Terpaksa Menikahi Sang Dokter

Terpaksa Menikahi Sang Dokter
Jebakan


__ADS_3

Alessia tiba dirumahnya, dia mencari amplop coklat itu. Amplop coklat itu masih tersimpan rapi di dalam lemarinya, dia ingin membukanya tapi dia ragu. Alessia memutuskan untuk membuka amplop yang diberikan Liam.


Alessia terkejut melihat foto foto Leon bersama Cassy. Foto Leon sedang merangkul pinggang Cassy, foto Leon dan Cassy berpelukan. Betapa hancurnya perasaan Alessia melihat semua foto foto itu. Dia menyesal sangat menyesal sudah membuka amplop tersebut, Alessia mengambil ponselnya dan menghubungi Liam.


"Hallo"


"Liam aku ingin bertemu denganmu"


"Hari ini aku tidak bisa, banyak perkerjaan dikantor" jawab Liam.


"Aku akan ke perusahaanmu"


"Baiklah aku tunggu"


Alessia berada di dalam kantor Liam, dia akhirnya ke perusahaan keluarga Leon. Tak banyak orang mengenali dirinya tapi dia tak mempermasalahkan itu, tujuannya ke sini ingin bertemu dengan Liam.


"Liam apa benar foto foto ini?" tanya Alessia sambil memberikan amplop coklat dimeja kerja Liam.


"Sudah aku bilang jika kamu tidak percaya buang amplop itu jangan pernah membukanya"


"Please Liam katakan padaku, apa benar foto foto ini? Apa ini cuma editan?" tanya Alessia dengan ragu.


"Percayailah apa yang ingin kamu percayai"


"Liam jangan muter muter deh bicaramu!!! Aku muak mendengarkan perkataanmu yang tidak jelas!!"


"Foto foto itu semuanya benar, bukan editan"


Alessia menatap Liam dengan tak percaya, bukan ini yang ingin dia dengar dari Liam.


"Aku tak mempercayai kamu Liam!! Kamu bohong kan!!" Alessia berteriak histeris.


Liam hanya diam melihat Alessia, dia bingung harus berkata apa pada Alessia. Foto itu memang foto asli bukan editan, ada cerita dibalik semua foto foto tersebut.


Alessia pergi keluar dari ruangan Liam dengan tergesa gesa. Air mata mengalir dengan deras di pipinya, banyak orang yang memperhatikan keadaan Alessia dan melihatnya dengan aneh walau mereka tak tau ada masalah apa sebenarnya.

__ADS_1


Liam hanya melihat kepergian Alessia, dia sebenarnya tak ingin melakukan itu tapi dia juga punya mencintai Alessia.


Liam tersenyum melihat file di laptopnya. Memang benar kata pepatah yang mengatakan "the enemy of my enemy is my friend".


Cassy memang musuh yang tak bisa dianggap remeh, wanita itu memberikan foto foto lama nya bersama Leon pada Liam dan Liam memanfaatkan hal tersebut untuk memisahkan hubungan Alessia dan Leon.


Mungkin perbuatannya bisa dibilang bastard tapi dia tak memperdulikannya, salah sendiri Leon tidak bisa bersikap tegas dan menolak Cassy. Dia juga mengetahui kalau Cassy hanya berbohong pada Leon tentang dia dulu hamil lalu keguguran.


Alessia menangis di dalam mobil, dia tak percaya Leon mengkhianati dirinya. Leon menjalin hubungan lagi dengan Cassy dibelakangnya secara diam diam. Alessia teringat semua yang Leon lakukan bersamanya, semua perkataan Leon yang mencintainya, membutuhkannya terdengar sangat menyakitkan.


*************


Seminggu sudah berlalu..


Selama seminggu juga Alessia berusaha menghindari Leon. Dia selalu beralasan sibuk dengan ujiannya. Akhirnya Alessia sudah selesai dengan ujian akhir semester dan mengurus cuti kuliah.


"Hai Ale" Steve menyapa Alessia dengan senyum termanisnya.


"Hai Steve" jawab Alessia tak bersemangat.


Alessia tersenyum melihat Steve, lelaki ini berusaha membuatnya tersenyum dan Alessia berusaha tersenyum. Mereka berjalan bersama di taman kampus.


"Gimana dengan rumah tanggamu? Sepertinya masalahmu begitu berat yaa" tanya Steve.


Alessia menutup matanya, dia merasakan sesak di dalam hatinya. Dia lelah dengan rumah tangga yang selalu dibayang bayangi mantan kekasih suaminya.


"Jika kamu tak sanggup lagi, lepaskan semua beban yang ada dihatimu. Jangan berlarut larut dalam kesedihan yang hanya akan menyiksa dirimu sendiri"


"Jika memang semudah itu aku sudah melepaskan semua yang membuat napas ku sesak"


"Sewaktu di mall wanita itu berbicara padaku"


"Berbicara apa dia?" tanya Alessia dengan penasaran.


Steve melihat Alessia, dia ingin memberitahu Alessia tentang rencana Cassy yang ingin menghancurkan rumah tangga Alessia.

__ADS_1


"Tidak bicara banyak" jawab Steve dengan ragu.


"Sepertinya wanita itu ingin menghancurkan rumah tanggaku"


"Kamu tau semuanya?" tanya Steve kaget Alessia mengetahui rencana Cassy dan malah menjadi penasaran sendiri.


"Iya aku tau"


"Lalu apa rencanamu? Apa kamu akan menyerahkan dengan rumah tanggamu?" tanya Steve lagi.


"Entahlah Steve... tapi hatiku sakit sekali" jawab Alessia yang akhirnya menangis.


Air mata mengalir diwajahnya, dia ingin berusaha untuk tegar tapi dada nya terasa nyeri.


"Seandainya aku bisa hilang ingatan dengan mudah seperti sinetron, aku pasti akan melakukannya. Aku ingin hilang ingatan dan pergi meninggalkan semua beban yang ada..."


"Tapi kamu hamil, kasian calon anakmu jika kamu melakukan itu Ale"


Alessia tak bisa menjawab perkataan Steve..


"Steve bagaimana jika orang yang kamu cintai mengandung anakmu?" tanya Alessia.


"Tentu aku bahagia"


"Lalu orang yang kamu cintai keguguran bagaimana perasaanmu?"


"Tentu aku sangat sedih"


Steve terdiam, dia berfikir apa Alessia akan mengugurkan kandungannya.


"Ale jangan lakukan itu, bayimu tidak bersalah jangan berfikiran untuk mengugurkan kandunganmu"


"Entahlah...."


Alessia pergi meninggalkan Steve yang melihatnya dengan tak percaya.

__ADS_1


******************


__ADS_2