
Eps. 21
''Kalau begitu, kasih aku hadiahnya sekarang!" memajukan bibirnya.
Arga merangkul pundak Jihan. Spontan Jihan memajukan tubuhnya membentur dada Arga.
''Maaass! Lagi diluar rumah juga gak tau-tau lho.''
''Kalau begitu ayo masuk rumah!" Arga langsung membopongnya masuk kedalam rumah.
_____
Setiap kisah pasti memiliki akhir, entah itu akhir yang buruk atau menyenangkan. Jika cinta bisa tumbuh karena terbiasa, maka kenapa perlu bersusah payah menolak perasaan seseorang.
Begitulah yang dialami Bu Diana. Hidup sendiri setelah di tinggal pergi sang suami. Perasaan cinta yang dulunya tidak ada perlahan mulai tumbuh namun saat cinta itu telah bersemi, tuhan berkata lain dengan mengambil cinta tersebut.
Pak Ardi sesosok pria penyabar, lembut, dan penyayang. Pria yang sempat ditolak bu Diana lantaran tidak menyukai dirinya. Namun seolah perjodohan telah menjadi perantara untuk mereka bersama, Bu Diana pada akhirnya harus menjadi pasangan pak Ardi. Padahal Bu Diana memiliki pria lain di hatinya.
Pagi itu dalam hawa kesunyian, Bu Diana duduk di taman bunga tempat yang biasa pak Ardi singgahi sewaktu masih di dunia ini.
''Bunga-bunga di sini bahkan indahnya tidak bisa menandingi dirimu, mas Ardi,'' tangannya memotong ujung ujung tangkai yang kering.
Perasaan hampa karena di tinggal itu datang lagi. Hati ingin belajar ikhlas namun kenangan terus teringat.
Saat asyik berkutat dengan bunga-bunga yang cantik, suara tak asing datang menyapa.
''Assalamualaikum, Bu!"
"Waalaikumussallam, Nim, nak Arga. Kemari sini!"
Jihan dan Arga menghampiri Bu Diana. Mesra sembari bergandengan tangan. Melihat keharmonisan anak dan menantunya, membuat perasaan Bu Diana membaik.
"Ada apa kalian kemari?'' tanya nya.
''Tidak ada apa-apa kok Bu, hanya ingin main saja. Kangen ibu,'' balas Arga.
Arga mendekat dan ingin meraih tangan mertuanya untuk mencium tangan.
''Ehh nak, tangan ibu kotor bekas pegang tanah,'' tolak nya lembut.
''Tidak masalah Bu,'' langsung meraihnya tanpa memperdulikan jika tangan kotor.
Hati Bu Diana tersentuh, ''Betapa beruntung nya Hanim menikah sama kamu nak,'' tersenyum lembut.
''Mas Arga dong Bu yang beruntung dapatin aku, iya kan mas? Sudah istrinya cantik, imut, murah hati dan tidak sombong pula," menyombongkan diri sendiri.
Arga tersenyum ''Sayang, cium tangan ibu dulu!"
Jihan meraih tangan ibunya dan menciumnya, bahkan memeluk tubuh ibunya dan mencium pipinya. Bu Diana sedikit risih dengan tingkah sang anak.
''Nim! Jangan cium cium gitu, dilihatin orang malu.''
Memasang wajah masam, ''Tuh mas tau sendiri kan, ibu mulai lagi deh gengsi nya.''
Arga tertawa, ''Habisnya sayang kalau cium kuat banget, gak apa-apa Bu. Aku juga sering kok di gituin sama Jihan.''
__ADS_1
Jihan memukul lengan suaminya, ''Mass!! jangan bicara ngasal!"
Bu Diana geleng kepala, kedua pasangan muda di hadapannya ini kembali mengingatkan tentang masa muda nya.
''Duh kalau seperti ini, mungkin sebentar lagi Ibu mau jadi nenek, haha,'' celetuk Bu diana.
Wajah Jihan langsung merona. Arga pun terlihat menahan senyum.
''Doakan saja ya Bu!" Arga tersenyum sambil memandangi wajah sang istri.
Mas Arga... ihh bisa aja dahh, jantungku rasanya mau keluar lhoo..
Tiba-tiba Jihan mendesis, rasa nyeri nya datang lagi. Dia memegangi perutnya.
''Kenapa sayang? sakit lagi kah?'' tanya Arga kemih khawatir.
Jihan mengangguk. Bu Diana menoleh kearah Jihan.
''Nyeri datang bulan ya nim?''
''Iya Bu, padahal semalam udah gak sakit kok sekarang kumat lagi ya.''
Bu Diana meletakkan gunting taman yang ia pegang, dan beralih merangkul Jihan. ''Ayo masuk ke dalam saja, nak Arga bisa ibu minta tolong carikkan air kelapa muda, ya!''
''Harus kelapa muda, ya Bu?'' tanya nya memastikan.
''Iya nak dari sumbernya ya yang segar! biasanya Jihan minum itu dan bisa mengurangi nyeri juga. Sewaktu ayahnya masih ada, beliau selalu menyediakan itu di saat saat seperti ini,'' tatapnya sendu.
Raut wajah sedih tertangkap penglihatan Jihan, ia berpikir bagaimana cara ibunya menahan kesedihan sendirian.
''Iya mas, hati-hati ya.''
Di dalam rumah Bu Diana sudah mendudukkan Jihan di bangku meja makan, sambil menyodorkan air hangat untuk putrinya.
