
2 tahun kemudian...
Anak Alessia dan Leon sudah berumur 2 tahun mereka akan mengadakan pesta ulang tahun Hanna. Hanna seorang anak perempuan yang lucu segala tingkah lakunya bisa menghibur siapapun. Bella dan Luis setiap hari sabtu dan minggu selalu datang untuk bertemu Hanna, Bella sangat bahagia mempunyai cucu perempuan setelah selama ini dia mempunyai dua orang anak laki laki.
Leon menjadi suami dan ayah yang selalu ada untuk Alessia dan Hanna, jika dulu Leon sering pulang malam tapi semenjak Hanna lahir dia pulang kerumah paling telat jam 10 malam. Leon berusaha untuk selalu sampai dirumah secepat mungkin karena Hanna akan rewel dan tidak mau tidur jika tidak dipeluk oleh Leon seperti sekarang sepulang dari rumah sakit langsung mendekap putrinya.
"Sayang Hanna sudah tidur" ujar Leon masuk kamar dan menghampiri Alessia diranjang.
"Hanna sudah tidur yaa... anak itu hanya mau tidur jika kamu yang memeluknya dengan aku dia ga mau" Alessia mengeluh tentang putrinya.
"Namanya juga anakku tentu akan selalu menunggu papanya"
"Dasar Hanna pilih kasih"
Leon tertawa dengan tingkah istrinya, Hanna memang lebih dekat dengan Leon walau dengan Alessia juga dekat.
"Bagaimana perayaan ulang tahun Hanna besok?"
"Sudah siap semuanya Le, souvenir, kue kue, makanan juga dekorasi sudah ready semuanya"ujar Alessia dengan semangat.
"Ga menyangka yaa Ale rumah tangga kita yang awalnya hanya pernikahan bisnis selama setahun malah menjadi selamanya"
"Iya.. ya.. aku ingat banget semua itu, kamu benar benar menyebalkan Le" ujar Alessia dengan cemberut.
"Maafkan aku yaa sayang dulu sering menyakiti hatimu. Aku dulu begitu bodoh tapi juga beruntung"
"Kenapa bisa bodoh dan beruntung?" tanya Alessia heran.
"Bodoh karena mengajakmu menikah hanya setahun dan beruntung karena mendapatkan perawanmu di Thailand. Coba aja kamu dan aku ga mabuk Hanna tak akan hadir diantara kita"
"Aaah Leon kamu membuatku malu deh... jangan mengingatkan aku tentang malam kita mabuk" kata Alessia dengan wajah memerah.
"Aku suka kamu yang malu malu Ale"
"Sayang kamu ga mau memelukku?" Kata Leon sambil merentangkan kedua tangannya untuk dipeluk Alessia.
Alessia memeluk Leon dan merebahkan kepalanya di dada Leon dengan mesra.
"Sayang Hanna sepertinya butuh seorang adik deh"
"Eeh...
Leon mencium mesra Alessia dan Alessia pun membalas perlakuan Leon. Alessia tidak pernah bisa menolak Leon, walau seperti apapun Alessia sangat mencintai Leon.
Pagi harinya...
__ADS_1
"Jam berapa kamu pulang sayang?" tanya Alessia mengantarkan Leon untuk berangkat kerumah sakit sambil menggendong Hanna.
"Jam dua aku sudah kembali, pesta ulang tahun Hanna jam 15.30 kan?"kata Leon.
"Iya jangan sampai terlambat sebentar lagi mama dan papa akan ke rumah"
"Aku berangkat dulu yaa sayang... Leon mengecup dahi Alessia dan Hanna... Anak papa jangan nakal yaa, aku mencintaimu Ale" Leon menatap Alessia.
"Aku juga mencintaimu Leon"
Pesta perayaan ulang tahun Hanna terlaksana dengan meriah, ada badut dan berbagai macam hiburan untuk anak anak, teman juga kolega Leon datang kesana.
"Ale apa kamu bahagia?" tanya Leon.
"Tentu saja aku bahagia Leon, kalau kamu bagaimana apa kamu juga bahagia?" tanya Alessia lagi.
"Aku sangat... sangat bahagia Ale. Kamu dan Hanna adalah kebahagiaanku" ujar Leon lalu mendekat Alessia dalam pelukannya.
