foto aku," ujar Hanna antusias.
"Jadi benarkan kalau aku papamu?"
"Iya. Kamu papa aku."
Leon memeluk Hanna dengan penuh kerinduan, akhirnya dia memeluk putri kecilnya. Anak yang sangat dia rindukan, sudah 4 tahun umur Hanna semenjak terakhir kali dia meninggalkan putrinya saat berumur 2 tahun.
"Hanna jangan bilang sama mama yaa kalau papa punya foto-foto kita," ujar Leon.
"Kenapa pa?"
"Iya pa tau, kata om Liam juga opa dan oma bilang kalau mama sakit dikepala."
"Kalau mama tau nanti jadi sakit lagi gimana?"
__ADS_1
"Jangan pa. Mama jangan sakit, kalau mama sakit aku sedih."
"Jadi supaya mama ga sakit lagi, Hanna jangan bilang mama yaa. Mau janji kelingking sama papa?" Leon berjanji kelingking dengan Hanna.
"Janji pa."
Leon tersenyum putri kecilnya memang sangat pintar dan mengerti keadaan Alessia walau umurnya masih 4 tahun.
Kebohongan Liam ternyata ada baiknya, dia hanya memanfaatkan saja alur cerita yang telah dibuat Liam.
Flashback Off
Mobil Leon sudah berada di halaman rumah Alessia.
"Terima kasih Leon."
"Aku boleh masuk?"
"Hmm..."
"Barang-barangku masih tertinggal dirumahmu."
"Baiklah."
Leon tersenyum, istrinya sangat menggemaskan saat wajahnya kesal.
"Ambillah barang-barangmu yang ketinggalan."
"Ok."
Suasana menjadi canggung, Alessia tidak enak ada Leon di dalam rumahnya. Leon tersenyum penuh arti, sebenarnya ini hanya alasan Leon saja, dia ingin berlama-lama lagi dengan Alessia. Menggoda wanita yang dia cintai sekaligus membuat simulasi agar ingatan Alessia perlahan akan ingat dirinya.
"Alessia kamu tidak ada kuliahkan?" tanya Leon.
"Hari ini kosong, aku hanya mengikuti mata kuliahmu karena kemarin hanya dapat nilai B sekarang aku mengejar nilai A. Setelah itu skripsiku selesai dan wisuda."
"Ooh iya tentang kejadian kemarin—
"Tidak usah membahasnya," ujar Alessia salah tingkah.
"Aku harus membahasnya."
"Untuk apa?"
"Mau kah kamu jadi kekasihku Ale?"
Alessia membulatkan matanya, dia tidak percaya mendengar perkataan Leon.
"A--aku......"
Ceritanya saya tamatkan disini. Yang masih penasaran dengan endingnya akan hadir di tahun depan di aplikasi yang lain dan gratis.
Tunggu kabarnya yaa.
************
## Apakah jawaban Alessia?
## Hmm tunggu next episode yaaa....
__ADS_1