''Beruntungnya kamu Nim, punya suami siaga seperti nak Arga.''
''Syukurlah Bu, oiya ibu tahu? Semalaman mas Arga mengelus perutku lho, sampai rasa sakitnya hilang. Tangan mas Arga lembut banget Bu, hangat jadinya.''
Pipinya merona, senyum kebahagiaan tidak dapat di tutupi Jihan. Memang, sosok Arga sangat berpengaruh besar terhadap kehidupan Jihan. Gadis itu dapat merasakan kasih sayang yang tulus dari orang orang terdekatnya.
''Ibu turut senang mendengarnya,'' tersenyum. ''Semoga hubungan kalian terus baik-baik saja ya nim.''
Keduanya lalu hanyut dalam pikirannya masing masing. Entah seperti ada yang kurang, meskipun sebenarnya mereka mendapatkan apa yang mereka butuhkan.
Di sisi lain, Arga gelimpungan mencari air kelapa yang masih muda. Dia sudah bolak-balik ke pasar dan toko toko sayur terdekat namun tak kunjung mendapatkan benda yang dicari.
''Betulan tidak ada ya pak?'' tanya nya sekali lagi pada penjual buah.
''Gak ada mas, kalau gak musim-musiman susah carinya,'' mencoba meyakinkan pria yang ngotot minta air kelapa muda itu.
''Lah udah muter muter dari tadi padahal, dimana lagi ya? Bapak tahu tidak yang jual air kelapa muda?''
''Coba mas cari dirumah tetangga-tetangga sendiri, barang kali ada yang punya pohon kelapa. Kan lumayan bisa minta.''
Arga menepuk jidatnya,. ''Ya ampun kenapa gak kepikiran dari tadi sih? Bapak ini gak ngomong dari tadi juga.''
__ADS_1
''Loh mana saya tahu mas, saya cuma nyarankan.''
Mendapat harapan baru Arga tersenyum girang, ''Makasih ya pak, maaf merepotkan bapak. Saya permisi dulu.''
Arga segera melajukan motornya menuju rumah Tofa, sahabatnya.
Sepertinya cuaca tidak mendukung hari ini, terlihat awan mendung mulai menutupi matahari siang itu.
Arga telah tiba dirumah sahabatnya, kedatangannya yang mendadak tanpa pemberitahuan langsung di sambut baik oleh Tofa.
Setelah menceritakan apa yang ia cari, tofa ikut berpikir.
''Owalah, jadi cari air kelapa ya Ga? Tapi aku gak punya pohon kelapa. Jangankan pohon kelapa, coba kamu lihat halaman rumahku bahkan gak punya tanaman apa apa.''
Melihat ke luar jendela, memang halaman rumah jomblo akut ini terlihat sangat gersang. Maklum, dirinya hanya tinggal sendirian di sebuah kos-kosan minimalis, sebab orang tuanya berada di daerah lain. Tofa adalah orang rantauan.
''Ckk,, mangkannya lekas menikah sana! biar ada yang mengurusi hidupmu!'' celetuk Arga.
''Huh tidak usah banyak nyuruh, namanya orang sedang ikhtiar Ga,'' menjawab dengan ketus.
''Terserahmu saja! Jadi dimana aku temukan air kelapa muda?''
Tofa memikirkan sesuatu, ''Kenapa tidak beli yang instan saja? misalkan minuman yang mengandung kelapa muda?''
''Jangan gila deh, ibu mertuaku nyuruh yang murni dari sumbernya. Aku takut minuman seperti itu justru tidak baik untuk diminum istriku. Kau sih tidak punya istri mangkannya mana paham,'' balik berkata dengan ketus.
Sialan nih orang, dibantui malah ngatain aku!
"Sudah tahu temanmu ini belum beristri kenapa pula tanya orang yang masih jomblo!" menyahut dengan ketus.
Arga melirik kesal dengan tatapan menusuk.
''Pacarmu kan banyak, barangkali kau pernah disuruh cari air kelapa juga buat diminum saat pms!" jawab nya ketus.
Tofa mendelik, "Bicara sembarangan! Mana ada pacar, mereka cuma teman!"
"Semua saja kau bilang teman! Rasa pacar," melirihkan ucapannya. Mata Arga menatap kesal seperti berapi api.
"Oke oke, habis itu kau mau apa?" memilih menyerah saja daripada dilahap harimau pms.
Ini sebenarnya Jihan yang lagi pms atau suaminya sih? Kejam sekali!
"Ayo ikut aku, sepertinya aku tahu siapa yang punya pohon kelapa dirumahnya. Tapi aku butuh bantuan untuk menemani ku!" masih berkata sambil memasang muka masam.
"ckk, ngapain juga minta teman temanin, sudah minta bantuan tapi sewot begitu," bergumam lirih.
"Hey! aku masih bisa dengar!" ketusnya.
Tofa tersentak kaget, "Oke, ayo kita ke sana." Langsung berdiri dengan tegak.
Bersambung...
__
Kenapa ya mas Arga minta bantuan mas Tofa buat temani ambil air kelapa? memang mau ambil di pegunungan Himalaya ya?
__ADS_1
Hati-hati aja deh mas, karena harimau betina yang lagi pms bisa lebih galak lagi kalau sampai tahu tujuan kalian ingin kerumah siapa, haha salam hangat dari author 😊❤️