Alessia malu malu di dalam dekapan Leon mereka seperti sepasang remaja yang sedang kasmaran walau sudah memiliki anak.
Bella sambil menggendong Hanna melihat kemesraan Alessia dan Leon merasakan ikut bahagia. Dia sangat bersyukur Leon yang kaku bisa menjadi berubah karena Alessia, cinta tulus Alessia mengubah hidup Leon.
Setelah selesai perayaan ulang tahun Hanna semua keluarga dan tamu undangan pulang tinggal Alessia, Leon dan Hanna di dalam kamar, mereka bertiga tidur saling berpelukan.
*************
Hanna menangis tidak rela Leon pergi ke rumah sakit.
"Mau cama papa, papa ga boleh pelgi" kata Hanna dengan bahasa celat umur 2 tahun.
"Hanna mau sama papa sayang?" kata Leon lagi.
"Cama papa.. papa" Hanna menangis lagi"
Leon tak tega melihat Hanna menangis, dia tak bisa menolak keinginan putrinya.
"Sayang apa ga masalah kamu ga berangkat kerumah sakit? Dan bagaimana dengan pasien pasienmu?" Aku jadi ga enak ini" ujar Alessia sambil menggendong Hanna yang terus menangis.
"Ga apa apa sayang, aku bisa mengganti jadwal dengan rekan dokter yang lain" kata Leon lalu mengambil Hanna dari gendongan Alessia.
"Benarkah? Jika tau begitu harusnya aku juga melakukan hal yang sama seperti Hanna"
"Apa sih yang ga untuk kamu dan Hanna" ujar Leon mengecup dahi Alessia.
"Hole cama papa" kata Hanna dengan gembira.
__ADS_1
Alessia tersenyum lagi dia tak menyangka Hanna dengan mudah membuat Leon tak pergi praktik ke rumah sakit. Memang benar kata orang jika kelahiran seorang anak bisa membuat hidup menjadi lebih bahagia.
Leon bercanda dengan Hanna dan Alessia melihat itu sangat bahagia. Alessia memasak makanan kesukaan Hanna dan Leon walau ada bi Wati tapi dia selalu memasak untuk mereka makan bersama.
Alessia merasa kesusahan memberikan Hanna makan, putrinya rewel dan menangis terus ingim selalu dengan Leon. Leon melihat itu lalu menggendong putrinya dengan telaten dia menyuapi Hanna makan, entah mengapa dengan Leon Hanna menjadi diam dan menuruti papanya.
"Sayang Hanna sepertinya mengantuk ini, apa sudah saatnya tidur siang?"tanya Leon.
"Eeh iya anak mama ngantuk yaa... sebentar yaa sayang ganti baju dulu baru tidur yaa nak" ujar Alessia melihat putrinya.
"Mama..." ujar Hanna.
"Ganti baju sama suster Yeni yaa"
"Iya mama" kata Hanna.
"Aku panggil Yeni dulu, kamu makan lah dulu Le biar Hanna diurus Yeni" kata Alessia memanggil babysitter Hanna yang bernama Yeni.
Yeni membawa Hanna untuk dibersihkan dan mengganti bajunya.
"Ale suapin aku makan" ujar Leon dengan manja.
"Idiih manja banget sih suamiku ini" kata Alessia lalu menyuapi Leon makan.
"Aku sangat beruntung memiliki istri sepertimu Ale" kata Leon melihat Alessia.
"Tentu dong kamu harus beruntung dan aku juga beruntung memiliki suami sepertimu Leon" Alessia memeluk Leon.
"Aku mencintaimu Leon"
"Aku yang lebih mencintaimu Ale"
Mereka saling melihat dan akan berciuman tapi terganggung dengan suara tangisan Hanna.
"Maaf bu non Hanna menangis terus, ga mau tidur" ujar Yeni yang salah tingkah datang tidak di waktu yang tepat.
Leon tersenyum dan mengambil Hanna dari pelukan Yeni.
"Hanna kenapa sayang? Mau tidur sama papa?" tanya Leon lembut pada putrinya.
"Iya papa.. papa" ujar Hanna.
"Yaa udah sini sama papa kita tidur siang"
Leon dan Hanna naik ke kamar...
__ADS_1
Akhir akhir ini Alessia sering tersenyum dan sangat bahagia dalam hidupnya, dia berharap tak ada masalah yang berarti dalam rumah tangganya.