Tetangga Ku Super Ganteng

Tetangga Ku Super Ganteng
Pesan Masuk


__ADS_3

cia pulang dari kedai pizza mengendarai motor scoopy kesayangannya. dijalan karna lumayan sepi, ia bersenandung kecil agar tidak bosan. walaupun sebenarnya perjalanan pulang dari kedai pizza menuju rumah tidak terlalu jauh.


tak jauh ia seperti melihat seseorang yang sangat ia kenali,


"kok kayak mas brian, tapi ngapain malem malem gini disini?" tanya cia dalam hati


kemudian cia berhenti didekat brian yang sedang berdiri sambil memegang hp yang sepertinya digunakan untuk menelfon seseorang.


"loh mas brian? ngapain malem malem disini?" tanya cia


"cia ya? iya nih mobil mas mogok gak tau kenapa." jawab brian


"ditinggal aja mas, nanti telpon bengkel. ayo bareng cia aja pulangnya" tawar cia


"udah nelfon bengkel tapi orangnya belom dateng. kebetulan kamu lewat, nawarin pulang lagi. boleh deh tapi nunggu orang bengkel bentar ya, semoga sebentar lagi sampai"


cia mengangguk kemudian melepas helmnya dan turun dari motor. tak lama, petugas dari bengkel pun sampai.


"pak brian ya? ini mobilnya saya bawa dulu pakai derek. mungkin besok sudah jadi pak" jelas petugas bengkel


"oh ya, ini hubungi asisten saya saja biar dia yang ambil" sahut brian


"baik pak, terimakasih sudah mempercayakan kami. selamat malam "


brian kemudian mendekati cia,


"yuk pulang, saya yang didepan. kamu biar saya bonceng"

__ADS_1


"boleh deh mas, capek juga saya nyepeda sendiri hehe"


"pegangan ya cia, biar gak jatuh"


"siap mas"


disepanjang perjalanan, cia sangat menikmatinya. menghirup aroma parfum maskulin yang melekat di baju brian yang begitu menenangkan. begitupun dengan brian yang menikmati sentuhan cia walaupun hanya sekedar pegangan pada pinggangnya. perjalanan terasa begitu cepat sampai didepan rumah.


"mas brian mampir dulu kerumah?" tawar cia


"engga deh, udah malem banget soalnya. lagian malu juga bertamu tapi belom mandi gini"


"yaudah deh kalo gitu, aku balik dulu mas"


"iya terimakasih atas tumpangannya ya cia"


"eh eh mas brian tungguu" panggil cia


"mas sebenernya aku mau bilang makasih, berkat mas brian skripsiku di acc tinggal nunggu jadwal sidang mas" ucap cia tulus


"oh ya, bagus dong kalo gitu. bocil udah mau wisuda nih" goda brian


"ihh apa sih mas, gini mas. mas brian kan banyak bantuin cia nih" kata cia dengan ragu


"iya terus?"


"jadi cia berhutang budi sama mas brian" imbuh cia

__ADS_1


"he eh?"


"jadi cia mau...." ucap cia terpotong


"boleh aku pinjam ponselmu saja sebagai tanda terimakasih dari kamu?" tanya brian


cia yang merasa bingung langsung memberikan ponselnya. brian mengotak atik ponsel cia kemudian memberikannya lagi pada pemiliknya.


"ini ponselmu, masuk sana. sudah larut malam, segera istirahat" titah brian


"baik mas brian, mari selamat malam"


brian hanya membalas dengan melambaikan tangannya.


cia memutar balik motornya menuju garasi rumah. cia belum menyadari apa yang brian lakukan pada ponselnya. cia bergegas masuk kemudian naik menuju kamarnya yang berada dilantai atas. cia masuk kamar kemudian segera membersihkan diri. selesai dengan ritual mandinya, cia segera berganti baju kemudian memakai skincare malamnya. selesai semua akhirnya cia merebahkan diri di kasur miliknya. belum sampai terpejam, cia mendengar ponselnya seperti ada notifikasi pesan masuk


*dari : mas brian


sudah tidur*?


cia kaget, membelalakkan matanya kemudian membalas pesan dari brian


belum mas


cia tersenyum sendiri, ia baru sadar bahwa tadi brian meminjam ponselnya untuk menyimpan nomornya kemudian me mis call hpnya untuk mengetahui nomor cia. kemudian ada balasan lagi dari brian


*dari : mas brian

__ADS_1


tidurlah, tidak baik gadis cantik tidur larut malam. selamat malam maaf mengganggumu*


cia bingung harus membalas apa, ia seperti terbang melayang mendapatkan pesan dari brian. pesan singkat yang begitu manis membuatnya tersenyum sendiri hinga tak sadar ia terlelap tanpa membalas pesan dari brian.


__ADS_2